::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas

Rabu, 26 April 2017 22:00 Daerah

Bagikan

Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas
Pringsewu, NU Online
Ibadah shalat merupakan ibadah yang sangat spesial. Ibadah fardhu bagi umat Islam ini didapat Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan Isra Mi'raj bersama Malaikat Jibril bertemu dengan Allah SWT. Sehingganya pada setiap momen Peringatan Isra' Mi'raj, peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah selalu menjadi materi utama.

Hal itu disampaikan oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung Kiai Abah Anom saat memberikan mauidzah hasanah Peringatan Bakti Sosial dan Peringatan Isra' Mi'raj yang dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Pringsewu, Selasa (25/4).

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Masjid Nurul Ikhlas Kuncup Pringsewu ini, ia menjelaskan beberapa hal terkait peningkatan kualitas shalat. Salah satu faktor penentu Kualitas shalat bisa dihasilkan dari awal persiapan dan saat pelaksanaannya.

Sebelum melakukan shalat Ia mengingatkan untuk meyakinkan kondisi tempat, pakaian, badan dan yang terkait dengan shalat telah benar-benar suci. "Hal lain yang penting juga membersihkan hati dari sifat-sifat buruk dan hanya memikirkan tentang Allah SWT," tegasnya.

Untuk menambah kualitas shalat, Ia juga mengingatkan untuk meresapi serta mentadabburi setiap kalimat dan ayat yang dibaca. "Yang ditulis malaikat itu apa yang diangan-angan kita. Bagus yang diangan-angan saat shalat, maka nilai pahalanyapun bagus. Jelek yang diangan-angan kita maka nilai pahalanya pun jelek," ujarnya.

Kiai Abah Anom berharap dengan bermutunya shalat yang dilaksanakan akan dapat terlihat nyata dalam pergaulan kehidupan sehari-hari baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Hal ini lanjutnya sudah diibaratkan dengan simbol perjalanan yaitu isro' sebagai hubungan horisontal dengan sesama manusia dan Mi'roj sebagai hubungan vertikal dengan Allah SWT.

Selain itu tambahnya, dengan kualitas shalat yang baik, kesholehan diri juga akan bertambah sehingga tidak hanya sholeh saja namun bisa mencapai tataran muslih. "Sholeh itu kebaikan yang hanya untuk diri sendiri. Sedangkan Muslih adalah kebaikan untuk diri dan orang lain," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)