IMG-LOGO
Daerah

NU Care LAZISNU NTB Santuni Yatim dan Lansia Jelang Hari Raya

Jumat 16 Juni 2017 14:1 WIB
Bagikan:
NU Care LAZISNU NTB Santuni Yatim dan Lansia Jelang Hari Raya
Mataram, NU Online
NU Care-LAZISNU NTB berbagi paket sembako dan uang tunai. di bulan Ramadhan, Kamis (15/6). Ini adalah salah satu program NU Care-LAZISNU NTB yang saat ini sedang dilaksanakan. Program ini difokuskan pada pemberian bantuan bagi anak yatim, fakir miskin, dan lansia.

Hal ini disampaikan Ketua NU Care-LAZISNU NTB Ustadz Syarfudin kepada NU Online di sela acara.

Program Ramadhan, lanjut akademisi UIN Mataram ini, mencoba berbagi kebahagiaan kepada mereka yang sangat membutuhkan di bulan penuh berkah ini.

Bantuan berupa pemberian paket sembako dan THR kepada anak yatim, fakir miskin dan lansia ini disalurkan ke Dusun Lendang Jae Desa Lembar Lombok Barat NTB Kamis, (15/6) malam.

Program Ramadhan Berbagi NU Care-LAZISNU NTB dilaksanakan di semua kabupaten se-pulau Lombok dengan target bantuan 1.000 paket.

Santunan kepada para mustahik kami mulai dari Kabupaten Lombok Utara di Dusun Pandanan Desa Malaka, kemudian dilanjutkan di Dusun Mesaleng Desa Bagu Kab Lombok Tengah, selanjutnya di Dusun Lendang Jae Desa Lembar Lombok Barat, dan untuk pekan terakhir Ramadhan, pemberian santunan akan dilanjutkan di Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram.

Selain Program Ramadhan Berbagi, NU Care-LAZISNU NTB juga mempunyai banyak program yang tertuang dalam empat pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan tanggap bencana.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi, pengurus dan manajemen NU Care-LAZISNU NTB menyampaikan terima kasih dan mudah-mudahan rezekinya diluaskan dan diberikan berkah oleh Allah SWT. (Syamsul Hadi/Alhafiz K)
Bagikan:
Jumat 16 Juni 2017 22:3 WIB
Ini Lima Pasal Penolakan PCNU Garut dan Dinas Pendidikan Garut atas Full Day School
Ini Lima Pasal Penolakan PCNU Garut dan Dinas Pendidikan Garut atas Full Day School
Garut, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut dan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyatakan sepakat menolak lima hari sekolah (Full Day School) berdasarkam hasil diskusi terbatas di Kantor Sekretariat PCNU Kabupaten Garut, Jumat (16/6).

Diskusi terbatas ini dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH A Abdul Mujib, Rais Syuriyah KH R Amin Muhyidin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, semua pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Garut, badan otonom, dan pengurus dari 42 MWCNU di Kabupaten Garut.

Forum ini menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan SD  dan SMP Dinas Pendidikan Kabuapaten Garut Totong dan Wakil Ketua LP Ma'arif NU Garut E Haedar Ahmad sebagai narasumber.

Forum diskusi terbatas ini menderetkan sejumlah masalah bagi masyarakat, khususnya siswa yang mengikuti sekolah FDS, pertama, siswa di daerah akan banyak yang putus sekolah karena jarak yang begitu jauh sehingga siswa enggan pulang terlalu sore karena takut dengan kondisi perjalanan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu. Kedua, sarana ibadah di tiap satuan pendidikan belum semua memadai sehingga karakter religius akan sulit terbentuk.

Ketiga, lima hari sekolah akan mengurangi pendidikan agama di madrasah diniyah dan pondok pesantren yang menjadi paku bumi pendidikan Indonesia yang mencapai tujuh juta siswa dan santri. Keempat, kreativitas siswa akan hilang karena kegiatan ekstrakurikuler akan sulit berkembang.

Kelima, siswa akan kurang cerdas secara emosional dan spiritual karena sekolah lima hari membebankan pada kecerdasan intelektual ketimbang yang lain.

Selain masalah-masalah ini, PCNU Garut pula membuat berita acara dan surat pernyataan penolakan yang ditujukan kepada pemerintah daerah Garut melalui dinas pendidikan untuk menindaklanjuti hasil diskusi terbatas yang digelar oleh PCNU Garut yang diharapkan bisa sampai kepada pemerintah pusat sebagai aspirasi atas keresahan di daerah. (Muhammad Salim/Alhafiz K)
Jumat 16 Juni 2017 21:9 WIB
PCNU Pringsewu Terbitkan Buku Khutbah Idul Fitri 1438 H
PCNU Pringsewu Terbitkan Buku Khutbah Idul Fitri 1438 H
Pringsewu, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu mengeluarkan Buku Materi Khutbah Idul Fitri 1438 H dengan judul "Raih Kesucian Diri di Hari Yang Fitri". Buku setebal 12 halaman tersebut akan didistribusikan bagi para khotib Idul Fitri di seluruh Kabupaten Pringsewu secara cuma-cuma alias gratis.

"Kita harapkan ada keserempakan tema khutbah Id sehingga akan lebih maksimal dalam penyerapannya di masyarakat," kata Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir saat mengawali pendistribusian buku ini di Kecamatan Ambarawa, Jumat (16/6).

Penerbitan buku ini diharapkan juga dapat menjaga keabsahan khutbah di mana kadang terjadi para khatib menyusun materi khutbah sendiri, tetapi tidak lengkap dalam rukun khutbahnya.

"Terkadang ada khatib yang lebih mementingkan retorika dan rangkaian kata namun terkadang sekaligus meninggalkan atau lupa rukun khutbahnya," kata Kiai yang biasa dipanggil Gus Nawir.

Susunan materi dalam khutbah ini, lanjut Gus Nawir, diawali dengan refleksi tentang ibadah puasa dan ibadah lainnya yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Selanjutnya materi tersebut disambung dengan nuansa Idul Fitri yang mengupas tentang makna takbir.

Pada bagian ketiga, permasalahan seputar dosa serta kesalahan kepada sesama dibahas khususnya dosa kepada orang tua yang merupakan sosok paling berjasa dalam kehidupan seseorang. "Nanti pada halaman 8 buku ini kita akan merasakan bagaimana kita terbawa emosi mengingat perjuangan orang tua kita yang terkadang kita sia-siakan saat usianya sudah tua," katanya.

Oleh karenanya di samping minta maaf kepada orang lain, yang terpenting adalah mengunjungi orang tua seraya mohon maaf bersimpuh dihadapan mereka. "Jika mereka sudah tiada mari luangkan waktu untuk berziarah ke makam mereka. Mereka pasti akam sedih ketika kita tidak menziarahi makam dan mendoakannya karena hanya doa yang diharapkan mereka dialam sana," katanya.

Buku ini akan didistribusikan merata ke 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu melalui acara Safari Ramadhan. "Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat kepada umat," pungkas Gus Nawir pada Safari Ramadhan di Masjid Nurul Hasanah Ambarawa Barat tersebut. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Jumat 16 Juni 2017 19:39 WIB
Banser Tubaba Siapkan Personil Amankan Arus Mudik
Banser Tubaba Siapkan Personil Amankan Arus Mudik
Tulangbawang Barat, NU Online
Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser Tulangbawang Barat, prrovinsi Lampung, mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah mendatang dengan cara menempatkan pasukan dan personil Banser di setiap titik rawan. 

Hal ini diungkapkan Sekretaris GP Ansor  Cabang Tulang Bawang Barat Arif Nurohman, SP melalui aplikasi WA, Jum’at (16/6).

“Kami instruksikan kepada jajaran GP Ansor Tubaba bersama Banser untuk bekerjasama dengan pemerintah dan TNI/Polri, guna pengamanan arus mudik Lebaran dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menghalau kegiatan kejahatan yang bisa merusak toleransi dan berbau SARA,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada semua kader Ansor dan Banser untuk bekerjasama dengan pemerintah, Dishub, TNI/Polri untuk menghalau tindakan yang meresahkan masyarakat saat merayakan Hari Raya Idul Fitri, selain harus tetap waspada terhadap gerakan atau paham-paham yang dapat merongrong keutuhan Negara Republik Indonesia.

“Saya meminta kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk bersatupadu, mempertahankan ideologi bangsa, dan keutuhan Pancasila serta UUD 1945, dengan cara menciptakan rasa aman dan nyaman saat hari raya mendatang," pungkasnya. (Gati Susanto/Mukafi Niam)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG