Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak

Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak
Lampung Tengah, NU Online
Bagi orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke pesantren diminta lebih selektif dalam memilih tempat pendidikan untuk masa depan anak-anaknya, lebih-lebih menuju pondok pesantren. 

“Orang tua harus tahu terlebih dahulu latar belakang pondok yang akan dituju, jangan asal-asalan memondokkan anak,” kata KH Lukman Harits Dimyati selaku Koordinator Nasional (Koornas) Gerakan Ayo Mondok dalam rangka Haflah Akhirussanah Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Ahad (14/5). 

“Jika akan memondokkan anak panjenengan pilihlah pondok pesantren yang tidak melawan negara, dan senantiasa setia dengan Pancasila, jangan memilihkan pesantren yang mengajarkan makar, radikal, dan merakit bom,” ujarnya. 

Menurut pimpinan Ma’had Aly Pesantren Tremas Kabupaten Pacitan Jawa Timur ini,  di Indonesia pesantren-pesantren yang senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila adalah pesantren milik Nahdlatul Ulama Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyyah. 

“Lahirnya Gerakan Nasional Ayo Mondok  Pesantrenku Keren ini beberapa tahun lalu adalah untuk menciptakan suasana Indonesia sebagai negeri Santri. Bukan hanya santri bermakna harfiah yang mukim/menetap di pondok pesantren saja. Tetapi santri adalah orang-orang yang mempunyai akhlaq baik, menjaga kerukunan, kedamaian, mengamalkan ajaran-ajaran NU, yang menciptakan tatanan masyarakat yang sejuk baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur”, tandas Katib Suriyah PBNU ini. 

Hadir dalam agenda tersebut KH Nur Daim (Rois Suriyah PCNU Lampung Tengah), KH Nur Salim (Sekretaris Idaroh Syu’biyyah Jatman), KH Slamet Anwar (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah), Lukman Djoyosumarto (Wakil Bupati Lampung Tengah), Midi Iswanto (Anggota DPRD Propinsi Lampung), Camat Punggur, para Kepala Kampung, TNI dan POLRI serta ratusan santri. (A Syarief Kurniawan/Zunus) 

BNI Mobile