IMG-LOGO
Daerah

ABG Yogyakarta Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Sabtu 27 Mei 2017 4:28 WIB
Bagikan:
ABG Yogyakarta Dukung Pemerintah Bubarkan HTI
Yogyakarta, NU Online  
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai ormas yang mencita-citakan pendirian khilafah merupakan gerakan politik yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gerakan politik HTI mengindikasikan menolak dasar negara Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menyikapi persoalan itu, berbagai elemen masyarakat Yogyakarta terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dari Nadhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Pemuda Nasionalis,  dan berbagai tokoh lintas agama mendeklarasikan Aliansi Bela Garuda (ABG). 

Tema diangkat dalam deklarasi berlangsung Jumat (26/5) itu ialah "Bela Garuda untuk Mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan dalam Bingkai NKRI".

Presidium ABG, Abah Anang di Yogyakarta, menegaskan, mereka mendukung rencana pemerintah melakukan pembubaran HTI yang berpotensi destruktif dan melahirkan perpecahan dalamkehidupan berbangsa dan bernegara. 

ABG berpandangan Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus final sebagai landasan dan pengikat kehidupan berbangsa dan bernegara

"ABG mendorong pembubaran gerakan organisasi politik yang mengatasnamakan Islam untuk mewujudkan kepentingan kelompoknya. Perlu adanya pendidikan kritis masyarakat luas untuk dapat membedakan antara gerakan politik yang membahayakan keberadaan NKRI  dengan dakwah Islam yang rahmatin lil alamin," ujar Anang lagi.

ABG sebagai gerakan lintas organisasi masyarakat mendukung penuh upaya pembubaran HTI untuk menyelamatkan NKRI dengan mewujudkan ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah bashariyah.

Oleh karena itu, kata Anang melanjutkan, ABG  menyatakan empat sikap, pertama, menolak HTI dan mendukung pembubaran HTI oleh pemerintah sebagai gerakan politik yang mengancam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, mendorong pemerintah dan berbagai elemen bangsa mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpegang pada ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah  dan ukhuwah basyariah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 

ABG mendorong lembaga pendidikan dan lembaga dakwah mengembangkan pendidikan Islam Rahmatan lil alamin melalui kurikulum sekolah dalam bentuk pendidikan nilai budi pekerti, pengajaran akhlak dalam bingkai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial. 

"Kami mendorong pemerintah melakukan pembersihan birokrasi di semua level lembaga pemerintahan dan pendidikan dari berbagai anasir-anasir HTI yang menimbulkan perpecahan agama, suku dan golongan," ujar Anang. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 27 Mei 2017 22:46 WIB
Ajaran Garis Keras dan Norma Susila Jadi Tantangan Lembaga Pendidikan NU
Ajaran Garis Keras dan Norma Susila Jadi Tantangan Lembaga Pendidikan NU
Bondowoso, NU Online
Lembaga pendidikan milik Nadlatul Ulama menghadapi dua tantangan besar. Tantangan itu adalah derasnya gelombang ajaran garis keras atau radikal, dan pelenggaran norma susila, seperti pergaulan bebas, prilaku korupsi yang semakin hari semakin gencar.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Bondowoso, Moh Marzuqi dalam sambutannya pada acara wisuda bersama Ke-6 di pendopo Kabupaten Bondowoso,  Kamis (25/05) pagi yang diikuti sebanyak 266 siswa-siswi dari SD/MI, MTs/SMP,SMK/SMA NU Se-Kabupaten Bondowoso.

Menurut Marzuqi, kondisi tersebut menjadi tantangan ekternal dari setiap lembaga pendidikan khususnya milik NU. Dan sebagai insan pendidikan sudah layaknya lembaga pendidikan NU mampu mengaktulisasikan keputusan dan ke ikhlasan para ulama dan santri.

Dimana keputusan dan ikhlasan para santri  ini menjadi kebijakan moral bagi peserta didik di lingkungan Nahdlatul Ulama saat ini, untuk mencegah persoalan tersebut.

"Genarasi muda Nahdlatul Ulama harus menjadi generasi yang memiliki prinsip yang kuat, yakni menjadi generasi rahmatan lil 'alamin," pintanya kepada peserta wisuda.

Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Lembaga Maarif NU yang selama ini ikut berpastisipasi aktif didalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

" Saya menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh ketua Ma'arif NU kabupaten Bondowso, bahwa salah satu tantangan kita saat ini adalah bagaimana kita  membentengi anak-anak didik kita dari semakin deras berkembangnya paham-paham radikal, lebih-lebih trans nasional dan berbagai kecenderungan mengembangkan isu agama dengan pola teror." ujarnya.

Karena itu, lanjut Bupati Amin Said, warga NU harus diberikan pendidikan dan pembekalan agar meraka tidak terpengaruh paham-paham radikal oleh idioligis trans nasional, sehingga mereka bisa mewarisi nilai islam Ahlussunnah  Wal Jama'ah Ahmadiyah.

Kegiatan wisuda bersama Ke-6 tersebut dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif  NU Kabupaten Bondowoso. Peserta wisuda sebanyak 266 siswa-siswi dari MI/SD, MTs/SMP, SMK/SMA NU Se-Kabupaten Bondowoso dibawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU setempat. 

Hadir dalam wisuda tersebut, wakil Rois Syuriah PCNU Bondowoso, KH Muniri berserta pengurus yang lain, kepala-kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Ma'arif NU, wali murid peserta wisuda. Selain wisuda, juga diisi dengan orasi ilmiah oleh H Matkur Damiri. (Ade Nurwahyudi / Muslim Abdurrahman)

Sabtu 27 Mei 2017 22:43 WIB
Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk
Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk
Sukabumi, NU Online
Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Sukabumi membentuk sebuah grup musik tradisional dengan instrumen beduk. Alat pemanggil shalat yang biasa terletak di sisi luar masjid tersebut dipukul bertalu-talu secara bersamaan oleh beberapa orang. Grup tersebut bernama Rampak Beduk.

Rampak Beduk merupakan kolaborasi alat musik tradisional beduk dengan alat musik modern seperti gitar, biola, ditambah juga dengan tifa. Kolaborasi tersebut digawangi vokalis yang merupakan pemimpin grup tersebut, Ikhmal. 

Grup itu tampil perdana pada Tabligh Akbar yang diselenggarakan GP Ansor Kota Sukabumi dengan tema “Meningkatkan Ukhuwah dalam Kebinekaan dengan Meraih Keberkahan Ramadhan” di lapangan kantor Kelurahan Cisarua Kamis malam, (26/5).

Ketua PC GP Ansor Kota Sukabumi Wing Wing Suhendar mengatakan, grup tersebut dibentuk sebagai upaya melestarikan budaya lama, ditampilkan kembali dengan kemasan yang berbeda mengikuti zaman hari ini.

“Masih banyak yang menganggap bahwa beduk bid’ah. Padahal nyatanya bahwa memang dakwah para Wali Songo terdahulu lewat budaya. Ini menjadi daya tarik. Maka hari ini Ansor membuktikanya,” katanya. 

Lewat rampak beduk, lanjut Wing WIng, GP Ansor ingin memasyarakatkan alat musik tersebut sekaligus menjadi energi positif bagi anggota Ansor dan masyarakat. Karena ternyata, ketika ditampilkan menjadi perekat sosial, yaitu terjalinnya silaturahim antarpemuda.  

“Ke depan rampak bedug ini dilaksanakan secara terus-menerus karena melihat antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat serta pemuda di Kota Sukabumi,” jelasnya. 

Penampilan rampak beduk disaksikan Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Havidz Syutansyah. Ia mengapresiasi grup tersebut. Ia berharap rampak beduk menjadi ciri khas GP Ansot Kota Sukabumi.

Tabligh Akbar tersebut diisi dengan taushiyah Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Sukabumi KH Asep Rahamatullah, dan santunan Kepada 99 Anak Yatim. (Jahid/Abdullah Alawi)

Sabtu 27 Mei 2017 22:5 WIB
Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat
Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat
Banyuwangi, NU Online
Pelajar NU Banyuwangi berlatih pencak silat di halaman kantor PCNU Banyuwangi, Jumat (26/5) malam. Panitia pelaksana Moh. Setio Aji mengatakan, gelaran ini sebagai upaya agar kesehatan dan kebugaran jasmani maupun rohani pelajar NU terjaga.

"Sekaligus saya menginisiasi ini  sesuai dengan semboyan Triguna Sakti yaitu "berjiwa sehat, berpikir cerdas dan berprestasi," tutur Aji pada kegiatan bertajuk "Luru Ilmu Silat Bareng-bareng."

Aji juga menambahkan, beberapa manfaat lain berlatih silat di antaranya membangkitkan rasa percaya diri, melatih ketahanan mental, mengembangkan mawas diri yang tinggi, dan membangun sportivitas dan jiwa.

"Tentu juga dengan langkah ini, kader-kader mempunyai sikap kepribadian yang disiplin, tekun, ulet dan kosentrasi," tegasnya.

Kegiatan tersebut juga sebagai ajang silaturahim anggota dan pengurus sepekan sekali. 

"Saya menilai terobosan ini sangat produktif sekali. Karena pengurus dan anggota membaur menjadi satu dalam menentukan langkah-langkah taktis guna memecahkan berbagai persoalan. Karena kita selalu kumpul dan komunikasi setiap satu pekan sekali," tutur Aji.

Ia berharap dengan latihan terus-menerus menjadi pintu gerbang kaderisasi nonformal dan sekaligus alat pengembangan minat bakat kader-kader Nahdlatul Ulama.

Kegiatan rutin itu dilaksanakan tiap Jumat malam selepas shalat Isya. "Khusus selama bulan ramadhan dilaksanakan selepas shalat tarawih dan tadarus bersama. Jika selain di bulan ramadhan dilaksanakan pada puku 19.00 WIB seusai shalat Isya," tutupnya.

Kegiatan itu diapresiasi Wakil Ketua 1 bidang organisasi Haris Budi Utomo dan beberapa puluhan kader IPNU IPPNU dari ranting se-kecamatan Banyuwangi. (Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG