IMG-LOGO
Daerah

Ramadhan, IPNU Kecamatan Banyuwangi Sowan Sesepuh

Ahad 28 Mei 2017 17:00 WIB
Ramadhan, IPNU Kecamatan Banyuwangi Sowan Sesepuh
Banyuwangi, NU Online
Para pengurus Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk bersilaturahim kepada para sesepuh.

Sabtu (27/05), mereka berkunjung ke kediaman Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) kecamatan setempat.

Selain silaturahim tersebut, Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Banyuwangi KH Ahmad Shiddiq atau yang akrab disapa Gus Shiddiq memberi nasihat, kaderisasi adalah poin terpenting saat berjuang di ranah IPNU IPPNU.

"Karena hakikinya, saya menilai perjuangan di IPNU-IPPNU ini adalah investasi perjuangan ketika benar-benar saat menjadi pengurus NU. Penting saat sosialisasi ataupun di momen kumpulan pengurus dan anggota, paparkan contoh konkret orang-orang sukses yang berangkat dari organisasi ini," tutur Rais Syuriah Ranting NU Kertosari tahun 1998 itu.

"Misalkan yang sudah jelas di sini adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ceritakan rekam jejak perjuangan dia selama di IPNU hingga menjadi bupati di hadapan kader-kadermu. Ini bukan untuk apa, hanya mereka agar lebih yakin dan benar-benar semangat saat berjuang menegakkan dakwah di bawah panji Nahdlatul Ulama," sambung Gus Shiddiq sembari menunjukkan beberapa berkas kenangan rekam jejaknya saat menjadi ketua osis tahun 1988 di MA Al-Amiriyah Darussalam Blokagung.

Gus Shiddiq juga berpesan, penanaman nilai-nilai akhlakul karimah di masing-masing jiwa kader-kader NU juga dibutuhkan. "Akhlak merupakan perhiasan bagi mereka yang memiliki ilmu. Tak jarang masyarakat sekitar sulit menerima eksistensi mereka yang berilmu dan tak berimbang dengan nilai-nilai akhlakul karimah," tutur wakil rais syuriyah PCNU Kabupaten Banyuwangi periode 2013 ini.

Pengasuh pondok pesantren Al-anwari Kertosari, Kecamatan Banyuwangi ini juga berpesan, jiwa kepemimpinan sejak muda harus terus diasah di setiap kader-kader, selama masih berjuang di banom NU paling muda.

"Saya tegaskan orang-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan akan mampu menghadapi segala masalah. Karena tipologi orang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, selain bijaksana dalam me-manage sesuatu, juga biasanya mereka memiliki sikap disiplin, ulet, dan konsisten. Pendeknya maksimalkan masa muda kalian untuk berjuang, sebelum datang masa tua," tutup ketua takmir masjid Baitussalam Kertosari mulai tahun 1994.

Senada hal itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Banyuwangi Akhmad Mushollin menyampaikan dalam waktu dekat ini akan fokus mengintensifkan pendidikan kaderisasi.

"Selama ini wujud pendidikan kader  hanya melibatkan malam lailatul ijtima yang dihelat satu bulan sekali. Karena memang di momen tersebut seluruh peserta yang hadir didik dengan mendengarkan wejangan-wejangan yang disampaikan mulai dari jajaran mustasyar, rois, dan sampai ketua tanfidziyah," jelas Gus Musholin.

Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, ada agenda perekatan kembali jiwa Nahdliyin melalui sholat tahajud dan hajat. "Masing-masing warga Nahdliyin kita muhasabah dalam suasana keheningan. Pastinya dari sana akan tercerahkan betapa pentingnya kita berjuang di bawah panji Nahdlatul Ulama. Karena adanya keseimbangan antara doktrin dan kontemplasi dari beberapa pakar yang kita undang," tutup Gus Mushollin.

Kunjungan perwakilan pengurus di kediaman rais dan ketua tanfidziyah NU ini dihadiri oleh Ketua PAC IPNU Banyuwangi M. Sholeh Kurniawan beserta sekretaris PAC IPNU Banyuwangi Moh. Setio Aji. (Red: Mahbib)

 

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG