IMG-LOGO
Nasional

Bagaimana Karakter Kiai NU? Ini Penjelasan Kiai Said


Jumat 9 Juni 2017 21:31 WIB
Bagikan:
Bagaimana Karakter Kiai NU? Ini Penjelasan Kiai Said
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, peluang radikalisme di NU tidak memiliki tempat. Bahkan, ia mengaku berani menjamin, dari pengurus pusat hingga daerah tidak ada pengurus NU yang terlibat aksi radikalisme yang mengatasnamakan agama.

“Tidak ada peluang sedikit pun di NU untuk menjadi radikal,” ucap Kiai Said saat saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6).

Menurut dia, hal itu disebabkan karena NU memiliki karakter yang moderat dan toleran terhadap semua golongan, termasuk non-muslim. “NU memiliki karakter yang tawassuth dan tawazun,” ucapnya.

Selain itu, tidak ada satu pun kiai NU yang mengajarkan untuk melakukan radikalisme atas nama agama. Bahkan sebaliknya, mereka mengajarkan umatnya untuk tidak berselisih, menebar kebencian, dan saling bermusuhan antar sesama umat manusia.

“Mereka membangun karakter dan jatidiri bangsa. Tanpa dibayar. Itulah karakter kiai NU,” ungkap alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri, Krapyak, Yogyakarta, dan Kempek Cirebok itu.

Ia menilai, nasionalisme kiai NU tidak perlu diragukan lagi karena mereka berpegang teguh dengan adagium yang disampaikan oleh KH Hasyim Asyari, yaitu cinta tanah air atau nasionalisme adalah bagian dari iman. 

“Tanpa ikut P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), kiai NU sudah (memliki) nasionalisme,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG