IMG-LOGO
Daerah

Kiai Chalwani Ingatkan Nahdliyin tentang Amalan Bulan Rajab

Selasa 28 Maret 2017 16:1 WIB
Bagikan:
Kiai Chalwani Ingatkan Nahdliyin tentang Amalan Bulan Rajab
KH Achmad Chalwani (tengah)
Purworejo, NU Online
Rajab adalah bulan ketujuh pada kalender Hijriyah. Selain ada momentum peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, di bulan ini juga memiliki banyak keutamaan.

Pengasuh Pesantren An-Nawawi Purworejo KH Achmad Chalwani mengingatkan kembali keutamaan bulan Rajab kepada NU Online, Senin (27/3).

"Besok malam, (malam Rabu Pon) tanggal 1 Rajab/28 Maret 2017, jangan lupa untuk memperbanyak dzikir dan baqiyatus sholihat," (amalan-amalan yang kekal lagi salih, seperti membaca tahlil, tashbih, hauqalah, dll. - red) tulis Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Ia juga mengungkapkan keutamaan puasa sunah di bulan Rajab jika dilaksanakan kaum muslimin. 

"Pertama, puasa tanggal 1 Rajab, melebur dosa selama tiga tahun; kedua, puasa tanggal 2 Rajab, melebur dosa dua tahun; ketiga, puasa tanggal 3 Rajab, melebur dosa selama satu tahun, dan; keempat, puasa satu hari di bulan Rajab selain tgl 1,2,3, melebur dosa selama satu bulan," tulis Mursyid Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah, Berjan, Purworejo.

Kiai Chalwani berharap, kepada segenap alumni khususnya dan kaum muslimin umumnya, untuk saling mengingatkan dan menyebarkan kebaikan, khususnya  amalan-amalan dalam Islam. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Selasa 28 Maret 2017 23:33 WIB
Sebelum UN, LDNU Minta Siswa Mohon Doa Restu ke Orang Tua
Sebelum UN, LDNU Minta Siswa Mohon Doa Restu ke Orang Tua
Pekalongan, NU Online
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Pekalongan Hasyim Basyaeban meminta kepada siswa siswi yang akan menempuh ujian nasional terebih dahulu untuk memohon doa dan restu kepada kedua orang tua masing-masing. Pasalnya, ridlo dari kedua orang tua sangat penting tidak saja dalam menghadapi ujian nasional, tetapi juga dalam menghadapi ujian kehidupan.

“Ridlo dan doa restu dari kedua orang tua sangat penting dalam menghadapi ujian yang sebentar lagi akan dijalani oleh siswa siswi kelas XII,” ujarnya.

Hal tersebut dikatakan di hadapan ribuan siswa siswi yang hadir di acara gelar doa bersama yang dihelat Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (PC IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kota Pekalongan, Sabtu (25/3) di Masjid Agung A Jami’ Kota Pekalongan.

Dikatakan Hasyim, siswa siswi yang akan menghadapi ujian baik untuk kelas IX dan kelas XII harus yakin dan optimis mampu menjalani dan mengerjakan soal soal ujian. Pasalnya, apa yang akan diujikan merupakan materi dan soal soal yang selama ini telah dipelajari setiap saat baik di sekolah maupun di rumah. 

Tentu saja, ujar Hasyim, kami selaku orang tua dan seluruh jajaran Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan akan mendorong melalui doa doa yang mustajabah agar anak anak yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU sukses semua, sukses menempuh ujian nasional dan sukses menjalani kehidupan.

Ketua PC IPNU Kota Pekalongan Muhammad Saifullah kepada NU Online mengatakan, salah satu program PC IPNU IPPNU Kota Pekalongan adalah bersinergi dengan sekolah sekolah terutama di bawah naungan LP Ma’arif NU yakni untuk mendirikan Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU di sekolah- sekolah.

Dikatakan, doa bersama sukses ujian nasional merupakan salah satu program yang dilaksanakan IPNU IPPNU secara rutin setiap jelang ujian. Gelar kegiatan ini sebagai upaya untuk memantabkan diri agar ujian nasional dapat dilakui dengan baik dan lancar dengan menghadirikan jajaran Syuriyah PCNU Kota Pekalongan. 

Menurut Saifullah, kegiatan doa jelang ujian di samping mengajak para siswa untuk optimis sukses menjalani ujian nasional, juga sekaligus untuk mempernalkan kepada siswa tentang IPNU dan IPPNU di kalangan siswa, khususnya kepada sekolah yang belum ada komisariat IPNU IPPNU.

Hadir dalam acara gelar doa, Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH Zaenuri Zainal Mustofa, jajaran PCNU Kota Pekalongan, Ketua PC LP Ma’arif, Pengurus IPNU dan IPPNU se Kota Pekalongan. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Selasa 28 Maret 2017 23:1 WIB
Anak, Buah Hati yang Harus Dilindungi
Anak, Buah Hati yang Harus Dilindungi
Para narasumber dan jajaan tim gelatik Bulakamba
Brebes, NU Online
Kapolsek Bulakamba Kabupaten Brebes AKP Hartini menekankan pentingnya perhatian dan perlindungan terhadap anak. Meski demikian, masyarakat jangan jangan terlalu berlebihan menyikapi isu-isu terkait kekerasan dan penculikan anak. Berhamburnya berita hoax tentang penculikan anak, perlu di cek kebenarannya dan jika ada kejadian seperti itu, harus segera dilaporkan kepada yang berwajib.

Imbauan tersebut disampaikan Hartini di hadapan ratusan Fatayat NU Bulakamba yang mengikuti Pelatihan Gerakan Perlindungan Anak Indonesia dari Tindak Kekerasan (Gelatik), di aula Balai Desa Grinting Bulakamba, Ahad (26/3).

Masyarakat jangan mudah terprovokasi isu penculikan, apalagi sampai main hakim sendiri. Ketika ada sesuatu hal mencurigakan, koordinasikan dengan pihak berwajib,” ujar Harti.

Kepada anggota Fatayat, dia menyarankan agar tidak ikut-ikutan menyebarkan berita-berita "hoax" yang sumbernya tidak jelas. “Manfaatkan saja gajet kita untuk nge-share pengajian dan hal hal baik lainnya yang tentunya bisa menambah ilmu pengetahuan dan keimanan serta ketakwaan,” pesannnya.

Ketua PAC Fatayat NU Bulakamba Hj Eva Trisnawati mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan membangun gerakan nasional dari pusat hingga tingkat desa dalam menanggulangi tindak kekerasan pada anak. “Training Gelatik, akan mewadahi partisipasi Fatayat NU terhadap pemerintah dalam penanggulangan kekerasan terhadap anak,” ujar Eva. 

Senada, Kasi Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes Nakhiroh SKM mengapresiasi kiprah Fatayat NU Kecamatan Bulakamba untuk melatih para kadernya. Pasalnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah menjadi isu internasional dan setiap kekerasan yang terjadi di Indonesia maupun daerah, rata-rata korbannya perempuan dan anak. 

Lewat kegiatan, menjadi bagian dari upaya pencegahan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Karena di dalamnya ada sharing informasi kepada para pegiat sosial yang selanjutnya bisa membantu untuk mempromosikan kepada akar rumput. 

Selanjutnya, Nakhiroh berpesan agar para kader mengenali jenis-jenis kekerasan dan bisa melaporkan kalau ada kekerasan terhadap perempuan dan anak ke pelayanan perlindungan perempuan dan anak. “Jangan cuma jadi pelapor, namun juga pelopor,” tandasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Selasa 28 Maret 2017 21:2 WIB
Prestasi Olahraga dan Seni Angkat Citra Madrasah
Prestasi Olahraga dan Seni Angkat Citra Madrasah
KKM Bangbayang dengan bangga mengangkat piala kejuaraan
Brebes, NU Online
Madrasah yang diidentik dengan aktivitas keagamaan, bisa ditepis dengan menonjolkan kegiatan olahraga dan seni. Sehingga prestasi di kedua bidang tersebut, akan mengangkat citra madrasah di mata masyarakat dan sekolah pada umumnya. 

“Capailah prestasi yang terbaik tidak hanya dibidang agama, tetapi juga bidang olah raga dan seni,” tutur Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes H Moh Aqso saat membuka ajang kompetesi seni dan olahraga (Aksioma) tingkat MTs se Kabupaten Brebes di MTs Negeri Model Brebes, Sabtu (27/3) lalu.

Menurut Aqso, mutu dan daya saing pendidikan madrasah perlu dioptimalkan dengan ditopang dari prestasi peserta didik maupun madrasah yang bersangkutan. Siswa harus diberi ruang gerak kreativitas dan aktivitas positif sehingga bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minatnya. “Santri juga bisa berolahraga dan berkesenian dengan matang,” tuturnya.

Madrasah, lanjutnya, harus menjadi pusat pengembangan rohani, jasmani, skill dan intelektualitas. Tentu saja, kualitas siswa MTs akan lebih meningkat bila pengembangan empat pilar tersebut bisa diujudkan di masing-masing madrasah. “Mari bergerak, jangan bertopang dagu untuk mewujudkannya,” ajak Aqso. 

Korwil Bangbayang Jawara Aksioma
Ketua Panitia Penyelenggara Maspau MPd menjelaskan, Kordinator wilayah (korwil) Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Bangbayang berhasil menjadi juara umum dalam Aksioma 2017. Bangbayang berhasil mendulang 6 emas, 4 perak dan 4 perunggu dari 51 medali yang diperebutkan. 

Maspau merinci, KKM Bangbayang mendapatkan 6 emas dari cabang pidato bahasa Arab putra (pa), Kaligarafi (pa), MTQ (pa), Tenis meja (pa), dan Bola volley (pa,pi). Untuk 4 perak dari cabang Kaligrafi putri (pi), MTQ (pi), Hadroh (pi), dan bulutangkis (pi). Kemudian untuk 4 perunggu didapat dari cabang Pidato bahasa Arab (pi), Tahfidz (pa, pi), dan hadroh (pa)

Sementara untuk juara 2 Korwil Ketanggungan dengan 4 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Sedang juara 3 korwil Brebes dengan 3 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

Aksioma yang mengusung tema sehat, unggul dan berdaya saing global tersebut mempertandingkan cabang olahraga Bulu Tangkis, Bola Volley, Tenis Meja dan Futsal. Cabang seni meliputi MTQ, Pidato Bahasa Arab, Kaligrafi, Tahfidz dan Hadroh. Mereka berlaga secara tersebar di MTs N Brebes, Gedung Batminton 33 dan Futsal Adaba Pasarbatang.

Para juara pertama, lanjutnya, akan dikirim pada lomba yang sama di tingkat provinsi Jawa Tengah pada bulan Juli, dan tingkat Nasional pada Agustus di Jogjakarta. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG