::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin

Jumat, 16 Juni 2017 00:03 Nasional

Bagikan

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin
Cilacap, NU Online 
Presiden Joko Widodo melakakuna Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Kamis (15/6) sore. Ia hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Presiden yang akrab disapa Jokowi menyampaikan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Marilah kita jaga persaudaraan kita. Persaudaraan antarumat Muslim, ukhuwah islamiyah kita. Kita jaga persaudaraan antarumat beragama yang lain, ukhuwah wataniyah kita, agar kerukunan, persaudaraan d iantara kita terjalin dengan baik," katanya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, Indonesia adalah negara yang besar dan berananekaragam suku, agama dan ras. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk mensyukuri anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia. 

"Jangan sampai di antara kita masih ada yang saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mencela; kita lupa bahwa kita ini saudara," lanjutnya.

Jokowi juga mengajak untuk saling menjaga satu sama lain supaya tidak terjadi gesekan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia. 

"Saya mengajak, agar kebinekaan yang telah menjadi takdir dari Allah, untuk benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai ada gesekan dan perpecahan," tegasnya di hadapan ribuan santri dan masyarakat yang hadir sore itu.

Presiden juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Chasbullah Badawi, dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir saat itu. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)