IMG-LOGO
Nasional

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin

Jumat 16 Juni 2017 0:3 WIB
Bagikan:
Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin
Cilacap, NU Online 
Presiden Joko Widodo melakakuna Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Kamis (15/6) sore. Ia hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Presiden yang akrab disapa Jokowi menyampaikan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Marilah kita jaga persaudaraan kita. Persaudaraan antarumat Muslim, ukhuwah islamiyah kita. Kita jaga persaudaraan antarumat beragama yang lain, ukhuwah wataniyah kita, agar kerukunan, persaudaraan d iantara kita terjalin dengan baik," katanya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, Indonesia adalah negara yang besar dan berananekaragam suku, agama dan ras. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk mensyukuri anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia. 

"Jangan sampai di antara kita masih ada yang saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mencela; kita lupa bahwa kita ini saudara," lanjutnya.

Jokowi juga mengajak untuk saling menjaga satu sama lain supaya tidak terjadi gesekan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia. 

"Saya mengajak, agar kebinekaan yang telah menjadi takdir dari Allah, untuk benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai ada gesekan dan perpecahan," tegasnya di hadapan ribuan santri dan masyarakat yang hadir sore itu.

Presiden juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Chasbullah Badawi, dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir saat itu. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 16 Juni 2017 20:0 WIB
Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah
Habib Luthfi: Menjaga Negeri adalah Penerapan Rasa Syukur kepada Allah
Tegal, NU Online
Mustasyar PBNU Maulana Muhammad Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengungkapkan, selagi para ulama,TNI-Polri berkumpul, meskipun berbeda politik, berbeda pendapat, tidak menjadi persoalan, yang pasti bangsa Indonesia satu kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan dan NKRI. 

Hal itu diungkapkan Habib Luthfi saat menghadiri acara silaturahmi dan safari ramadhan 1438/2017 M Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo bersama keluarga Besar TNI dan komponen masyarakat di Mako Brigif /IV Dewaratna Slawi, Rabu (14/6)

Menurut Rais Aam Jam'iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) ini nilai Indonesia sangatlah tinggi setelah agama, dengan bersatunya TNI-Polri dan ulama tetap cinta NKRI.

Aplikasi rasa syukur manusia kepada Allah SWT terhadap bangsa Indonesia adalah selalu menjaga negeri ini dengan baik melalui acara-acara  seperti ini. "Dan saya terima kasih kepada TNI-Polri dan Pemda yang telah menyelenggarakan acara ini," ujar ulama kharismatik asal Pekalongan ini.

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi mengajak seluruh masyarakat Indonesia jangan mau di pecah belah seperti negara Suriah. Karena hancurnya Suriah karena tidak percaya dengan ulama, tentara serta pemerintahan.

"Saya mengajak semua yang hadir di sini, ayo kita galang persatuan seluruh anak bangsa tunjukan bahwa bangsa Indonesia mengerti dan berterima kasih kepada para pejuang yang telah memerdekakan negeri ini," tandasnya.

Selain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hadir pula Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jateng Irjend Pol Condro Kirono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Habib Thohir Al Kaf, Bupati Tegal Enthus Susmono, Sejumlah ulama dan pejabat dan ribuan anak yatim. (Hasan/Fathoni)

Jumat 16 Juni 2017 18:24 WIB
Alfamart Serahkan Sedekah Konsumen kepada LAZISNU
Alfamart Serahkan Sedekah Konsumen kepada LAZISNU
Jakarta, NU Online
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) pengelola jaringan ritel Alfamart menyerahkan hasil pengumpulan sedekah konsumen kepada Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang diterima langsung Syamsul Huda selaku Ketua Pengurus Pusat LAZISNU, Jumat (19/6).

Sepanjang periode 1-31 Mei 2017 lalu, SAT dan LAZISNU telah mengajak masyarakat berpartisipasi melalui program DonasiKu Sedekah LAZISNU di seluruh jaringan toko Alfamart seluruh Indonesia. Setiap berdonasi, konsumen akan memperoleh struk belanja sebagai bukti transaksi. Hasilnya, terkumpul sedekah senilai Rp 864.217.284 yang akan disalurkan melalui LAZISNU.

Corporate Affairs Director SAT, Solihin menjelaskan, ini merupakan kali pertama perusahaan bekerja sama dengan LAZISNU. “Perusahaan berupaya menggapai lebih luas lagi penerima bantuan dari program penggalangan sedekah dari konsumen, salah satunya melalui kerja sama dengan LAZISNU ini,” ujar Solihin. 

Pada kesempatan tersebut, Syamsul menyatakan, sedekah dari konsumen Alfamart yang dikelola oleh LAZISNU akan disalurkan secara bertanggung jawab, transparan, dan profesional. “Kami berupaya agar dana donasi konsumen Alfamart yang terkumpul bisa benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” ungkapnya. 

LAZISNU merupakan lembaga zakat berskala nasional yang didirikan pada 2014 dengan izin operasional berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 255/2016. “Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk khitanan massal, sarung dan mukena, perbaikan rumah ibadah, pengobatan gratis, serta santunan untuk anak yatim piatu,” tuturnya. 

Menurut Syamsul, masih banyak kaum dhuafa di pelosok daerah yang belum tersentuh bantuan. “Untuk itu, peran serta perusahaan ritel dalam menghimpun donasi, masih sangat dibutuhkan. Melalui kerja sama ini, kami berharap niat baik dari Alfamart khususnya konsumen yang ikut bersedekah, bisa lebih berkah dan bermanfaat bagi penerima bantuan,” pungkasnya. (Red-Zunus)
Jumat 16 Juni 2017 18:0 WIB
Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah
Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah
Jenderal Gatot dan Habib Luthfi.
Tegal, NU Online
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta umat Islam di Indonesia jangan sampai terpecah belah dan berperang sendiri.

Hal itu ditegaskan Gatot  saat Safari Ramadhan dan buka bersama di Lapangan Markas Brigade Infanteri (Brigif)/4 Dewa Ratna di Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (14/6).
 
Gatot menilai, saat ini ada indikasi benih-benih perpecahan mulai muncul seiring dengan sikap saling menjelek-jelekkan dan menyalahkan satu sama lain.

"Benih-benih ini sudah mulai ada. Mari kita ingatkan teman-teman kita yang suka mencaci dan menjelekkan orang, mengkafirkan orang. Jika kita biarkan ini, negara kita bisa porak poranda," ujar Jenderal bintang empat ini.

Orang nomor satu di jajaran TNI itu menyebutkan, setiap muslim harus rendah hati. Sifat sombong hanya milik Allah. Dalam konteks kekinian, banyak orang yang cenderung mengklaim bahwa diri dan kelompoknya adalah benar sementara yang lain salah.

Menurutnya, jika umat Islam tidak berpedoman pada nilai-nilai ini (rendah hati dan tidak menyalahkan orang lain-red), maka perang saudara tidak terelakkan. Perang saudara dan hilangnya sikap cinta tanah air inilah yang menjadi salah satu sebab negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah berkecamuk hingga sekarang.

Meski demikian, Jenderal kelahiran Tegal itu menyebut, Jawa Tengah merupakan daerah yang adem ayem. Di saat beberapa daerah lain sedikit bergejolak, Jawa Tengah telah menunjukkan diri bahwa masyarakatnya hidup guyup dan rukun.

Menurut dia, hal itu tak lepas dari peran ulama yang bersinergi dengan TNI-Polri, serta semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Gatot merencanakan gerakan doa bersama seluruh elemen masyarakat yang akan digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan itu dikhususkan pada khataman Al-Qur’an yang digelar di seluruh markas atau kantor satuan jajaran TNI dari Sabang sampai Merauke.

Adapun buka bersama diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah. Selain itu, juga digelar santunan kepada 1.423 anak yatim. 

Kegiatan tersebut juga diikuti Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Tatang Sulaiman, Kapolda Irjen Condro Kirono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ulama Kharismatik asal Pekalongan Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Habib Tohir Alkaf, Bupati Tegal Enthus Susmono dan tokoh-tokoh lainnya. (Hasan/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG