::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Senin, 27 Februari 2017 20:35 Daerah

Bagikan

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air
Pacitan, NU Online 
Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Pimpinan Gus Hammam Fathullah meluncurkan album kedua berjudul Hubbul Wathan Minal Iman. Ahad malam (26/2). Peluncuran album itu dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat SD/MI dan umum.

Menurut Gus Hammam, album yang digarapnya ini sengaja disuguhkan untuk memberikan penyegaran di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami degradasi rasa cinta terhadap tanah air.

Tema besar Hubbul Wathan Minal Iman yang memiliki arti cinta tanah air sebagian daripada iman ini diharap mampu menumbuhkan kembali semangat kecintaan terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Cinta terhadap negara bisa diungkapkan (lewat apa saja), salah satunnya dengan seni musik islami," tuturnya saat berbincang dengan NU Online usai acara peluncuran.

Gus Hammam yang merupakan pencipta lagu Mars Gerakan Ayo Mondok itu mengatakan, Album kedua yang dirilis Sanggar Jubah ini menggabungkan kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock. Sebelumnya Sanggar Jubah pernah merilis album perdana pada tahun 2014.

Album ini berisikan 10 komposisi lagu shalawat, yaitu Iftitah Instrumentalia, Mars Ayo Mondok, Kun Anta, Syair Golek Ilmu, Hubbul Wathan Minal Iman, Sallahu ala Muhammad, Sirru Linaili, Shifatullah, Shollu Alannuril, dan Bongkar (Feat. OI Pacitan).

"Itulah yang menjadi dasar Sanggar Jubah menggarap aransemen dan lagu-lagu yang berbeda. Memiliki unsur pepiling, namun dengan kemasan yang kreatif," ujar alumni pesantren Krapyak Yogyakarta itu.

Masih kata Gus Hammam, semua lagu dalam album ini dinyanyikan dan direkam sendiri oleh para santri Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan. Diapun merasa bangga para santri memiliki minat dan perhatian besar terhadap dunia seni.

"Siapa yang tidak suka dengan musik. Namun seyogyanya (dalam menggarap lagu) harus ada pesan dan tujuan dalam setiap nada dan liriknya," pungkas putera kedua KH Burhanuddin HB itu.

Jamaah pengajian seni Sanggar Jubah merupakan satu-satunya sanggar seni pesantren di Pacitan yang paling aktif melakukan pementasan. Dalam setiap penampilan, Sanggar Jubah selalu menampilkan konsep pementasan yang berbeda dalam setiap penampilanya. 

Acara peluncuran album kedua ini digelar di halaman pesantren Al Fattah Kikil Arjosari. Sanggar Jubah menyuguhkan lagu-lagunya di hadapan para penonton dengan apik. Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan hadir menyaksikan peluncuran ini.

Sementara itu, festival Rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat pelajar SD/MI dan umum yang digelar pada Sabtu dan Ahad (25-26/2) diikuti sebanyak 40 grup Rebana. 

Festival yang bertema Indahnya Shalawat Ciptakan Indonesia Damai ini digelar dalam rangka menyemarakkan usia lima windu kebangkitan pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan sekaligus dalam rangka peluncuran album kedua Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. 

Tahun ini, Panitia mendatangkan dewan juri yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu Gus Aminullah dari Jamiyyah Ahbabul Musthofa Yogyakarta, Rachmat Soemitro, dari Krapyak Yogyakarta dan Muttaqin, dari Pacitan.

Adapun aspek penilaian dalam festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrumen dan penampilan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)