IMG-LOGO
Daerah

Muslimat Jombang Diberi Pengetahuan Perawatan Jenazah Berpenyakit Menular

Rabu 19 April 2017 0:22 WIB
Bagikan:
Muslimat Jombang Diberi Pengetahuan Perawatan Jenazah Berpenyakit Menular
Jombang, NU Online
Memperingati hari lahir yang ke-71 tahun, sejumlah kegiatan diselenggarakan PC Muslimat NU Jombang. Salah satunya adalah pelatihan pemulasaraan jenazah yang dilaksanakan di kantor setempat, jalan Juanda Selasa pagi (18/4). Kegiatan itu diikuti sejumlah peserta dengan sangat antusias.

"Pelatihan ini lebih ditekankan pada sisi kesehatan," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab. Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut mengemukakan bahwa akhir-akhir ini banyaknya penyakit menular seperti TBC, hepatitis, hingga HIV-AIDS, lanjutnya.

Terhadap jenazah yang mengidap penyakit yang masuk kategori berbahaya tersebut, maka pengetahuan dan keterampilan lebih harus dimiliki, termasuk kader Muslimat NU. "Perawatan jenazah para pengidap penyakit menular tentunya berbeda, sehingga perlu perlakuan khusus," kata perempuan yang juga Wakil Bupati Jombang ini.

"Tujuan pelatihan supaya peserta bisa mempraktikkan ilmu yang telah dikuasai ke lingkungan masing-masing," kata putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut. Jenazah yang mempunyai masalah kesehatan bisa tertangani dan perawatannya lebih manusiawi, sehingga tidak harus menunggu dari dinas kesehatan, lanjutnya.

Selaku penanggung jawab kegiatan, Ibu Hj Aisyah Muhammad mengemukakan bahwa pelatihan diikuti perwakilan 21 PAC dari bidang dakwah dan kesehatan. "Narasumber kami datangkan dari Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama Jombang," kata koordinator bidang kesehatan PC Muslimat NU Jombang tersebut. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 19 April 2017 21:5 WIB
Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral
Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral
Tegal, NU Online
Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menyebut madrasah diniyah sebagai benteng untuk mengatasi dekadensi moral yang semakin hari semakin menghawatirkan. Karena madrasah diniyah merupakan lembaga yang masih bisa dipercaya mendidik moral anak bangsa.

Hal itu dikatakan Umi Azizah saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Tegal di MDTA Islamiyah Desa Kabunan Kecamatan Dukuhwaru, Selasa (18/4) kemarin.

Selain MDT Islamiyah Kabunan, Wakil Bupati juga berkenan untuk mengunjungi MDT At-Taqwa Desa Slawi Kulon Kecamatan Slawi. Monitoring didampingi tim dari Kementerian Agama Kabupaten Tegal Haryono dan FKDT Kabupaten Tegal.

"Karena itu pendidikan di madrasah diniyah harus bisa berjalan secara optimal. Selain pemberian pelajaran secara teori, murid madrasah juga harus diberi contoh akhlak yang baik," ujar Umi.

Menurut Umi Azizah yang juga Ketua Muslimat NU Tegal, perkembangan teknologi memaksa anak-anak kecil umur usia SD sudah terbiasa memegang telepon genggam dengan fasilitas internet.

"Di samping kekhawatiran tidak bisa mengontrol akses internet, dikhawatirkan juga anak-anak menjadi sulit berkomunikasi dengan teman dan lingkungan sekitarnya," ungkap Umi.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa program 18-21 harus dikawal guna memberi kesempatan anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan orang tua.

"Mulai Pukul 18.00 s.d. 21.00 Wib, orang tua diharapkan mempunyai waktu untuk mendampingi anak-anak belajar dan bercengkerama dengan anggota keluarga," harap Umi.

Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Tegal H Mujahidin Nurburhan melalui stafnya Haryono mengatakan, peserta ujian akhir madrasah diniyah takmiliyah berjumlah 12.000 peserta.

"Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta ujian sekolah dasar yang mencapai kurang lebih 45.000 peserta," katanya.

Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan bahwa masih banyak anak usia sekolah dasar yang tidak mengikuti pendidikan di madrasah diniyah. Padahal program Pemkab Tegal yang mewajibkan ijasah madrasah diniyah sebagai syarat masuk ke SLTP akan segera diberlakukan.

"Program ini akan berlaku efektif mulai tahun 2020. Untuk itu, perlu kerja keras agar program ini benar-benar bisa berjalan pada tahun 2020," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Rabu 19 April 2017 19:38 WIB
Watak Manusia seperti Gelas
Watak Manusia seperti Gelas
onedio.co
Cirebon, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Annur, Kedung Banteng, Purwokerto, KH Ridwan Sururi menyatakan watak manusia seperti wataknya gelas. Hal ini ia sampaikans saat mengisi pengajian pada puncak acara haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon 2017, Sabtu, (15/4/2017).

“Artinya manusia (itu)seperti gelas,” tutur alumni Buntet Pesantren itu.

Kiai Sururi, panggilan akrab KH Ridwan Sururi, menyebutkan bahwa gelas memiliki tiga watak, yakni melumah, tengkurab, dan miring.

“Gelas itu punya tiga watak, tengkurab; miring; melumah,” ujarnya sembari mengilustrasikan dengan tangan kanannya.

Watak melumah merupakan watak yang baik karena dapat menerima dengan baik apa yang dituangkan di dalamnya. Artinya, manusia dapat menerima dengan baik apa yang didengar, dibaca, maupun apa yang diperhatikannya.

“Kalau artinya manusia melumah, mohon maaf, sama dengan gelas. Diisi apa bae bisa i(si, dilanjutkan hadirin), saged i(si),” ujarnya.

Berbeda dengan melumah, dua watak lainnya, yakni miring dan tengkurab tidak bakal bisa menerima dengan baik air yang dituangkan, seberapapun banyaknya.

“Tapi jika miring (ataupun) tengkurab, walaupun diisi air seberapa banyak punakan tetap tidak sampai penuh,” tegasnya di hadapan ribuan hadirin yang memadati halaman Masjid Agung Buntet Pesantren. (M Syakir Niamillah/Mukafi Niam)
Rabu 19 April 2017 19:5 WIB
Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017
Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017
Pamekasan, NU Online
Danramil Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Suhaidi mengapresiasi Ansor Cup GP Ansor Kadur di Lapangan Pandawa Lima Desa Gagah. Dalam rapat teknis yang berlangsung di balai desa setempat, Senin (17/4), Suhaidi mengetengahkan beberapa pesan moral yang disimak oleh 16 offisial tim yang mewakili seluruh pemain.

"Aman tidaknya kegiatan ini, semua kembali kepada kita. Karenanya, semua pihak mesti terlibat aktif dalam mencuatkan keamanan hingga Ansor Cup 2017 selesai," tegas Danramil.

Tentara yang dikenal tegas dan akrab dengan siapapun ini berharap semua offisial dan pemain menjunjung tinggi persaudaraan. Sebab, misi dari Ansor Cup memang guna merajut dan menguatkan tali persaudaraan di Kecamatan Kadur, khususnya kalangan pemuda antarsepuluh desa.

"Yang kalah dalam turnamen nanti tidak perlu ker ngoker atau merongrong jalannya turnamen. Kita nyareh taretan (mencari saudara, red) dalam kegiatan seperti ini," tegas Danramil Suhaidi.

Sebagaimana diketahui, Ansor Cup 2017 diselenggarakan para pengurus GP Ansor Kadur selama delapan hari, mulai Selasa (18/4) sampai Jumat (28/4) mendatang. Tema yang diangkat ialah Memerangi Narkoba Dengan Olahraga. (Hairul Anam/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG