IMG-LOGO
Nasional

Insiden FPI di Rembang, Ini Penjelasan Pihak Pesantren Sarang

Ahad 11 Juni 2017 21:4 WIB
Bagikan:
Insiden FPI di Rembang, Ini Penjelasan Pihak Pesantren Sarang
Rembang, NU Online
Perhelatan Haul KH Zubair Dahlan ayahanda KH Maimoen Zubair sempat ramai ketika diberitakan bahwa atribut Laskar Front Pembela Islam (FPI) dilucuti oleh pihak Polres Rembang, Jawa Tengah, Jumat (9/6).

Padahal menurut keterangan, Polres Rembang hanya ingin situasi Haul kondusif dengan tidak membawa atribut FPI. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pun langsung turun tangan memberikan penjelasan dengan santun kepada FPI. Sugiarto bahkan memberikan pakaian pengganti atribut FPI dengan baju koko.

Terkait insiden yang disalahpahami oleh pihak FPI dan viral di media sosial tersebut, pihak Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang melalui Khodim (abdi dalem) Kiai Maimoen Zubair, Muhammad Wahyudi memberikan penjelasan terkait dengan FPI dan peringatan haul.

Rentetan acara haul yang dilaksanakan di Maqbaroh simpek dibuka dengan iftitah yang dipimpin oleh KH Muhammad Alim, kemudian dilanjutkan dengan bacaan surat Yasin oleh KH Ahmad Ainul Yaqin Tuban, kemudian disusul dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Assegaf, dan ditutup dengan doa oleh KH Maimoen Zubair.

“Selesai tahlil di Maqbaroh, para peziarah dengan jumlah ribuan orang serentak ikut berbuka bersama di ndalem KH Maimoen Zubair,” ujar Muhammad Wahyudi mengawali penjelasannya.

Wahyudi menerangkan, yang diharapkan datang dalam acara haul yang dilaksanakan pada tiap pertengahan bulan Ramadhan ini adalah santri dan alumni Pondok Pesantren Sarang, khususnya Pondok Pesantren Al-Anwar. Dan Mbah Maimoen tidak mengundang yang lainnya dari elemen dan ormas-ormas manapun.

Kedatangan FPI, Banser, maupun ormas lain pada acara haul Mbah Zubair kali ini, Mbah Maimoen tidak tahu menahu tentang kehadiran mereka dengan mengatasnamakan organisasi.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Mbah Maimoen meminta FPI untuk tidak menggunakan atribut mereka dan tetap ikut ziarah di maqbaroh dengan menggunakan pakaian layaknya tamu-tamu yang lain,” jelas Wahyudi.

Ia pun menegaskan, kurang tepat bahwa keluarga Mbah Maimoen Zubair ada keterkaitan dengan FPI. Adapun berita yang beredar di medsos tentang dukungan adalah hak mereka. Manhaj Mbah Maimoen adalah yang terpenting menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan empat pilar bangsa dan negara.

“Hal ini adalah sesuatu yang patut dan harus dipertahankan serta diperjuangkan untuk menjadi pelajaran bagi kita umat Islam,” katanya menegaskan.

Wahyudi menandaskan, menjunjung tanah air adalah hal yang pasti sangat bermanfaat untuk agama Islam dan menuju kepada Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.
 
“Seperti apa yang dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad shollallohu alaihi wasallam, bahwa kesemuanya untuk kesemuanya, rahmatan lil 'alamin,” tutupnya. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Bagikan:
Ahad 11 Juni 2017 21:20 WIB
Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia
Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia
Jokowi saat kunjungan di Ciamis
Jakarta, NU Online
Pada kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (10/6, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisahkan pertemuannya dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani. 

Menurut Jokowi, Ashraf Ghani terkaget-kaget tentang segala keragaman yang ada di Indonesia seperti pulau, bahasa, daerah, suku bangsa, serta kabupaten dan kota. 

“Kita memiliki 17 ribu pulau, beliau (Ashraf Ghani) kaget. Kita memiliki 714 suku, beliau kaget. Indonesia memiliki 516 kota dan kabupaten, beliau kaget. Kita memiliki bahasa lokal bahasa daerah itu 1100, beliau lebih kaget lagi,” kisahnya. 

Dengan segala potensi keragaman yang ada di  Indonesia, Ashraf Ghani mengingatkan Jokowi supaya menjaga Indonesia dari perpecahan.

“Presiden Jokowi hati-hati, negara dengan keragaman seperti Indonesia itu harus dijaga betul,” ujar Jokowi menirukan Ashraf Ghani. “Sudah sangat sulit sekali kalau sudah terjadi perpecahan,” tambahnya.

Terkait konflik yang terjadi di Afganistan, Jokowi menjelaskan tentang sumber pertikaian antara dua kelompok. Kelompok yang satu membawa negara lain masuk, yang satu lagi juga membawa negara lainnya masuk. Sekarang setelah perang, katanya, sudah ada 40 kelompok. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)  

Ahad 11 Juni 2017 16:0 WIB
2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat
2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat
Jakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan sebanyak 28 ribu persil atau bidang tanah di lahan transmigrasi akan tersertifikasi hingga akhir tahun 2017.
 
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) Kemendes PDTT H.M. Nurdin usai rapat konsolidasi program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi 2017 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada, Jumat (9/7).
 
Menurutnya, Presiden telah menargetkan sebanyak 5 juta persil dari 106 juta persil sudah disertifikatkan pada 2017. Target tersebut terus meningkat pada 2018 sebanyak 7 juta persil dan 9 juta persil di tahun 2019. Dari target tersebut, untuk lahan transmigrasi masih terdapat sebanyak 600 ribu persil lahan transmigrasi yang masih belum memiliki sertifikat.
 
"Tahun ini target kita sebanyak 28 ribu persil yang akan disertifikatkan. Kita akan tingkatkan kembali sebanyak 75 ribu persil pada 2018. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dengan permasalahan lahan transmigrasi yang masih tumpang tindih dan hak pengelolaan lahannya belum diterbitkan," ujarnya.
 
Mengenai adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat untuk membiayai sertifikasi, Nurdin mengatakan bahwa Kemendes PDTT akan turut menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk turut membantu berkontribusi melalui anggaran APBD dalam hal pembiayaan sertifikat.
 
"Kita meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu dukungan dari APBD terkait sertifikasi lahan transmigrasi. Kita berharap, permasalahan sertifikat untuk lahan transmigrasi akan segera tuntas," katanya. (Red: Mahbib)


Ahad 11 Juni 2017 13:4 WIB
Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung
Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung
Foto: Ilustrasi
Jakarta, NU Online
Bandung akan menjadi tuan rumah seri nasional yang akan menjadi bagian dari pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Abdul Ghoffarrozin (Gus Rozin) yang merangkap sebagai CEO LSN 2017.

"Jawa Barat ini memiliki arti yang sangat strategis bagi dunia santri, di mana provinsi ini memiliki jumlah pesantren terbesar di Indonesia. Pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan putaran nasional LSN telah mempertimbangkan berbagai hal di antaranya adalah Bandung selama ini telah berhasil membuktikan bahwa modernitas bisa bertemu dengan religiusitas, kosmopolitan bisa berdialektika dengan budaya adiluhung," kata Gus Rozin, Ahad (11/6).

Menurut Gus Rozin, hal ini penting karena LSN 2017 ini ingin memberikan pesan tentang pentingnya merajut nilai-nilai kebangsaan di tengah dialektika kebhinnekaan Indonesia.

CEO LSN 2017 ini menjelaskan, pertimbangan lain dipilihnya Bandung sebagai tempat seri nasional karena keberhasilan ibukota Jawa Barat dalam penyelenggaraan banyak even olahraga nasional, di antaranya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun lalu.

"Bandung telah terbukti sukses menjadi tuan rumah PON, bukan saja dari aspek olahraganya, melainkan juga aspek lainnya seperti keterbukaan kota ini pada keragaman. Secara teknis Bandung juga memiliki infrastruktur sepakbola yang sangat memadai," imbuh Gus Rozin.

Pagelaran seri nasional LSN 2017 di Bandung ini akan digelar selama delapan hari di mana setiap tim yang lolos seri nasional akan bermain sekali tiap hari. Seri nasional akan digelar di bulan Oktober setelah sebelumnya 1.024 kesebelasan bertarung di Babak Kualifikasi Region.

Tahun ini, distribusi peserta LSN akan tersebar di 32 region yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, LSN 2017 akan menghelat 990 dengan melibatkan lebih dari 3 juta penonton di sepanjang pertandingan. (Ali/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG