IMG-LOGO
Pesantren

Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama

Jumat 26 Mei 2017 12:1 WIB
Bagikan:
Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama
Sumenep, NU Online
Di sela kesibukan melayani wali santri yang sowan dalam rangka Harlah Ke-75 Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbajaraja Bluto Sumenep, KH Imam Hasyim menyempatkan waktunya untuk memberikan pesan penting kepada umat Islam saat ini, khususnya warga NU agar tidak terpengaruh dengan perkembangan pemikiran yang tidak moderat yang kini semakin pesat.

"Kita sebagai umat Islam jangan sampai terkooptasi oleh pemikiran yang liberal. Karena, satu-satunya pemikiran yang moderat itu adalah Nahdlatul Ulama. Karena, NU selalu berpegang teguh pada Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya, ‘Dengan sebab rahmat dari Allah, engkau (Muhammad SAW) menjadi lembut terhadap mereka. kalau engkau bengis dan keras hati, niscaya mereka lari dari sekitarmu.’”

Menurutnya, NU itu sejuk, tidak menampakkan kekerasan. Sebagaimana yang menjadi pegangan warga Nahdliyyin Tawasut, Tatsamuh. Itu semua semata-mata yang menjadi pegangan NU ala thariqati Ahlussunnah wal Jama'ah.

Ia menolak keras aliran-aliran yang selalu menonjolkan kekerasan yang saat ini marak terjadi, bahkan sangat merugikan keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya sangat tidak setuju dengan adanya kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. Kita justru harus keras melawan mereka yang saat ini gencar menyusup kepada generasi-generasi bangsa ini. Mereka bahkan tidak pernah menggunakan cara yang halus, dan target mereka adalah menghancurkan reputasi umat Islam," jelasnya. (Fauzi E/Alhafiz K)

Tags:
Bagikan:
Kamis 25 Mei 2017 22:17 WIB
Ribuan Nahdliyin Hadiri Harlah Pesantren SAQA
Ribuan Nahdliyin Hadiri Harlah Pesantren SAQA
Probolinggo, NU Online
Ribuan Nahdliyin dari segala penjuru Kabupaten Probolinggo menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al Jailani (SAQA) Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Rabu (24/5) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa, CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo.

Kehadiran dua tokoh nasional Mensos Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Hary Tanoesoedibjo ini disambut oleh Pengasuh Pondok Pesantren SAQA yang juga A’wan PWNU Jawa Timur H. Hasan Aminuddin didampingi KH Abdul Hafidz Aminuddin serta keluarga besar Pondok Pesantren SAQA.

Peringatan Harlah ke-21 Pondok Pesantren SAQA ini dimeriahkan dengan sejumlah kreasi seni Islami dan paduan suara yang dibawakan oleh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren SAQA.
 
Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa Pondok Pesantren SAQA ini didirikan untuk mendukung aktivitas pembelajaran pendidikan agama para santri generasi muda bangsa. Pesantren ini terus istiqomah untuk memberikan pendidikan agama diimbangi pendidikan umum sebagai bekal santri dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat.

“Semoga keberlangsungan pondok pesantren ini senantiasa diberikan kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT. Para wali santri, tentunya proses pembelajaran yang diberikan selama ini masih banyak kekurangan,” katanya.

Dari tahun ke tahun jelas Hasan, Pondok Pesantren SAQA terus berupaya untuk memberikan pendidikan entrepreneur kepada para santrinya. Sebab selain akal dan iman yang kuat, pemberdayaan ekonomi juga harus kuat.

“Urusan politik, pesantren adalah jagonya. Kalau belajar tentang pendidikan agama maupun umum sudah sangat mampu. Tetapi jika berbicara ekonomi masih tertinggal. Oleh karena itu, berilah santri ini kail bukan ikannya. Dengan demikian, santri mampu mengembangkannya dengan baik,” jelasnya.

Menurut Hasan, keberadaan pendidikan pesantren sudah banyak memberikan ketenangan lahir dan batin bagi para orang tua. Sebab tatkala punya anak dan sudah memasuki usia remaja, ada sebuah kekhawatiran dan rasa galau para orang tua. Terlebih dengan pergaulan anak saat ini yang sudah sangat mengkhawatirkan.

“Orang tua itu merasa galau tatkala anaknya keluar rumah dan pulang terlambat. Mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi dengan anaknya berada di pesantren, mereka merasa tenang karena sudah jelas keberadaannya. Mohon maaf, inilah dunia pesantren,” pungkasnya.

Sementara CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menyampaikan ungkapan terima kasih telah diterima dengan baik oleh keluarga besar Pondok Pesantren SAQA. Dirinya berharap agar santri yang lulus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya akan berupaya berpartisipasi untuk bisa ambil bagian demi menciptakan lapangan pekerjaan . 

“Tentunya kita akan lebih banyak bekerja sama dengan Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al Jailani agar bisa lebih maju dalam membanngun pondok pesantren di segala bidang kehidupan. Sehingga santri benar-benar siap terjun di masyarakat dengan bekal ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya,” katanya.

Sedangkan Mensos RI Khofifah Indar Parawansa banyak mengupas tentang bagaimana peran dan tugas ulama supaya keberadaan pondok pesantren ini mampu memberikan bekal ilmu sebagai benteng dalam meneguhkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Serta ketrampilan bagi santrinya sebagai bekal di tengah-tengah masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Rabu 24 Mei 2017 10:2 WIB
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan
Garut, NU Online
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Selasa 23 Mei 2017 8:6 WIB
Hindari Jenuh Belajar, IAI Nurul Jadid Gelar Diklat Pengelolaan Kelas Aktif
Hindari Jenuh Belajar, IAI Nurul Jadid Gelar Diklat Pengelolaan Kelas Aktif
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka meningkatan kompetensi guru sekolah dan madrasah di Kabupaten Probolinggo, Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bertema “Pengelolaan Kelas Aktif Berbasis Karakter”, Senin-Rabu (22-24/5).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Program Pascasarjana IAI Nurul Jadid Paiton ini dihadiri trainer dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya di antaranya Ustadz Yusuf, Ustadz Husein, dan Ustadz Jazil.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid Paiton Hasan Baharun menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah awal Fakultas Tarbiyah dalam menjalin kemitraan dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabya dalam rangka penguatan kelembagaan dengan menggandeng Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya.

“Selain itu, kegiatan ini bertujuan dalam upaya untuk membentuk guru yang aktif, kreatif, dan berkarakter sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang benar-benar berkualitas dan profesional,” katanya.

Sementara Ketua LP Maarif NU Kota Kraksaan H Taufik mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan baru kepada guru dalam mengelola kelas di kelas.

“Jangan sampai guru itu mengajar monoton dan membosankan sehingga akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada YDSF Surabaya, KPI dan Fakultas Tarbiyah karena telah peduli terhapdap pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG