IMG-LOGO
Nasional

LPBI NU Buka Dua Cabang Bank Sampah Nusantara

Rabu 17 Mei 2017 19:04 WIB
LPBI NU Buka Dua Cabang Bank Sampah Nusantara
Sumedang, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU kembali membuka dua cabang Bank Sampah Nusantara (BSN). Keduanya berdiri di lokasi berbeda, satu di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta, dan satu di kantor sekretariat PCNU Sumedang Jalan Kutamaya Nomor 25 Kompleks Islamic Center Sumedang.

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Sumedang tim BSN LPBI NU yang diwakili oleh Manajer Marketing Ai Rosita menyampaikan sosialisasi materi pengelolaan BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran, dan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Metode Ecobricks.

Sementara Manajer Produksi LPBI NU Yusuf Dullahi menyampaikan materi dan praktik pembuatan produk daur ulang barang bekas untuk dijadikan kerajinan tangan yang unik dan bernilai. Koordinator Divisi Organik M Lukman juga mempresentasikan materi dan praktik pembuatan kompos.

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dullah menyampaikan bahwa sejak bencana di Sumedang dan dengan kehadiran pengurus pusat LPBI NU kerja sama yang baik dimulai.

“Sampah organik bisa dikelola dengan membuat kolam ikan dan sampah nonorgnanik kita bisa peroleh idenya dengan pelatihan seperti penyelesaian botol-botol plastik. Jika sampah itu dikelola dengan baik, akan bernilai untuk masyarakat. Semoga ini awal untuk menyelasaikan masalah sampah di Sumedang,” kata Sa’dullah.

Peluncuran dua cabang BSN LPBI NU di Sumedang ini berlangsung pada Selasa-Rabu (16-17/5). Tampak hadir guru-guru LP Maarif NU se-Kabupaten Sumedang, dan pengurus lembaga dan banom  NU, serta seluruh siswa dan santri.

BSN LPBI NU yang dirintis sejak Maret 2016 tahun lalu sudah membuka 20 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur BSN LPBINU Fitria Ariyani berharap pada tahun 2017 ini terbentuk 40 cabang di seluruh Indonesia. Hal itu Itu akan diwujudkan dengan  keliling ke berbagai daerah khususnya Jawa Timur. Sudah  ada lima pesantren yang sudah didata dan bersedia.

Hingga saat ini BSN LPBI NU terus menyosialisasikan pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. (Anty Husnawati/Alhafiz K)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG