IMG-LOGO
Nasional

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Kamis 16 Maret 2017 17:38 WIB
Bagikan:
Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon
Rembang, NU Online
Di kalangan Nahdlatul Ulama berlaku pameo, jika tidak ada guyonan atau ledekan, maka itu bukan pertemuannya NU. Demikiian lekat pameo itu melekat NU, sehingga bisa dipastikan setiap ada pertemuan ulama atau para kiai NU, pasti ada humor segar yang terlontar. Spontan dan tentu saja menggelikan. 

Seperti terjadi di acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Kamis (16/3. Meski masalah yang dibahas para kiai khos (kiai sepuh) NU adalah masalah genting negara dan bangsa, tetap saja terjadi ger-geran karena adanya guyonan yang dilontarkan. 

Bahkan guyonan itu juga terjadi ketika pembacaan naskah deklarasi hasil pertemuan yang dinamai Risalah Sarang. Di penghujung acara, ketika para kiai mendapuk Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri untuk membacakan naskah risalah, mantan Rais Am PBNU yang biasa dipanggil Gus Mus ini pun membacakan naskah dengan gaya pidatonya yang puitis. 

Dengan nada sastra yang tartil, ia membacakan mukaddimah yang berisi ayat ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian ayat yang dikutip dari naskah Muqoddimah Qonun Asasi NU yang disusun Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, dibacakan Gus Mus dengan penuh khidmat. Hadirin dan para wartawan pun seksama mendengarkan, seraya merekam suara atau merekam video dengan kamera profesional atau smarthphone masing masing. 

Tiba tiba, pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin ini nyeletuk: "WAH, di sini gak ada Al Maidah ini...."

Spontan hadirin pun tertawa; "Gerrr... Hahahaa...."

Beberapa orang di barisan belakang menyeletuk: Wah, ini menohok ini... Hehehe....

Dan Gus Mus pun melanjutkan membaca poin-poin naskah risalah itu sambil sesekali melontarkan canda. Seperti ketika membacakan tentang komitmen terhadap NKRI, kiai yang pandai bersyair ini mencandai tuan rumah, Kiai Maimun Zubair. 

Mbah Maimun itu suka menyebut saya orang NU nomor satu. Karena saya dinilai selalu menomorsatukan NU. Sedangkan bagi beliau, nomor satu itu Garuda Pancasila, nomor dua baru NU. Tapi saya kan selalu bilang bahwa NU itu selalu ada dan selalu berada di depan untuk NKRI. Jadi tetap saja Republik Indonesia adalah nomor satu. 

"Gerrrr..." lagi lagi hadirin tertawa. Mbah Maimun yang persis berada di sampingnya ikut terkekeh meski tak sampai bersuara. 

Wah...mbulet tenan iki, sahut seorang peserta Silatnas. (Ichwan/Abdullah Alawi)


Bagikan:
Kamis 16 Maret 2017 21:13 WIB
Wapres JK Sebut Peran Mendunia KH Hasyim Muzadi untuk Bangsa
Wapres JK Sebut Peran Mendunia KH Hasyim Muzadi untuk Bangsa
Depok, NU Online
Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla didaulat menjadi Inspektur Upacara dalam proses pemakaman KH Ahmad Hasyim Muzadi, Kamis (16/3) di Komplek Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat. Pemakaman tersebut dilakukan sekitar pukul 17.05 WIB.

Dalam sambutan singkatnya, pria yang akrab disapa Pak JK itu memberikan sambutan singkatnya sebelum proses penguburan dimulai. Ia mengakui peran Kiai Hasyim di dunia internasional dengan menghadirkan pemahaman Islam rahmatan lil alamin.

“Perannya yang mendunia turut memperkuat posisi bangsa dan negara Indonesia,” ujar JK yang mewakili Presiden Jokowi.

Ia berharap, semoga seluruh amal Kiai Hasyim diterima di sisi Allah SWT sekaligus menjadi suri tauladan yang baik sebagai yang patut diteruskan oleh generasi bangsa yang lain.

“Atas nama negara, kami persembahkan penghormatan akhir secara kenegaraan untuk KH Ahmad Hasyim Muzadi sebagai salah satu Wantimpres RI,” tuturnya.

Ribuan pelayat dari berbagai elemen memenuhi pelataran Pesantren Al-Hikam Depok untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua Umum PBNU 1999-2009 itu. 

Jenazah Kiai Hasyim yang tertutup Bendera merah Putih itu dishalatkan sekitar pukul 16.45 WIB. Selang beberapa menit, jenazah dibawa sejumlah personel militer ke tempat pemakaman di samping kanan Sekolah Tinggi Kuliyyatul Quran (STKQ) PP Al-Hikam Depok.

Proses pemakaman dihadiri oleh para kiai, aktivis pemuda, para pejabat tinggi negara, dan para Menteri Kabinet Kerja. Karangan bunga yang datang dari berbagai kalangan terlihat memenuhi jalan-jalan sekitar Pesantren Al-Hikam Depok. (Fathoni)

Kamis 16 Maret 2017 20:17 WIB
Kiai Said Pimpin Tahlil di Makam Kiai Hasyim Muzadi
Kiai Said Pimpin Tahlil di Makam Kiai Hasyim Muzadi
Depok, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengekspresikan rasa dukanya atas kepergian KH Ahmad Hasyim Muzadi dengan berziarah langsung ke makam mantan ketum PBNU itu di kompleks Pondok Pesantren al-Hikam Depok, Jawa Barat, Kamis (16/3) petang.

Ia yang datang bersama pengurus lain, di antaranya Sekjen PBNU H Helmy Faishal dan Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, memimpin pembacaan tahlil dan doa yang diikuti para santri dan peziarah lainnya.

Sebelumnya, prosesi pemakaman Kiai Hasyim digelar secara militer dengan inspektur upacara Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kiai Said tak sempat mengikuti upacara pemakaman lantaran di saat yang bersamaan PBNU menyelenggarakan Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Kiai Said, Nahdliyin patut merasa sangat kehilangan ulama yang ia sebut sebagai sosok panutan itu. Ia mengatakan, dedikasi Kiai Hasyim untuk Nahdlatul Ulama sangat luar biasa dan tidak pernah surut. Kiai Hasyim merupakan tokoh NU, yang berkhidmah sejak dari tingkat ranting hingga pengurus besar.

“Saya sepuluh tahun mendampingi beliau, ketika berkhidmat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” imbuh Kiai Said.

Jenazah Kiai Hasyim disemayamkan sekitar pukul empat sore setelah dishalatkan puluhan kali di Malang lalu dilanjutkan di Depok. Wapres Jusuf Kalla bersaksi bahwa almarhum merupakan tokoh yang sungguh-sungguh dalam mendarmabaktikan dirinya untuk bangsa dan negara. (Mahbib)

Kamis 16 Maret 2017 20:3 WIB
KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok
KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok
Depok, NU Online
Sosok KH Hasyim Muzadi meninggalkan kesan mendalam bagi Dewi, Rumiyati, dan Khadijah. Ketiga perempuan yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren Al Hikam Depok itu masing-masing membagikan kesan mereka kepada NU Online, Kamis (26/3).

Bagi Khadijah, yang paling mengesankan dari sosok KH Hasyim Muzadi adalah karena seringnya almarhum memberikan solusi atas persoalan jamaah dan warga melalui ceramah-ceramahnya. "Ceramahnya bikin hati adem," ungkap perempuan 56 tahun yang datang melayat bakda dzuhur hari ini.

Adapun menurut Rumyati, KH Hasyim Muzadi adalah sosok yang ramah kepada semua orang dan dekat dengan anak-anak. "Makanya anak saya juga ikut ngaji di sini (Al-Hikam). Setiap hari ngajinya di sini," tutur Rumyati.

Ada nasihat yang selalu diingat oleh Rumyati. Pesan itu adalah bahwa menuntut ilmu agama jangan berhenti walaupun usia sudah tua. "Kalau mengaji, walaupun sudah dewasa jangan dilupakan. Itu yang paling saya ingat," cerita Rumyati.

Sementara Dewi, sosok almarhum dinilai sebagai orang yang baik dan penyantun. "Kiai, terutama kalau lebaran, sering membagikan sembako bagi warga sekitar yang memerlukan," kata perempuan yang sering ikut salat dan mengaji di Masjid Al Hikam.

Bukan hanya ketiga perempuan warga sekitar Al Hikam yang terkesan dengan almarhum. Banyak tokoh dan masyarakat yang juga amat kehilangan. Hingga berita ini ditulis para pelayat terus berdatangan ke Pondok Pesantren Al Hikam Depok. Sementara langit Depok juga terlihat mendung. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG