IMG-LOGO
Nasional

Prodi Hukum Unusia Undang Mantan Pimpinan KPK Hongkong

Jumat 17 Februari 2017 22:59 WIB
Bagikan:
Prodi Hukum Unusia Undang Mantan Pimpinan KPK Hongkong
Jakarta, NU Online
Korupsi merupakan penyakit masyarakat yang sulit diberantas karena budaya korupsi sudah menjalar keseluruh aspek kehidupan. Korupsi bisa menghambat negara dalam mensejahterakan rakyatnya sehingga perlu ada strategi guna melakukan penindakan. Indonesia bisa belajar dari negara lain yang berhasil memperbaiki diri dari korupsi, salah satunya adalah Hongkong.

Menurut Transparansi Internasional, pada 2016 wilayah khusus Tiongkok tersebut memiliki indeks persepsi korupsi 77 dalam skala 100, dan berada di peringkat 15 sebagai negara paling bersih dari korupsi. Sebagai perbandingan, Indonesia pada periode yang sama masih memiliki indeks 37 di peringkat 90. Semakin kecil peringkat, maka semakin bersih negara tersebut. Pada 2016 negara terbersih adalah Denmark dan Selandia Baru, masing-masing dengan skor 90.  

Keberhasilan Hongkong dalam menindak korupsi adalah keberadaan Hongkong Independent Comission Againt Corruption (ICAC). ICAC adalah lembaga pemberantasan korupsi yang dibentuk oleh pemerintahan Hongkong. Dalam perjalanannya, ICAC terlebih dahulu memberantasan penyakit korupsi yang berada di tubuh aparat penegak hukum Hongkong, yakni Kepolisian. Rakyat Hongkong-pun menuai manfaatnya ketika aparat penegak hukumnya bersih.

Untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi tersebut program studi ilmu hukum universitas NU Indonesia (Unusia) Jakarta mengundang mantan pimpinan ICAC Hongkong guna berbagi ilmu dan strategi dalam upaya mencegah dan menindak korupsi.

“Terkait dengan pemberantasan korupsi maka kita patut belajar dari ICAC Hongkong, dan alhamdulillah mantan pimpinan ICAC, Tony Kwok mau menghadiri launching Pusat Kajian dan Pendidikan Anti Korupsi yang akan kita adakan dan dia mau membeberkan pengalamannya dalam melaksanakan tugas,” ucap Muhammad Afifi, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Jum’at (17/2).

Dalam memberikan ceramahnya Tony Kwok akan dimoderatori oleh Muhtar Said yang juga dosen illmu hukum Unusia. Sedangkan acara akan dilaksanakan pada Senin 20 Februari 2017 jam 18.00 WIB di Lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonesia (PBNU), jalan Keramat Raya No 164.  Acara ini terbuka untuk umum. Bagi yang akan hadir bisa kontak ke nomor +62 895-1740-9874. Red: Mukafi Niam
Tags:
Bagikan:
Jumat 17 Februari 2017 22:3 WIB
Puluhan Peserta Antusias Ikut Pendidikan Jurnalistik Nasional
Puluhan Peserta Antusias Ikut Pendidikan Jurnalistik Nasional
Jakarta, NU Online
Sebanyak 63 peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan jurnalistik pelajar dan santri yang diselenggarakan PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Pondok Pesantren Darul Uchuwah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (17/2). Pendidikan ini terselenggara atas kerja sama IPNU dan Kompas.

Acara yang diikuti kader IPNU dan IPPNU dari berbagai daerah ini  rencananya diselenggarakan selama tiga hari, Jum’at-Ahad (17-19/2).

Peserta Diklat Jurnalistik Agus Subhi asal Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa ia tertarik dengan jurnalistik sehingga dirinya ikut mendaftar menjadi peserta.

“Siapa tahu nanti ada manfaatnya buat IPNU di cabang (Temanggung),” kata Sekretaris IPNU Temanggung ini.

Sementara Sekretaris IPNU Jakarta Timur Salman Naufal mengatakan, dirinya ingin menambah wawasan dan ilmu baru tentang dunia jurnalistik.

“Saya tertarik karena yang mengadakan Kompas, sebuah media yang sudah kredibel dan sudah sangat berpengalaman dalam hal pemberitaan di Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap dengan mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut bisa mengamalkan ilmu yang didapat dan bisa menjadi wartawan di media nasional. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Jumat 17 Februari 2017 21:3 WIB
UNU Yogyakarta Berdiri, Begini Tanggapan Netizen
UNU Yogyakarta Berdiri, Begini Tanggapan Netizen
Yogyakarta, NU Online
Sejak diberitakan pertama kali oleh situs NU Online, Selasa (14/2), kabar penerimaan mahasiswa baru UNU Yogyakarta tersebar di berbagai grup-grup Whats’up warga NU DIY, akun Facebook, instagram dan sosial media lainnya. Akun facebook Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso yang membagikan kabar gembira itu segera dibanjiri komentar para netizen.

“Selamat untuk UNU Yogyakarta. Semoga UNU menjadi center of excellent pengembangan manusia NU ke depan,” tulis akun facebook atas nama Entjeng Shobirin Nadj.

“Selamat Prof. Semoga UNU Jogja bisa menjadi kampus kebanggaan dan tidak kalah kualitasnya dengan kampus lainnya. Pertanda NU jaya dan menjadi rahmatan lil alamin,” tulis akun bernama Amanda Tikha Santriati.

Seorang warga NU, Fatkhul yang tergabung dalam salah satu grup Whats’up warga NU DIY juga ikut memberi tanggapan,

Alhamdulillah. Semoga UNU Yogyakarta bisa mencetak kader-kader NU yang militan di masa depan,” tulis Fatkhul.

UNU Yogyakarta akan diluncurkan pada hari Jum’at tanggal 10 Maret 2017 di Kampus UNU Yogyakarta Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo. Rencananya peluncuran ini akan dihadiri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kemenristekdikti Prof H Mohamad Nasir, Ph.D. (Nur Rokhim/Alhafiz K)
Jumat 17 Februari 2017 19:20 WIB
Pesan Menpora untuk Guru-guru NU
Pesan Menpora untuk Guru-guru NU
Karawang, NU Online
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membuka Madrasah Kader Penggerak NU Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung di Pondok Pesantren Assidiqiyah 3, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/2) sore.
 
Tiba dilokasi Menpora dan rombongan disambut Pimpinan Asshiddiqiyah 3 Karawang KH. Hasan Nuri Hidayatullah. Pada acara yang mengambil tema Penggerakan Pendidikan Nilai Aswaja An Nahdliyah untuk Kadaulatan NKRI tersebut Menpora mengatakan bahwa hari ini kita menghadapi situasi yang agak rumit disaat negara kita sudah menjadi negara yang kokoh dan sudah menjadi kiblat baru bagi negara Islam.
 
"Jadi banyak negara-negara Islam yang belajar ke Indonesia untuk merawat keislaman dengan damai dalam kancah politik, pemerintahan, suku dan sebagainya. Banyak negara-negara lain yang belajar dengan Indonesia karena faktanya negara lain belum mampu bisa merawat keislaman dengan istiqomah," ujar Menpora.
 
Menteri asal Bangkalan Madura, Jawa Timur ini juga mengatakan jumlah rakyat Indonesia ini besar dengan beragam suku, agama, budaya dan bahasa  tapi Indonesia bisa kuat dan bersatu. Penyebabnya karena pahlawam kita berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk masa depan generasi bangsa.

"Karena itu, saya berharap kepada peserta Madrasah Kader Penggerak NU ini yang pesertanya adalah guru untuk menjadi penguat pondasi bagi para muridnya agar di masa depan para murid kita mampu meneruskan perjuangan para alim ulama dan pahlawan," tambahnya.
 
Di sisi lain, Menpora menyampaikan bahwa kaum santri tidak boleh berkecil hati. Apapun yang kita lakukan ini niatkan  untuk masa depan dan untuk NKRI. "Saya kira yang kita tanam hari ini akan berbuah dengan baik. Apa pun yang sekarang ini kita lakukan demi generasi yang akan datang. Kenapa kita harus repot-repot menanam pohon mangga karena siapa tahu buahnya dapat dinikmati oleh generasi kita selanjutnya," ujar Menpora.
 
Pimpinan Asshiddiqiyah 3 Karawang KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan bahwa guru adalah orang yang paling istimewa yang Allah ciptakan. "Ketika gurunya bagus maka muridmya akan bangus. Saya teringat satu syair yang diucapkan oleh seorang ulama bahwa guru dan dokter mempunyai posisi yang sangat penting bagi masyarakat. Kalau guru bermanfaat untuk mengobati bathinnya sedangkan dokter mengobati fisiknya. Kalau ada yang tidak mau dekat pada guru maka terimalah akan kebodohan bagi siapapun," ucapnya. (Red-Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG