IMG-LOGO
Nasional

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian V-Habis)

Jumat 17 Februari 2017 5:2 WIB
Bagikan:
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian V-Habis)
Kiai Said (bersorban) menyerahkan cendera mata yang diterima personel Wali Aan Kurnia (Apoy)
Jakarta, NU Online
Salah satu pertanyaan Wali adalah tentang jenggot. Beberapa waktu lalu, video guyonan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tentang jenggot sempat viral. Soalnya di video tersebut ada pernyataan kontroversi, jenggot mengurangi kecerdasan. 

Pada pertemuan tersebut, Kiai Said menjelaskan duduk perkaranya. Pada zaman Nabi Muhammad, setelah perang Hunain, umat Islam mendapat harta rampasan (ghanimah) yang banyak. Dapat sapi, unta, kemudian dibagi-bagi di Ja’ronah. 

“Baru kali ini Nabi membaginya secara aneh,” katanya kepada kepada manajer Wali dan personelnya yaitu Apoy yang ditemani Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said, lantai tiga gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (18/1).

Pada pembagian ghanimah tersebut, para sahabat Nabi yang senior tidak mendapat bagian. Namun para mualaf (orang yang baru masuk Islam). Mereka ada Abu Sufyan dan lain-lain. 

Pembagian yang dilakukan Nabi tersebut, meski tidak dipahami sahabat, mereka memilih diam karena semua tahu itu perintah Allah SWT. Nabi selalu dibimbing wahyu dalam tindakannya. 

Namun, tak dinyana, ada sahabat yang maju ke depan melakukan protes. Sahabat tersebut, perawakannya kurus, jenggot panjang, jidatnya hitam, namanya Dzil Khuwaisir. 

I’dil (berlaku adillah) ya Muhammad, bagi-bagi yang adil Muhammad,” ujar Kiai Said menirukan  Dzil Khuwaisir. 

“Celakalah kamu. Yang saya lakukan itu diperintahkan Allah,” tegas Nabi Muhammad. 

Orang itu kemudia pergi. 

Nabi Muhammad mengatkaan, nanti dari umatku ada orang seperti itu. Dia bisa membaca Al-Qur’an, tapi tidak tidak paham. Hanya di bibir dan tenggorokan. Mereka itu sejelek-jeleknya manusia, bahkan lebih jelek daripada binatang.

“Saya tidak termasuk mereka. Mereka tidak termasuk saya,” ungkap Nabi Muhammad.

Nah, kata Kiai Said, prediksi Nabi Muhammad tersebut terbukti tahun 40 H. Sayidinia Ali bi Abi Thalib dibunuh bukan oleh orang kafir, melainkan orang muslim, namanya Abdurrahman bin Muljam At-Tamimi, dari suku Tamimi. Pembunuh itu ahli tahajud, puasa, dan penghafal Al-Qur’an. 

“Kenapa membunuh Ali, karena ia dianggap kafir. Kenapa Aliu kafir? Karena Ali dalam menjalankan pemerintahannya tidak dengan hukum Islam, tapi hukum musyawarah. Dia menggunakan ayat Waman lam yahkum bi ma anzalallahu fahuwa kafirun. Ali dibunuh orang hafal Qur’an,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

 

Bagikan:
Jumat 17 Februari 2017 22:59 WIB
Prodi Hukum Unusia Undang Mantan Pimpinan KPK Hongkong
Prodi Hukum Unusia Undang Mantan Pimpinan KPK Hongkong
Jakarta, NU Online
Korupsi merupakan penyakit masyarakat yang sulit diberantas karena budaya korupsi sudah menjalar keseluruh aspek kehidupan. Korupsi bisa menghambat negara dalam mensejahterakan rakyatnya sehingga perlu ada strategi guna melakukan penindakan. Indonesia bisa belajar dari negara lain yang berhasil memperbaiki diri dari korupsi, salah satunya adalah Hongkong.

Menurut Transparansi Internasional, pada 2016 wilayah khusus Tiongkok tersebut memiliki indeks persepsi korupsi 77 dalam skala 100, dan berada di peringkat 15 sebagai negara paling bersih dari korupsi. Sebagai perbandingan, Indonesia pada periode yang sama masih memiliki indeks 37 di peringkat 90. Semakin kecil peringkat, maka semakin bersih negara tersebut. Pada 2016 negara terbersih adalah Denmark dan Selandia Baru, masing-masing dengan skor 90.  

Keberhasilan Hongkong dalam menindak korupsi adalah keberadaan Hongkong Independent Comission Againt Corruption (ICAC). ICAC adalah lembaga pemberantasan korupsi yang dibentuk oleh pemerintahan Hongkong. Dalam perjalanannya, ICAC terlebih dahulu memberantasan penyakit korupsi yang berada di tubuh aparat penegak hukum Hongkong, yakni Kepolisian. Rakyat Hongkong-pun menuai manfaatnya ketika aparat penegak hukumnya bersih.

Untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi tersebut program studi ilmu hukum universitas NU Indonesia (Unusia) Jakarta mengundang mantan pimpinan ICAC Hongkong guna berbagi ilmu dan strategi dalam upaya mencegah dan menindak korupsi.

“Terkait dengan pemberantasan korupsi maka kita patut belajar dari ICAC Hongkong, dan alhamdulillah mantan pimpinan ICAC, Tony Kwok mau menghadiri launching Pusat Kajian dan Pendidikan Anti Korupsi yang akan kita adakan dan dia mau membeberkan pengalamannya dalam melaksanakan tugas,” ucap Muhammad Afifi, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Jum’at (17/2).

Dalam memberikan ceramahnya Tony Kwok akan dimoderatori oleh Muhtar Said yang juga dosen illmu hukum Unusia. Sedangkan acara akan dilaksanakan pada Senin 20 Februari 2017 jam 18.00 WIB di Lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonesia (PBNU), jalan Keramat Raya No 164.  Acara ini terbuka untuk umum. Bagi yang akan hadir bisa kontak ke nomor +62 895-1740-9874. Red: Mukafi Niam
Jumat 17 Februari 2017 22:3 WIB
Puluhan Peserta Antusias Ikut Pendidikan Jurnalistik Nasional
Puluhan Peserta Antusias Ikut Pendidikan Jurnalistik Nasional
Jakarta, NU Online
Sebanyak 63 peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan jurnalistik pelajar dan santri yang diselenggarakan PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Pondok Pesantren Darul Uchuwah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (17/2). Pendidikan ini terselenggara atas kerja sama IPNU dan Kompas.

Acara yang diikuti kader IPNU dan IPPNU dari berbagai daerah ini  rencananya diselenggarakan selama tiga hari, Jum’at-Ahad (17-19/2).

Peserta Diklat Jurnalistik Agus Subhi asal Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa ia tertarik dengan jurnalistik sehingga dirinya ikut mendaftar menjadi peserta.

“Siapa tahu nanti ada manfaatnya buat IPNU di cabang (Temanggung),” kata Sekretaris IPNU Temanggung ini.

Sementara Sekretaris IPNU Jakarta Timur Salman Naufal mengatakan, dirinya ingin menambah wawasan dan ilmu baru tentang dunia jurnalistik.

“Saya tertarik karena yang mengadakan Kompas, sebuah media yang sudah kredibel dan sudah sangat berpengalaman dalam hal pemberitaan di Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap dengan mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut bisa mengamalkan ilmu yang didapat dan bisa menjadi wartawan di media nasional. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Jumat 17 Februari 2017 21:3 WIB
UNU Yogyakarta Berdiri, Begini Tanggapan Netizen
UNU Yogyakarta Berdiri, Begini Tanggapan Netizen
Yogyakarta, NU Online
Sejak diberitakan pertama kali oleh situs NU Online, Selasa (14/2), kabar penerimaan mahasiswa baru UNU Yogyakarta tersebar di berbagai grup-grup Whats’up warga NU DIY, akun Facebook, instagram dan sosial media lainnya. Akun facebook Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso yang membagikan kabar gembira itu segera dibanjiri komentar para netizen.

“Selamat untuk UNU Yogyakarta. Semoga UNU menjadi center of excellent pengembangan manusia NU ke depan,” tulis akun facebook atas nama Entjeng Shobirin Nadj.

“Selamat Prof. Semoga UNU Jogja bisa menjadi kampus kebanggaan dan tidak kalah kualitasnya dengan kampus lainnya. Pertanda NU jaya dan menjadi rahmatan lil alamin,” tulis akun bernama Amanda Tikha Santriati.

Seorang warga NU, Fatkhul yang tergabung dalam salah satu grup Whats’up warga NU DIY juga ikut memberi tanggapan,

Alhamdulillah. Semoga UNU Yogyakarta bisa mencetak kader-kader NU yang militan di masa depan,” tulis Fatkhul.

UNU Yogyakarta akan diluncurkan pada hari Jum’at tanggal 10 Maret 2017 di Kampus UNU Yogyakarta Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo. Rencananya peluncuran ini akan dihadiri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kemenristekdikti Prof H Mohamad Nasir, Ph.D. (Nur Rokhim/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG