IMG-LOGO
Nasional

Tahun Ini, Habib Luthfi Peringati Maulid Nabi Muhammad Hingga 101 Kali

Senin 13 Maret 2017 3:4 WIB
Bagikan:
Tahun Ini, Habib Luthfi Peringati Maulid Nabi Muhammad Hingga 101 Kali
Peringatan Maulid Nabi yang digelar Habib Luthfi dihadiri Presiden Joko Widodo

Pekalongan, NU Online
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang selalu diperingati umat Islam biasanya dilaksanakan di sekitar bulan Rabiul Awal dan Rabiul  Akhir. Jarang sekali kita temui selain di dua bulan itu. Akan tetapi tidak demikian yang dilakukan Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfy bin Yahya yang tinggal di Kota Pekalongan.

Meski saat ini telah berada di bulan keenam tahun Hijriyah yakni bulan Jumadil Akhir 1437 H, gaung peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW terus bergema. Paling tidak ada 101 tempat yang menyebar ke berbagai daerah hingga bulan Dzulqa’dah.

Peringatan Maulid yang dimulai sejak tanggal 8 Januari 2017 di Kanzus Sholawat Pekalongan akan berakhir tanggal 13 Agustus di depan Mapolsek Bandar Kabupaten Pekalongan. Jadwal rangkaian kegiatan peringatan maulid sebagaimana yang dirilis Pengurus Kanzus Sholawat tidak saja menyebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah saja, akan tetapi juga ada di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten hingga luar Pulau Jawa yakni Bangka Belitung.

Rangkaian kegiatan peringatan maulid sebagaimana yang disampaikan Habib Luthfy bin Yahya ada bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Meski bulan Rabiul Awwal atau Maulud sudah lewat, kita tidak boleh berhenti mensyukuri atas kelahiran baginda nabi.

"Adalah salah jika kita beranggapan bahwa memperingati kelahiran nabi junjungan umat Islam hanya di bulan maulid, mestinya di sepanjang waktu kita selalu memperingati hari kelahiran nabi akhir zaman," ujar Habib Luthfy.

Dikatakan, peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan kapan saja. Oleh karena itu, atas permintaan dari berbagai pihak, ujar Habib, dirinya menyempatkan diri hadir di gelaran peringatan Maulid Nabi dari berbagai daerah dengan waktu yang berbeda.

Dari jadwal rangkaian kegiatan maulid, ada permintaan atas nama pribadi, jama’ah atau kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan di lingkungan NU seperti IPNU IPPNU dan GP Ansor, TNI dan Polri. Kemudian Pemerintah daerah, pondok pesantren  hingga kalangan kampus seperti UIN Walisongo dan Unnes Semarang.

Sekretaris Kanzus Sholawat Taufiqur Rohman kepada NU Online mengatakan, hingga saat ini jadwal rangkaian sudah terdaftar ada 101 tempat. Bahkan pihaknya telah melakukan revisi sebanyak 5 kali, mengingat banyaknya usulan kegiatan baru masuk dan dimasukkan agenda rangkaian kegiatan maulid dengan harapan bisa dihadiri Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya.

Menurut Habib Luthfy,  inti dari peringatan dan pembacaan Maulid Nabi SAW adalah syukur kita terhadap Allah Ta’ala karena Allah telah mengutus Nabi Muhammad SAW dan kita termasuk ke dalam umatnya.

“Peringatan dan pembacaan maulid Nabi SAW juga merupakan ungkapan rasa terima kasih kita kepadanya agar kita mencintai Rasul SAW. Kita iman dan Islam karena kita mengenal Nabi Muhammad SAW. Sehingga, oleh karena bersyukur itu diwajibkan, maka membaca maulid Nabi Saw. Itu pun menjadi wajib.” (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Senin 13 Maret 2017 22:18 WIB
Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali
Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali
Jakarta, NU Online
Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi sudah terkendali dan semakin baik dibandingkan beberapa hari terakhir, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi.

"Terkendali, kondisi Pak Hasyim membaik," kata Baidlowi di Jakarta, Senin.

Masduki sendiri sudah membesuk Hasyim yang saat ini masih dirawat di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Dia mengatakan sejumlah pejabat juga sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Di antara para tokoh itu seperti Menteri Sosial Khofifiah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta tokoh lainnya.

Masduki mengatakan Hasyim saat ini belum dapat berbicara seperti keadaan normal karena masih dipasangi alat bantu kesehatan.

Tokoh senior NU tersebut, kata dia, hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan tangan. Tim medis rumah sakit menginstruksikan agar Hasyim tidak banyak berbicara demi proses penyembuhan.

"Tangan kanan menggunakan infus, mulut ditutup. Beberapa alat bantu dipakai untuk memberi pasokan udara ke dada. Maka, beliau tidak boleh banyak berbicara," kata dia.

Menurut Masduki, Hasyim awalnya enggan dirawat di rumah sakit. Namun seiring desakan keluarga dan kondisi kesehatan yang memburuk membuatnya harus rawat inap.

"Harapannya agar segera sehat kembali," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)
Senin 13 Maret 2017 21:23 WIB
LDNU Bimbing Aktivis Lingkungan Hidup Jadi Mualaf
LDNU Bimbing Aktivis Lingkungan Hidup Jadi Mualaf
Dini Setyorini (depan).
Jakarta, NU Online
Salah seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Bidang Lingkungan Dini Setyorini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ia dibimbing Wakil Bendahara Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kiai Moh. Shodiq untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor LDNU, lantai 6 Gedung PBNU, Jakarta, Senin (13/3) .

Dini Setyorini menceritakan, keluarga almarhumah ibunya semuanya beragama Islam. Sejak kecil, ia sering ikut shalat bersama saudara-saudaranya yang beragama Islam meski ia tidak mengerti apa yang dibaca. 

“Sejak kecil sudah mengenal Islam. Sejak kecil juga sering ikutan salat. Gak tau sih bacanya apa, artinya apa,” kata Dini. 

Ia mengaku masuk Islam atas kehendak sendiri dan tidak ada paksaan dari siapapun. 

“Keluarga saya semua Katolik. Bapak, ibu, dan saudara-saudara saya, hanya keluarga nenek saya saja yang muslim. Karena sering pulang kampung saat lebaran (dengan saudara-saudara muslim di kampung) jadi terbiasa, ” jelasnya.

Perempuan lulusan Universitas Persada Indonesia YAI ini mengaku tertarik masuk Islam sejak tiga tahun yang lalu. Sejak itu, ia mulai mencari tahu tentang Islam. 

Ia merasa lega setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia berharap bisa belajar Islam dengan lebih baik lagi. 

“Yang saya tahu Islam itu baik. Semoga saya menjadi muslimah yang baik,” harapnya.

Sementara itu, Kiai Moch Shodiq berharap saudari Dini Setyorini bisa mengkampanyekan wajah Islam yang damai dan toleran.  

Dini, lanjut Kiai Shodiq, memeluk Islam setelah melakukan dialog panjang dengan teman-teman aktivisnya. Menurutnya, Dini semakin mantap memeluk Islam karena di dalam Islam semuanya diatur, termasuk di bidang lingkungan hidup seperti perburuan dan penyembelihan hewan. 

“Sampai tata cara penyembelihan dengan pisau yang sangat tajam biar tidak sakit. Termasuk hewan lain tidak boleh melihat hewan yang akan disembelih, termasuk juga terhadap lingkungan, tumbuh-tumbuhan. Itu semuanya diatur (di dalam Islam),” jelasnya.

Kiai Shodiq berharap Dini bisa menjadi muslimah yang sempurna, yaitu mengamalkan seluruh ajaran Islam. Sebagai seorang aktivis lingkungan yang berinteraksi dengan aktivis lingkungan internasional, Kiai Shodiq berharap kepada Dini agar bisa menampilkan wajah Islam yang sejuk. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)
Senin 13 Maret 2017 21:0 WIB
Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos
Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos
Jakarta, NU Online
Manager Public Policy Twitter Indonesia Agung Yudhawiranata meminta kepada pengguna media sosial (netizen) untuk bijak dalam menggunakannya, yaitu supaya bisa dijadikan alat sillaturrahmi, dan agar tidak merugikan diri sendiri.

“Jangan sampai perilaku di sosial media itu jadi menghilangkan silaturahmi di dunia nyata,” kata Agung pada acara hari lahir (Harlah) ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3).

Pria berambut gondrong dan berkacamata ini juga mengatakan, agar pengguna media sosial tidak mudah tersinggung. 

“(Pengguna) sosial media jangan baperan, jangan di bawa pake perasaan. Itu penting!,” tegasnya.

Karena kalau mudah tersinggung dalam ber-sosial media, lanjutnya, nanti bisa merusak hubungan silaturrahmi yang hal tersebut bukan manfaat dari sosial media. “Karena sebetulnya, manfaatnya untuk menambah silaturrahmi, bukan untuk megurangi silaturahmi,” jelasnya

Agung juga meminta kepada pengguna twitter untuk jangan ragu bilamana ada yang mengancam dengan kekerasan, bahkan pembunuhan. “Jangan ragu-ragu untuk nglaporin! Lapor ke kita atau ke polisi,” ujarnya

Saat salah satu peserta bertanya tentang akun-akun yang suak menebar kebencian. Ia menanggapi dengan memberikan langkah-langkah alternatif. 

“Kita bisa memilih untuk nglaporin, boleh. Memilih untuk mencuekin saja, boleh,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG