IMG-LOGO
Nasional

ASBIHU Buka Paket Umrah Murah di Bulan April Ini

Rabu 5 April 2017 1:1 WIB
Bagikan:
ASBIHU Buka Paket Umrah Murah di Bulan April Ini
Jakarta, NU Online
Masyarakat yang berniat menjalankan ibadah umrah pada bulan April ini bisa menarik nafas lega. Pasalnya ASBIHU Tour and Travel memiliki program khusus “Umrah Murah Bersama ASBIHU”. 

Wakil Sekretaris Jenderal ASBIHU NU, Nashir Maqsudi mengungkapkan, paket biaya murah yang disediakan ASBIHU dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya, namun sekaligus memiliki keinginan yang kuat untuk menjalankan ibadah umrah.

“ASBIHU ingin memberikan keringanan biaya perjalanan umrah di bulan April ini. Jadi masyarakat bisa melaksanakan ibadah umrah dengan nyaman, tetapi dengan biaya yang sangat terjangkau,” kata Nashir di Jakarta, Selasa (4/4).

Pemberangkatan “Umrah Murah Bersama ASBIHU” dijadwalkan pada akhir April 2017.  Tersedia dua paket yang dapat dipilih oleh calon jamaah. Paket pertama dengan biaya Rp18.750.000 untuk umrah 9 hari. Dan paket kedua dengan biaya Rp21.000.000 untuk umrah 12 hari. 

Harga tersebut terhitung jauh lebih murah dibandingkan biaya umrah reguler. Walaupun dengan biaya lebih murah, kenyamanan bagi jamaah sama dengan ketika jamaah mengambil paket regular. 

Masyarakat yang berminat melakukan ibadah umrah dengan harga promo di atas dapat mendaftarkan secara langsung ke kantor PT Al Anshar Asbihutama Sejahtera, di Jalan Basuki Rahmat No 12 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Dapat pula menghubungi Hj Silvia Wulan Sari di nomor kontak 0812-9919-465. (Kendi Setiawan/Zunus)
Bagikan:
Rabu 5 April 2017 21:1 WIB
Pesantren Tebuireng Berdiri di Ambon
Pesantren Tebuireng Berdiri di Ambon
Jombang, NU Online
Pesantren Tebuireng kini juga berdiri di Ambon, tepatnya di Batumerah, Ambon, Maluku. Rabu (5/ 4) pesantren diresmikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid yang merupakan adik Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Sholah mengapresiasi warga Maluku sebagai masyarakat yang mengalami dan menjiwai makna penting persaudaraan dalam perbedaan.

Menurut Gus Sholah, saat ini masyarakat sudah capek dan sadar, apapun alasannya, tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari sebuah konflik. Tingkat kerukunan di Maluku juga dinilai semakin membaik, setelah terlepas dari belenggu konflik bernuansa SARA belasan tahun silam.

"Mestinya Maluku sudah bisa jadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia," katanya saat pertemuan dengan para tokoh agama dan peresmian berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Ambon di Batumerah, Ambon.  

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Maluku Said Assagaf dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad itu, Gus Sholah berharap para pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat menjaga kondusivitas yang sudah berjalan baik. 

"Fenomena pilkada DKI harus disikapi dengan bijak, sebagai sebuah pendidikan politik yang mencerahkan. Bukan sebaliknya, malah larut dan ikut-ikutan mengadopsi pola-pola perilaku politik yang tidak baik," pesan salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini.

Dalam pidatonya, Gus Sholah menuturkan bahwa umat Islam memiliki kontribusi yang besar dan signifikan dalam proses tegak dan berdirinya NKRI pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. "Pesantren dengan madrasahnya, sangat besar perannya meski tidak mendapatkan bantuan dari negara," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Sholah juga mengkritik belum diterapkannya Pancasila secara penuh dalam kehidupan bernegara. "Kelima sila Pancasila memang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh negara, terutama sila kedua dan kelima tentang keadilan sosial, dengan sila ketiga sebagai resultannya," tutur mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini.

Dengan berdirinya pesantren di Ambon ini, Pesantren Tebuireng telah memiliki 11 cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Utara.

Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng Kusnadi menuturkan, inisiator pendirian Pesantren Tebuireng Cabang Ambon ini adalah mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku HM. Attamimy. 

Pria yang sekarang menjadi guru besar IAIN Ambon ini mendapatkan wakaf tanah seluas 2.500 meter persegi dari mantan hakim PTUN Ambon bernama Umar. Oleh Attamimy, amanah tersebut disampaikan kepada Gus Sholah. 

"Dan Kiai Salahuddin berkenan menerima wakaf tanah ini untuk pendirian cabang Pesantren Tebuireng ke-11," bebernya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Rabu 5 April 2017 17:1 WIB
Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara
Rakernas 3 KMNU Bahas Peran Strategis dalam Kampanye Islam Nusantara
Bantul, NU Online
Ahad (2/4) lalu menjadi pagi yang tidak biasa di Aula Pondok Pesantren Al-Mahalli, Brajan, Bantul. Sekitar pukul 06.30 WIB ruangan telah penuh oleh para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU). 

Hari terakhir dari serangkaian kegiatan Rakernas ke-3 KMNU pagi itu diisi dengan kegiatan diskusi yang bertajuk “Peran Strategis KMNU dalam Mengampanyekan Islam Nusantara”.

Para peserta nampak antusias dalam mengikuti diskusi meskipun sehari sebelumnya kegiatan berlangsung hingga tengah malam. Diskusi pagi itu juga menghadirkan narasumber seorang mahasiswa University College London, Irfan L. Sarhindi yang mengangkat Islam Nusantara dalam tesisnya.

Irfan menjelaskan, sebenarnya Islam Nusantara merupakan ide lama yang menurut Historical Narrative telah dibawa sejak masa Walisongo dan para Ulama Indonesia yang mengajar di Makkah pada abad 17-an. Adanya ide ini di masa lalu juga berhasil mengakomodir proses akulturasi budaya dan islam di Indonesia, sehingga islam bisa diterima oleh masyarakat.

Meski demikian, nama Islam Nusantara baru dimunculkan belakangan ini oleh Nahdlatul Ulama setelah merasakan semakin masifnya gerakan golongan radikal di Indonesia. Terutama melalui kampus-kampus sekuler dan media massa dengan membawa kemasan yang cukup menarik masyarakat yaitu purifikasi Islam. 

“Menjadikan Islam sebagai ekspresi simbol bersifat formal terutama yang terlihat kearab-araban,” tukas Irfan.

Sayangnya, masih banyak yang menolak Islam Nusantara dengan anggapan adanya pengotak-kotakan Islam. Terutama oleh berbagai pihak yang masih mempertanyakan kata ‘Nusantara’ yang berada dibelakang kata ‘Islam’. 

“Padahal sebenarnya Nusantara merupakan pemaknaan dari Islam yang hidup dan berkembang, baik secara kultural maupun geografis di Indonesia. Islam yang selama ini dijalankan dan diterima oleh muslim Indonesia,” jelasnya.

Menurut Irfan, KMNU yang mayoritas berasal dari mahasiswa perguruan tinggi umum harus menjadi penyeimbang dan meningkatkan militansi dalam menangkal gerakan islam radikal. Dengan ikut serta dalam mengampanyekan Islam Nusantara baik dalam lingkungan kampus maupun masyarakat luas melalui pengoptimalan media sosial.

“Sebenarnya manusia ada di dunia itu karena sebuah alasan serta membawa satu misi. Kehidupan kita saat ini adalah proses untuk menemukan alasan dan mencapai misi tersebut. Semoga di sini adalah jalan kalian untuk mencapai misi itu,” kata Irfan sebagai penutup diskusi. (Nabila/Fathoni)

Rabu 5 April 2017 16:1 WIB
Mensos Ajak Miss Universe Suarakan Pengentasan Kemiskinan ke Level Dunia
Mensos Ajak Miss Universe Suarakan Pengentasan Kemiskinan ke Level Dunia
Jakarta, NU Online
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa tak henti-hentinya menggerakkan program pengentasan kemiskinan untuk masyarakat Indonesia. Kali ini ia mengajak Miss Universe 2016 Iris Mittenaere untuk menyaksikan penyerahan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Non-Tunai (BPNT) akhir Maret 2017 lalu di Radio Dalam Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah yang juga didampingi Putri Indonesia 2016 Kezia Waraouw mengajak kepada ratu kecantikan dunia asal Prancis tersebut untuk menyuarakan pengantasan kemiskinan hingga ke level global.

"Saya mengapresiasi Miss Universe Iris Mittenaere yang hari ini berada di tengah-tengah para ibu penerima manfaat PKH, karena kepeduliannya terhadap isu pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia," kata Mensos seperti dilansir Antara.

Conditional Cash Transfer (CCT) atau PKH merupakan langkah efektif dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Bank Dunia telah mengakuinya dan saat ini banyak pihak dari luar negeri yang datang ke Kemensos untuk belajar tentang PKH. 

Usai berdialog dengan ibu-ibu peserta PKH, Mensos mengajak Iris menyaksikan secara langsung proses transaksi penyaluran bansos bersama Direksi BNI dipandu oleh petugas BNI.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 179 Keluarga Penerima Manfaat hadir dari Kelurahan Gandaria Utara Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

"Saya sangat senang bisa bertemu ibu-ibu dan saya berharap semoga bantuan ini membawa kesejahteraan kepada Anda semua," tutur Iris dalam bahasa Prancis. 

Bantuan sosial PKH Non-Tunai di DKI Jakarta disalurkan kepada 53.124 KPM dengan jumlah bantuan sebanyak Rp100.404.360.000. Sementara BPNT disalurkan kepada 212.948 KPM dengan jumlah bantuan sebesar Rp281.091.360.000

PKH merupakan salah satu program untuk mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. PKH mempunyai keunggulan dilihat dari penetapan kriteria penerima yakni sembilan persen kelompok termiskin sehingga lebih tepat sasaran. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG