IMG-LOGO
Internasional

Kopiah Jokowi dan Syam’agh Raja Salman, Simbol Internasionalisasi Tradisi

Rabu 1 Maret 2017 20:19 WIB
Bagikan:
Kopiah Jokowi dan Syam’agh Raja Salman, Simbol Internasionalisasi Tradisi
foto: liputan6.com
Jakarta, NU Online
Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu siang, untuk melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia. 

Raja Salman turun dari pesawat menggunakan eskalator disambut oleh Presiden Joko Widodo. Raja Salman menggunakan pakaian khas Arab yang disebut dengan thoub, sebangsa gamis berwarna putih dengan krah model kemeja dan berlengan panjang dengan manset. Ia memakai kerudung segi empat, berwarna merah-putih yang disebut syam’agh. Jokowi menyambut dengan pakaian resmi jas dengan kopiah hitam yang menghiasi kepalanya. Masing-masing kepala negara tersebut tetap memegang ciri tradisi negara yang dipadu dengan cara berpakaian ala internasional.

Penyambutan berlangsung hangat. Raja Salman dan rombongan saling bersalaman dan bercakap-cakap sebentar.

Sejumlah pejabat negara yang turut menyambut kedatangan Raja Salman antara lain Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Mayjen (TNI) Jaswandi, dan Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan.

Setelah itu, Raja Salman masuk ke mobil yang sudah disiapkan, dan didampingi oleh Menteri Agama, untuk menuju ke Istana Bogor melakukan berbagai kegiatan.

Sementara Presiden Jokowi memasuki mobil yang berbeda untuk menuju Istana Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, Presiden Jokowi berangkat lebih dulu ke Istana Bogor, diikuti rangkaian delegasi, dan rangkaian ketiga yakni Raja Salman.

Kunjungan Raja Salman ini adalah yang pertama bagi raja Saudi setelah hampir 47 tahun ini tidak ada kunjungan ke Indonesia. Tidak tanggung-tanggung,Raja membawa rombongan 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. 

Kedatangan raja yang berusia 81 tahun itu pun disambut dengan luar biasa. Masjid Istiqlal telah menyiapkan lift dan toilet khusus untuk Raja Salman yang rencananya akan melaksanakan Salat Jumat pada Jumat (3/3).

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 50 ribu pelajar se-Kota Bogor, untuk menyambut kedatangan Raja Arab saat ke Istana Bogor, Rabu siang.

TNI dan Polri menyiapkan 18.161 personel untuk mengamankan kunjungan Raja, termasuk lebih dari 1.000 personel gabungan yang mengamankan kunjungan Raja beserta rombongan ke Pulau Dewata, 4-9 Maret 2017 untuk berlibur.

Sementara itu, sebanyak 150 koki disiapkan oleh Aerofood Catering Service (ACS), anak perusahaan maskapai Garuda Indonesia, untuk membantu menjamu rombongan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud selama berkunjung di Indonesia. 

Istana Kepresidenan Bogor menyediakan lahan khusus untuk Al-Saud Garden membentang di depan gedung Serbaguna istana tersebut khusus untuk menyambut kehadiran Raja Salman bersama pangeran di Istana tersebut. (Antara/Mukafi Niam)
Bagikan:
Selasa 28 Februari 2017 23:36 WIB
Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar
Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar
Foto: © viva
Kairo, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj telah tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir pada pukul 11.45 waktu setempat. Penerbangan dari Jakarta-Kairo yang ditempuh selama lebih dari sebelas jam cukup melelahkan. Namun, wajah Kiai Said kembali sumringah saat menyaksikan para kader NU yang sedang studi di Universitas al-Azhar menyambutnya di bandara.

"Selamat datang di Kairo, Kiai. Bahagia rasanya di masa studi kami di al-Azhar ini, panjenengan bisa hadir,"  kata Muhasibi, mahasiswa al-Azhar yang berasal dari Jakarta.

Kiai Said Aqil tak kalah gembiranya ketika disalami para mahasiswa satu persatu. Suasana keakraban terasa bagai pertemuan bapak dan anak.

"Ya, saya pun gembira lihat kalian jauh-jauh studi ke al-Azhar, tujuannya tak lain memperkuat Ahlussunnah wal jamaah di Indonesia, kini dan di masa depan," kata Kiai Said Aqil.

Di hadapan beberapa mahasiswa yang menjemputnya, Kiai Said Aqil pun menyempatkan diri untuk berbincang santai tentang tradisi ilmu keislaman di Mesir. Kekayaan khazanah keislaman di Mesir tidak akan habis hanya dengan beberapa tahun studi di al-Azhar.

"Di sini kalian harus selalu merasa dahaga ilmu, sehingga pulang ke Indonesia nanti yang takhassus keislaman, yaa...minimal seperti Dr. Ali Syami Nasyar," nasehat Kiai Said Aqil.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siroj ke Mesir kali ini dalam rangka untuk memenuhi undangan dari Universitas al-Azhar sebagai salah satu pembicara dalam muktamar (umat Islam) dunia, 28 dan 1 Maret 2017) ini. Muktamar yang bertajuk "Kebebasan, Keberagaman, dan Integrasi" itu dibuka langsung oleh Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ahmad Thayib. (Red: Mahbib)
Selasa 28 Februari 2017 19:4 WIB
Kunjungi Taiwan, Fatayat NU Apresiasi Peran Publik Perempuan Taiwan
Kunjungi Taiwan, Fatayat NU Apresiasi Peran Publik Perempuan Taiwan
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini melakukan lawatan ke Taiwan pada 25-27 Februari lalu. Ia dan rombongannya bertemu dengan para perempuan aktivis Partai Demokratik Progressive. Dalam pertemuan tersebut mereka mendiskusikan perempuan dalam pergerakan politik, serta berbagai hal terkait dengan kebijakan pemerintah dan perempuan serta anak.

Di Taiwan, partai politik harus mengikutsertakan sebanyak 50 persen perempuan sebagai kandidat dalam pemilu. Saat ini 50 persen anggota parlemen terdiri dari perempuan.

“Bagi Fatayat, hal ini dinilai sangat menarik, karena dalam jangka 20 tahun, kemajuan perempuan di Taiwan sangat pesat,” kata Anggia dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (27/2).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Rais Syuriyah PCINU Taiwan Agus Susanto, partai yang saat ini mendominasi di pusat kekuasaan tersebut berjanji akan membantu legalitas PCINU Taiwan.

Rombongan ini juga mengadakan pertemuan dengan Global Worker Organization. Organisasi ini memberikan pendidikan keterampilan dan pendampingan terhadap TKI di Taiwan, terutama keterampilan yang bisa digunakan ketika mereka kembali ke tanah air.

Selesai mengikuti pelatihan keterampilan, peserta mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu, selain bisa digunakan di tanah air, bisa juga digunakan di Taiwan sendiri. Dengan demikian, gaji mereka bertambah dan bersaing dengan pekerja terampil yang lain.
Talkshow di Radio Taiwan Internasional (RTI) menjadi salah satu agenda berikutnya. Dalam talkshow dikenalkan bagaimana Fatayat berkiprah di Indonesia dan Taiwan.

Salah satu hasil pembicaraan Ketua Umum Fatayat bersama RTI adalah Fatayat serta NU secara keseluruhan sangat diharapkan mengisi ceramah untuk mengenalkan dan memperdalam ajaran Islam Ahlisunah wal jamaah dan Islam Nusantara.

“Pengenalan tersebut sangatlah penting mengingat banyak kejadian para TKI menjadi sasaran pergerakan radikalisme dan terorisme,” jelas Anggia. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)
Selasa 28 Februari 2017 17:47 WIB
Sambut Kang Said, PCINU Mesir Gelar Dialog Kebangsaan
Sambut Kang Said, PCINU Mesir Gelar Dialog Kebangsaan
Kairo, NU Online
Berita kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj  yang diundang Al-Azhar Mesir menjadi kabar gembira bagi pengurus dan warga NU yang ada di Mesir. Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Mesir pun langsung mengagendakan acara dialog kebangsaan seputar Peran Ulama Nusantara dalam Peradaban Dunia bersama Kiai Said. 

Tokoh NU yang tidak hanya menjadi milik NU semata itu memang kerap mengupas peran ulama Nusantara di era kekinian dalam membangun peradaban dunia. Rencananya dialog itu akan dilangsungkan pada hari Rabu sore, selepas Kiai Said mengikuti agenda muktamar.

Dari informasi yang ada, Kiai Said akan menghadiri dan menjadi salah satu pembicara dalam muktamar (umat Islam) dunia yang digelar Al-Azhar Mesir pada Selasa dan Rabu (28 & 1 Maret 2017) ini. 

Muktamar yang bertajuk Kebebasan, Keberagaman, dan Integrasi itu akan berlangsung selama dua hari dan akan dibuka langsung oleh Grand Syekh Azhar, Syekh Ahmad Thayib. Rencananya, muktamar itu akan membincangkan berbagai permasalahan mutakhir yang muncul dari keanekaragaman ideologi, etnis dan suku bangsa.

Selain menjadi peserta muktamar, Kiai Said juga akan mengadakan pertemuan khusus dengan pihak Al-Azhar untuk membahas lebih jauh kerjasama di bidang pendidikan, transmisi keilmuan, penanganan terorisme, serta peneguhan komitmen bersama untuk mengenalkan Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin kepada dunia. (Zein/Mukafi Niam) 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG