IMG-LOGO
Daerah

JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Qur'an dengan Khath

Ahad 12 Februari 2017 17:10 WIB
Bagikan:
JQHNU Sidoarjo Bumikan Al-Qur'an dengan Khath
Para peserta pelatihan serius mengikuti kegiatan yang diselenggarakan PC JQHNU Sidoarjo
Sidoarjo, NU Online

Pengurus Cabang (PC) Jam`iyyatul Qurra' Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sidoarjo menggelar pelatihan khath yang digelar di aula Kemenag Sidoarjo, Ahad (12/2). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta terdiri dari guru BTQ, santri, pelajar, guru di lingkungan NU dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU.

Puluhan peserta mendapatkan materi seputar kaidah khath, tata cara penulisan kaligrafi serta langsung mempraktikkan penulisan Khath Naskhi. Para peserta pelatihan tampak antusia mengikuti kegiatan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta dari Pondok Pesantren Al-Amanah, Junwangi, Krian Sidoarjo, Fajar Fakhrul. Fajar Fakhrul, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, ia baru kali pertama kalinya mengikuti pelatihan khath.

"Kesulitan yang saya alami ketika membuat huruf Mim pada lafadz Basmalah. Karena saya baru pertama belajar menulis kaligrafi," akunya.

Fajar berharap setelah mengikuti pelatihan khath ini, dia bisa menulis kaligrafi dengan benar dan bagus. "Sudah bisa membaca Al-Qur'an saja belum lengkap jika tidak menulis kaligrafi. Semoga dengan adanya pelatihan ini, saya bisa membaca dan menulis kaligrafi dengan bagus," harapnya.

Ia berencana, ketika sudah bisa menulis kaligrafi dengan bagus, tulisan kaligrafinya nanti akan dipajang di mading dan dipasang di kamar rumahnya.

Sementara itu Ketua JQHNU Sidoarjo, H Imam Mukozali mengatakan, dengan adanya pelatihan khath ini, JQHNU Sidoarjo ingin melestarikan penulisan kaligrafi serta memberikan wawasan bagaimana menulis huruf Arab yang benar.

"Walaupun pelatihannya satu hari, diharapkan bermanfaat. Saat ini pelatihan Khath sudah langka, mungkin ada di pesantren. Dan ternyata guru-guru yang mempunyai kemampuan menulis kaligrafi tinggal membenarkan kAidahnya saja," ucapnya.

(Moh Kholidun/Mahbib)

Bagikan:
Ahad 12 Februari 2017 21:9 WIB
Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak
Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak
Pendekar Cilik Pagar Nusa NU dari MI Ma'arif Prapagkidul, Pituruh
Purworejo, NU Online
Sebagai tradisi dan seni warisan nenek moyang Nusantara, pencak silat memiliki banyak manfaat bagi yang mempelajarinya. Di antaranya adalah membentuk mental yang kuat, akhlak dan kepribadian.

Demikian dikatakan Aji Amdani, pelatih sekaligus ketua pencak silat Pagar Nusa NU Purworejo, yang ditemui NU Online usai menjadi juri silat Porsema Maarif, Sabtu petang (11/2).

"Selain itu, silat juga melatih keberanian anak untuk selalu bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya," katanya. "Silat baik dikenalkan sejak usia dini, akan menyehatkan pertumbuhan," imbuhnya.

Aji menambahkan, bahwa senakal-nakalnya anak, jika sudah masuk dalam perguruan pencak silat, ia akan selalu patuh dan menghormati gurunya. "Ini merupakan pendidikan karakter," ungkapnya.

Aji berharap, semua sekolah dan madrasah - khususnya yang berada dibawah naungan Ma'arif NU - menjadikan kurikulum dalam pelajaran, tak sebatas ekstrakulikuler.

"Seperti di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Ma'arif Prapagkidul, Pituruh, Purworejo, pencak silat masuk dalam kurikulum," pungkasnya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)
Ahad 12 Februari 2017 20:17 WIB
Fatayat NU DKI Gelar Sosialisasi Pilkada Damai
Fatayat NU DKI Gelar Sosialisasi Pilkada Damai
Jakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah Fatayat NU DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Damai di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Ahad (12/2). Kegiatan yang bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta ini dihadiri sekitar seratus perempuan Fatayat NU setempat.

Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta Rahayu mengatakan, perempuan mempunyai peran penting dalam suksesi kepemimpinan daerah ini. Ia berharap kader Fatayat NU aktif berpartisipasi pada pemungutan suara 15 Februari 2017 nanti.

Menurutnya, meski berbeda pilihan, warga harus tetap saling menghormati dan tetap bergembira dalam pesta demokrasi kali ini. “Situasi tegang beberapa hari lalu yang sempat tercipta di masyarakat merupakan serba serbi proses demokrasi,” kata Rahayu.

Peserta sosialisasi ini datang dari enam cabang Fatayat NU yang ada di DKI Jakarta, antara lain dari PC Fatayat NU Jakarta Barat, PC Fatayat NU Jakarta Timur, PC Fatayat NU Jakarta Utara, PC Fatayat NU Jakarta Selatan, PC Fatayat NU Jakarta Pusat, dan juga PC Fatayat NU Kepulauan Seribu.

Sementara itu Komisioner KPU DKI Jakarta Dahlia Umar berharap pertemuan hari ini dapat memberikan pemahaman untuk pilkada yang lebih baik dan gubernur yang terbaik. “Perempuan memiliki nilai yang tinggi dalam menentukan PILKADA Damai dan berkualitas,” katanya. (Mahbib)

Ahad 12 Februari 2017 18:0 WIB
PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu
PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu
Surabaya, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuktikan keseriusannya dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini PMII ITS memfasilitasi pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi dosen, karyawan serta mahasiswa NU yang ada di ITS, PENS ataupun PPNS. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (12/02) dan bertempat di gedung MWCNU Sukolilo, Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak warga NU dari kalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa yang ada di ITS, PENS dan PPNS yang belum terdata. Sebagaimana yang disampaikan Ketua PMII ITS, Zidni Nafi' Akbar, menurutnya kegiatan ini salah satunya untuk mendata mahasiswa maupun dosen NU di ITS, PENS ataupun PPNS.

“Banyak sekali mahasiswa dan dosen NU yang di kampus ITS, PENS dan PPNS, namun belum bisa terdata,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan lain diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi warga NU yang belum memiliki Kartanu. “Sebenarnya kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa dan dosen yang ada di sekitar ITS. Namun bila ada warga atau anggota PMII selain PMII Sepuluh Nopember dipersilakan untuk ikut,” imbuhnya.

Kegiatan ini berawal dari kerja sama antara PMII ITS dengan PCNU Surabaya. “Berhubung PMII ITS bisa bekerja sama dengan PCNU Surabaya untuk mengadakan Kartanu, maka diselenggarakan kegiatan ini,” jelas mahasiswa asal Kediri ini.

Dalam pelaksanaannya, ternyata bukan hanya dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswa ITS, PENS dan PPNS saja yang hadir guna melakukan pembuatan Kartanu. Warga sekitar tiga kampus tersebut juga turut hadir untuk melakukan pendaftaran Kartanu, bahkan mahasiswa luar ITS juga ikut serta dalam kegiatan ini, seperti dari Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa), Universitas Sunan Giri (Unsuri),  Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair).

Banyaknya peserta dari luar area ITS dikarenakan informasi mengenai kegiatan ini menyebar di sosial media dengan cepat. Hal itu senada dengan apa yang diutarakan Ahmad, salah satu pendaftar Kartanu dari luar area ITS. Ia mengatakan, mengetahui adanya kegiatan ini dari sosial media. “Saya tahu info ini dari sosial media,” ujarnya.

Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ardy Maulidy Navastara ST MT. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan semacam ini. Tak hanya itu saja, ia mengharapkan agar seluruh MWC, khususnya yang ada di seluruh Surabaya untuk menjadi agenda rutin.

“Saya pikir ini seharusnya menjadi agenda rutin bagi para MWC yang ada di seluruh Surabaya untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya perlu adanya sosialisasi. Hal itu dikarenakan masih banyak mahasiswa dan dosen ITS yang belum mengetahui Kartanu. “Kalau bisa disediakan posko yang selalu siap melayani warga nahdliyyin yang ingin mendaftar Kartanu,” pungkasnya. (Hanan/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG