IMG-LOGO
Nasional

Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU


Rabu 8 Februari 2017 21:30 WIB
Bagikan:
Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU
Ahmad Dimyati bersama istrinya saat menunaikan ibadah umroh 2015
Jakarta, NU Online
Pelayanan maksimal yang diberikan ASBIHU Tour and Travel membuahkan kepercayaan masyarakat. Pada bulan Januari lalu, ASBIHU telah memberangkatkan sedikitnya 600 jamaah umrah. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan, rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang memercayakan perjananan ibadah umrahnya kepada ASBIHU.

“Alhamdulillah saya sangat puas dengan pelayanan yang baik dari ASBIHU sejak persiapan, keberangkatan, sampai kepulangan. Saat di Mekah dan Madinah saya juga dibimbing dengan baik,” cerita Ahmad Dimyati melalui sambungan telepon kepada NU Online, Rabu (8/2) pagi.

Ahmad Dimyati, pria 60 tahun, yang biasa disapa Pak Ito, merupakan salah satu jamaah umroh yang berangkat melalui PT ASBIHU Tour and Travel, operator Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU). Pak Ito berangkat umroh bersama istrinya pada Desember 2015.

“Terima kasih kepada pak kiai, pembimbing, dan teman-teman di ASBIHU yang sudah memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik,” tambah pria asal Kebumen, Jawa Tengah, yang kini warga Matraman, Jakarta Timur.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini menyebutkan, ia dan istrinya dapat melaksanakan ibadah umroh dengan nyaman dan lancar. Saat itu mereka memilih mengikuti paket perjalanan umroh selama sembilan hari. Karena kenyamanan dan pelayanan yang baik dari ASBIHU, ia dapat memaksimalkan ibadah selama di Mekah.

Tidak hanya itu, ia pun dapat mengetahui hal-hal yang selama ini hanya dapat ia lihat di televisi ataupun baca di majalah dan buku tentang kisah-kisah dan riwayat, dengan mendengar langsung cerita dari pembimbing ASBIHU.

“Kisah-kisah itu diceritakan dengan detail, bahkan ketika kami sampai di hotel masih membicarakan itu. Kami pun dapat bertukar pikiran dengan jamaah yang lain, menambah keakraban jamaah dan pembimbing,” kata Pak Ito.

Menurut Pak Ito, baru dengan ASBIHU-lah, ia merasakan kenyamanan yang maksimal. “Bagi saya selama saya menggunakan travel-travel lain, ASBIHU adalah yang terbaik,” ungkapnya.

Mengenai biaya umroh melalui ASBIHU, Pak Ito menilai itu sangat wajar dan pantas. 

“Jangan tergiur dengan biaya umroh yang murah, karena untuk biaya pesawat dan visa saja bisa mencapai 15 juta,” kata Pak Ito mengingatkan.

Ia pun merekomendasikan perjalanan umroh melalui ASBIHU kepada teman-teman dan keluaganya. Dalam waktu dekat ini, ada beberapa orang yang akan berangkat umroh melalui ASBIHU, setelah mendengar cerita pengalaman Pak Ito bersama ASBIHU. (Kendi Setiawan/Zunus)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG