IMG-LOGO
Nasional

Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara

Rabu 8 Maret 2017 16:0 WIB
Bagikan:
Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara
Rembang, NU Online
Sepekan lagi helatan akbar pertemuan kiai-kiai sepuh nusantara bakal diadakan di Pondok Pesantren Al-Anwar Pusat, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 16 Maret 2017.

Acara yang bakal menyedot perhatian publik ini dimotori oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan dalam sebuah video yang beredar di media sosial bahwa PBNU merencanakan adanya pertemuan para sesepuh di Sarang, Rembang.

Dalam video pendek tersebut, Kiai Said sapaan akrabnya, juga mengungkapkan terkait tujuan acara, yakni mengharap nasihat, irsyadat (arahan), taujihad (petunjuk) dari para sesepuh, agar NU kedepan semakin bermanfaat.

Basit, Ketua Pondok Pesantren Al-Anwar Pusat membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, informasi tentang diadakannya acara tersebut sudah sampai kepada para Pengurus Pondok Pesantrean pada awal Maret.

"Sudah dua kali pihak PBNU melakukan survei ke sini (Pesantren Al-Anwar). Rencana awal di Ponpes Al-Anwar 3, tetapi Mbah Yai (KH Maimoen Zubair) dawuhan di pusat saja," jelasnya saat ditemui NU Online di Pondok Al-Anwar Sarang, Rabu (8/3) pagi.

Pihaknya juga telah melakukan beberapa persiapan, termasuk percepatan penyelesaian pembangunan gedung baru yang rencananya akan dipakai acara. Selain itu pembentukan kepanitiaan juga sudah diproses.

Diantara kiai sepuh yang datang dalam acara ini antara lain, KH Miftahul Akhyar, KH Said Aqil Siroj, KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, KH A Mustofa Bisri, KH Ma'ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Munif Zuhri, TGH Turmudzi Badaruddin, KH Abuya Muhtadi, KH M Sanusi Baco, KH M Buya Letter, KH A Nawawi Abd Djalil, KH Dimyathi Rois, KH Ali Masyhuri, serta Tuan Guru A Zuhdiannoor. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Rabu 8 Maret 2017 20:45 WIB
Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim
Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim
Banser Gerokgak menyelam di laut Bali pada peresmian Baritim
Buleleng, NU Online 
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali membentuk satuan khusus Barisan Ansor Maritim (Baritim) sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir, baik alam dan manusianya.

Ketua PAC, Abdul Karim Abraham mengatakan, pembentukan Baritim pada Ahad (5/3) bukan tanpa alasan, sebab kondisi geografis Kecamatan Gerokgak merupakan wilayah pesisir utara Bali sepanjang kurang lebih 60 km, membentang dari barat ke timur. Pertimbangan yang lain juga, karena mayoritas umat Muslim berada di wilayah pesisir. 

Ia menginginkan Baritim ini bisa menjembatani keinginan nelayan dengan pihak lain, termasuk pemerintah dan investor.

“Nelayan di wilayah Kecamatan Gerokgak rata-rata muslim Nahdliyin, GP Ansor berkeinginan untuk bisa mengawal tatkala ada persolan nelayan dengan pihak luar, seperti contoh dengan pelaku wisata dan industri yang terkadang merugikan nelayan tradisional,” ungkapnya di Buleleng (7/3).

Karim mencontohkan kasus nelayan yang harus terusir karena wilayah pesisirnya dibangun hotel-hotel. Dan yang paling parah, dampak laut karena limbah perusahaan seperti PLTU di Celukanbawang.

“Untuk langkah awal, Baritim akan menginventarisir masalah masalah yang dihadapi nelayan di setiap desa, kemudian kita akan coba mencari jalan keluarnya,” tegasnya. 

Pembentukan Baritim ini ditandai dengan clean up sampah plastik di pulau Menjangan dan pengibaran Bendera Ansor dan Banser di bawah laut Bali.(Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Rabu 8 Maret 2017 20:0 WIB
Ini Tanggapan Mustolih atas Sidang Perdana Gugatan Alfamart
Ini Tanggapan Mustolih atas Sidang Perdana Gugatan Alfamart
Jakarta, NU Online
Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang kasus gugatan Alfamart kepada Mustolih Siroj yang meminta Alfamart untuk membuka transparansi dana donasi, Rabu (8/3) siang. Persidangan hari ini merupakan sidang perdana. Selain Mustolih, Komisi Informasi Pusat (KIP) juga dihadirkan sebagai tergugat.

Sidang perdana ini berupa pemeriksaan surat kuasa dari pihak tergugat dan penggugat. Meski demikian, proses persidangan mulai menghangat, pasalnya pihak Alfamart membahas pada rencana sidang berikutnya untuk meminta agar dibolehkan mengajukan saksi. Alfamart menyebut ada dua saksi yang akan diajukan sebagai bukti baru.

Sementara itu, Mustolih mengatakan, pihaknya akan memberi kesempatan jika Alfamart akan mengajukan saksi. Alasannya pada persidangan semua pihak harus diperlakukan dan diberi hak yang sebanding.

“Di persidangan kedua hari Senin depan (13/3), Alfamart akan mengajukan saksi. Ya kita hormati. Tetapi bila tidak tidak ada, pihak tergugat; saya dan KIP juga akan mengajukan saksi,” kata Mustolih kepada NU Online melalui sambungan telepon, Rabu (8/3) siang.

Disinggung upaya perdamaian yang diajukan pihak Alfamart melalui PBNU, Mustolih menilai hal itu hanya wacana. 

“Saya juga mendengar ada upaya peramaian yang diajukan Alfamart. Tetapi sepertinya itu  hanya wacana, karena sejauh ini justru Alfamart yang paling menginginkan proses hukum sampai ke tahap pengadilan seperti hari ini,” kata Mustolih.

Mustolih menegaskan ia sangat menghormati proses yang sedang berjalan. Ia juga optimis karena upaya transparansi perekrutan dan penggunaan dana publik yang dilakukan Alfamart, harusnya diketahui publik.

“Rasanya baru ada dui dunia konsumen yang digugat karena menuntut transparansi dari dana yang disumbangkannya,” ujarnya.

Hingga saat ini dukungan kepada Mustolih terus mengalir, di antaranya dari 33 pengacara. Selain itu, GP Ansor juga telah membentuk tim bantuan hukum untuk menghadapi gugatan kepada Mustolih.

Sekretaris Jenderal GP Ansor, Adung Abdul Rohman mengatakan, GP Ansor mendukung dan akan terus mengawal Mustolih.

“GP Ansor mendukung Mustolih karena dia adalah warga negara yang menuntut haknya,” ungkap Adung. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Rabu 8 Maret 2017 19:38 WIB
PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an
PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tugas umat Islam tidak hanya beribadah wajib seperti shalat lima waktu, tapi lebih dari itu, Islam memerintahkan umatnya untuk membangun dan mencitakan masyarakat yang sehat dan bebas dari kemiskinan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah menyatakan hal itu pada diskusi yang diselenggarakan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan nahdlatul Ulama , dan Johnsin & Johnson Indonesia di gedung PBNU, Jakara, pada Rabu siang (8/3).

Kiai lulusan Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut, mengatakan hal itu berdasarakan firman Allah dalam Al-Qur’an berbunyi demikian:

 لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.”

“Percuma kamu berorginisasi, percuma kamu rapat paripurna, tidak ada baiknya, kecuali agendanya tiga, shadaqotin, mengupayakan pengentasan kemiskinan. DPR berbobot kalau bicaranya masalah itu. Kedua, ma’rufin, hal-hal yang positif. Yang ketiga, ishlahin bainan nas, membangun bagaimana masyarakat sehat,” demikian terjemah Kiai Said. 

Jadi, lanjut kiai asal Kempek, Cirebon, Jawa Barat, itu, Islam itu bukan hanya mengucapkan Allahu akbar, melainkan peduli kesehatan, peduli fakir miskin, dan bencana, serta peduli banjir.

“Al-Qur’an memberikan petunjuk kepada kita bahwa ishlahin bainan nas, membangun masyarakat sehat, itu ajaran dan perintah Islam.” 

Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) yang dipimpin Arifin Panogoro yang bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dalam membasmi penyakit tuberkulosis, menurut Kiai Said, sedang menjalankan syiar dan perintah Islam. (Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG