IMG-LOGO
Nasional

Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah


Rabu 8 Maret 2017 11:00 WIB
Bagikan:
Empat Hal yang Harus Dihindari Jemaah Umrah
Jemaah Umrah ASBIHU Kab Sorong.
Jakarta, NU Online
Silaturahim ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat menjadi salah satu kegiatan sebelum keberangkatan 40 jamaah asal Kabupaten Sorong, Papua Barat yang melaksanakan ibadah umrah melalui PT Al Anshar Asbihu Tama Sejahtera atau ASBIHU Tour and Travel, operator Asosisi Bimbingan Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) pada Kamis (2/3) lalu.

Di masjid An-Nahdlah, selain melaksanakan salat duhur dan asar berjamaah, para jamaah juga berkesempatan mendengarkan tausiyah pembekalan dari Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi. Kiai Mujib mengingatkan, sempurnanya ibadah haji dan umrah adalah dengan niat hanya karena Allah SWT. 

Hal itu juga dikuatkan dengan hadist Nabi, yang menyebutkan ada empat golongan umrah dan haji yang tidak boleh diikuti. Pertama, orang yang berkemampuan melaksanakan haji dan umrah tetapi hanya untuk senang-senang. Kedua umrah atau haji karena berdagang mencari keuntungan finansial. 

“Orang kaya yang mempunyai harta dan uang yang banyak, tetapi berangkat haji dan umrah hanya untuk bersenang-senang. Karena sudah mengunjungi Eropa misalnya, karena kelebihan uang lalu pengin ke Mekah. Itu tidak boleh. Atau orang yang pergi haji dan umrah untuk berdagang mencari keuntungan finansial, jadi pergi umrah bawa barang dagangan. Ini juga tidak boleh,” papar Kiai Mujib.

Ketiga, lanjut Kiai Mujib adalah orang melaksanakan umrah atau haji untuk tujuan riya dan sumah atau gengsi-gengsian. 

“Misalnya orang berangkat umrah karena dia merasa sering memimpin tahlil, atau ingin dianggap sebagai orang yang ahli ibadah, itu juga jangan,” kata Kiai Mujib. 

Keempat, tutur Kiai Mujib, orang yang berhaji atau umrah dengan memaksakan diri akhirnya malah menjadi beban orang lain dengan meminta-minta selama di masjid-masjid atau jalanan di Mekah dan Madinah.

Akan tetapi, Kiai Mujib menegaskan apabila jamaah melihat ada orang-orang yang meminta-minta, hendaknya jangan buru-buru suudzon atau berburuk sangka dengan menganggap orang yang meminta-minta itu berhaji atau umrah sambil melakukan hal buruk.

Sebisa mungkin kita harus berbagi kepada mereka, bahkan menyiapkan sedekah bagi peminta-minta karena bisa jadi peminta-minta itu adalah malaikat yang menyerupai manusia. (Kendi Setiawan/Fathoni) 

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG