IMG-LOGO
Daerah

MTs Negeri Ketanggungan Siap Bagikan 900 Paket Zakat

Senin 19 Juni 2017 17:51 WIB
Bagikan:
MTs Negeri Ketanggungan Siap Bagikan 900 Paket Zakat

Brebes, NU Online 
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Ketanggungan, Brebes menyiapkan 900 paket zakat fitrah atau sekitar 2,25 ton yang bakal dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah.  Zakat fitrah tersebut dikumpulkan dari siswa dan guru MTs Negeri Ketanggungan selama bulan Ramadhan.akan dibagikan pada malam hari raya idhul fitri 1438 Hijriyah. 

“Sekitar 80 persen zakat dari siswa dan guru berhasil terkumpul,” tutur Kepala MTs Negeri Ketanggungan Maspau, di sela buka puasa bersama dan khotmil quran Pengurus OSIS di madrasah setempat, Ahad (18/6).

Maspau menjelaskan, zakat dihimpun dari 1.082 siswa, namun yang masuk hanya sekitar 80 persen lebih dikarenakan siswa kelas 9 sudah lulus. Para siswa ada yang memberikan dalam bentuk beras 2,5 kilogram namun ada juga yang berbentuk uang. 

“Sudah menjadi tradisi, kalau malam hari raya madrasah kami membagi zakat kepada masyarakat hasil dari himpunan keluarga besar MTs N Ketanggungan,” ungkapnya.

Terkait kegiatan Pesantren Ramadhan pihaknya telah menggelar selama seminggu dengan bimbingan 10 guru pembimbing, Dalam pesantren tersebut para santri antara lain diberikan materi dasar dasar beribadah,  tayamum,  wudlu,  doa harian,  doa sholat wajib, tadarus,  sholat duha.  

“Juga dilakukan kajian kitab kuning yakni kitab safinatunnajah dan  ahlakul banin,” paparnya.
Tadarus telah mengkhatamkan 30 juz dan para siswa yang berhasil khatam, diajak buka puasa bersama sekaligus Khotmil Quran. 

Madrasah peraih penghargaan The Most Favorite Islamic School Of The Year (Sekolah Islam Favorit) dari Lembaga Indonesian Achievment Centre ini menjadi sekolah rujukan di wilayah Brebes bagian tengah. Berbagai prestasi telah baik itu di tingkat nasional maupun regional sehingga menjadi inspirasi dan informasi yang berkualitas bagi sekolah imbas di sekitarnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan prestasi siswa agar menjadi siswa yang cerdas, terampil, inovatif juga berakhlak. Madrasah ini juga memiliki kelas unggulan untuk mencetak siswa mampu bersaing di tingkat lanjutan dan masuk SMA unggulan.

“Kelas unggulan menggunakan ruang ber AC, karena proses belajarnya sampai sore.” pungkasnya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Bagikan:
Senin 19 Juni 2017 21:9 WIB
Ini Kunci Perdamaian di Indonesia
Ini Kunci Perdamaian di Indonesia

Banyuwangi, NU Online
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) Ahmad Baso mengatakan konflik persaudaraan di banyak negara sering dibalut dengan isu agama. Padahal mayoritas negara konflik diatas adalah muslim.

Demikian yang dikatakan Ahmad Baso saat menjadi narasumber dialog publik dengan tema "Islam dan Kebangsaan". Dialog digelar di Aula lantai II Kantor PCNU Banyuwangi, Jl. Ahmad Yani No. 59 Banyuwangi. Minggu (18/6) sore hingga petang.

"Bersyukur negara kita yang memiliki keberagaman agama, suku, dan ras ini masih terjalin persaudaraan dan perdamaian. Kesemuanya berkat eksistensi organisasi Nahdlatul Ulama bersama ulama-ulama Nusantara yang mengajarkan dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang ramah, bukan marah, ini kuncinya,” tuturnya.

Kiai Baso dalam kesempatan itu, juga mengajak seluruh peserta untuk mengambil hikmah dan poin terpenting dalam rangkaian video "Mahatma Gandhi 1982 in Hindi". 

Sebuah video berdurasi tiga jam sebelas menit yang mengupas perjuangan Gandhi yang turut terlibat memperjuangkan kemerdekaan India dari cengkraman Inggris.

Dan pada akhirnya perjuangan Gandhi saat remaja mulai awal hingga akhir, berakhir luluh lantak, nyaris tanpa bekas. “ Ketika dihadapkan pada konflik yang berbalut dengan isu agama. Perang antar sesama pun tak dapat dibendung, ini sebagai pembelajaran," ungkap Kiai Baso.

Untuk itu, Ia mengajak kader-kader muda NU untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas tulis-menulis khazanah islam yang mengajarkan kedamaian dalam versi bahasa inggris ataupun bahasa arab. Agar pemikiran dan hasil karya mampu memberikan rahmat bagi semesta alam.

"Saya berfikir, ada berapa persen seluruh Indonesia kader-kader NU yang suka membaca ?. Dari mereka yang suka membaca, berapa persen yang dapat menulis ,  dari mereka yang suka membaca dan menulis, berapa persen yang mampu menulis dengan bahasa inggris ataupun bahasa arab ?

Dikatakan, Kiai Baso, kader NU yang mampu membaca dan menulis bahasa Inggris ataupun bahasa arab hanya tinggal 0,000000 sekian persen. Namun dirinya tetap optimis, penulis-penulis handal yang menyuarakan islam penuh kedamaian, akan muncul dalam waktu dekat akan lahir dari bumi Blambangan Banyuwangi.

“Karena hakikinya kalian yang hadir adalah warisan cucu dari Sunan Giri. Masak kalah dengan saya, tanpa kuliah mampu menobatkan profesor Belanda dengan buku yang saya tulis versi Inggris berjudul "The Intellectual Origins Of Islam Nusantara," pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi,  Haikal Kafili mengharapkan, dengan kehadiran Kiai Baso selama dua hari di Kabupaten Banyuwangi menjadikan kader-kader NU yang berkualitas ungulan.

"Saya harap perantara dedikasi Kiai Baso, kalian menjadi kader NU yang militan, bukan kader-kader NU peletan. Karena Kiai Baso disini mengajarkan khazanah originalitas islam Nusantara yang mengajak kepada perdamaian bukan perpecahan," katanya.(M Sholeh Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Senin 19 Juni 2017 19:24 WIB
Puasa Ajarkan Persaudaran Sejati
Puasa Ajarkan Persaudaran Sejati

Bondowoso, NU Online
Hj Shinta Nuriyah istri Presiden Ke-4 Republik Indonesia,  KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengajak seluruh umat Islam untuk membangun persaudaraan dan tidak saling menggunjing sesama warga bangsa. 

Hal ini disampaikan Istri Gus Dur ini, saat buka puasa bersama di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Ahad (18/06) .

“ Lewat puasa janganlah kita menggunjing sesama warga masyarakat, warga negara. Mari kita bangun kebersamaan antar warga dan mari menjaga serta mempertahankan NKRI ini,” tuturnya menyampaikan.

Makna tertinggi puasa, lanjut Hj Sinta Nuriyah mengungkapkan adalah soal pengendalian diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. 

“ Pelajaran sejati yang diajarkan dalam puasa adalah tentang moral dan budi pekerti yang baik, dengan puasa kita diajarkan kesabaran, berbuat adil, sederhana saling berbagi, mengasihi an tolong menolong,” imbuh mantan ibu negara ini menambahkan. 

Istri mantan Ketua PBNU ini, kemudian membeberkan, setiap datang bulan puasa Ramadhan, dirinya mempunyai program sahur bersama dengan kaum dhuafa, kaum yang termajinalkan, kaum yang terpinggirkan, kaum yang tertindas. 

Kegiatan sahur bersama ini sudah dilakukannya sejak 17 tahun yang lalu, yakni sejak dirinya mendampingi Gus Dur saat menjadi Presiden Ke-4 Republik Indonesia di Istina Negara dulu.

”Biasanya kalau bulan puasa kegiatan saya selalu melakukan sahur bersama dengan tukang bakul, kuli-kuli bangunan, tukang becak, tukang ojek, pemulung, pengamen, anak jalanan, kaum nelayan dan masih banyak lagi saudara-saudara kita yang masih tertinggal. Itu kebiasaan saya," tandasnya. 

Namun dengan perkembangan waktu, kegaiatan sahur bersama  jadal semakin padat. Bahkan sebelum rapat tiga bulan menjelang puasa, yang mendaftar sudah 64 tempat. “ Jadi saya menjadi kewalahan akhirnya ada sahur, ada buka bahkan setelah taraweh,”bebernya.

Hadir dalam kegiatan buka bersama Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dengan kaum Dhuafa yang bertema "Dengan Berpuasa Kita Genggam Erat Nilai Demokrasi dan Kebhinekaan" Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Forpimda,  Forkopimka Kecamatan Wonosari, Gusdurian Bondowoso, serta Kaum Dhuafa kurang lebih 100 orang. (Ade Nurwahyudi / Muslim Abdurrahman)

Senin 19 Juni 2017 18:2 WIB
Kemeriahan Festival Musik Anak Saleh dan Bazar Murah ala Pelajar NU Karangjambu
Kemeriahan Festival Musik Anak Saleh dan Bazar Murah ala Pelajar NU Karangjambu
Tegal, NU Online
Menyemarakan bulan Ramadhan, IPNU-IPPNU Desa Karangjambu Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal menggandeng Ikatan Kreativitas Musisi Karangjambu (Ikmusik) menggagas acara yang bertajuk Festival Anak Sholeh Karangjambu (Faskar) dan Musik Bazar Ramadhan (Musbar).

Kegiatan perdana dimulai, Sabtu (17/6) yang diawali dengan ajang Festival Anak Sholeh (Faskar) dimulai pukul 08.00 s.d 11.00 Wib. Selanjutnya Musik Bazar Ramadhan (Musbar) dihelat usai waktu zuhur tepatnya pukul 14.00 wib hingga menjelang berbuka puasa.

Wakil Ketua IPPNU Karangjambu Latifah selaku Panitia Faskar menjelaskan, rangkaian acara Faskar diisi dengan beragam perlombaan di antaranya lomba pidato, tartilul Quran dan lomba azan dengan peserta anak-anak berusia 7-14 tahun.

"Selain memeriahkan bulan Ramadhan, Faskar dimaksudkan sebagai ajang mencari bakat anak-anak saleh Desa Karangjambu," ujarnya.

Menurut Latifah, sebanyak 54 anak turut berkompetisi dalam ajang ini. Mereka terdiri atas 12 peserta lomba pidato, 26 peserta lomba tartil Al-Quran, dan 16 peserta lomba azan. "Dengan acara ini kami berharap para orang tua dapat memotivasi anaknya agar bisa mandiri dan memiliki potensi," katanya.

Sekretaris Ikmusik Ega Tria Putri menambahkan, kegiatan Musik Bazar Ramadhan (Musbar) diisi sejumlah kreasi seni musik oleh musisi-musisi Karangjambu dan tarian kreasi dari pemuda pemudi setempat. Dalam ajang itu juga terdapat bazar sembako murah, penjual makanan berbuka, penjual pakaian, sandal, dan lainnnya.

"Diharapkan ajang ini dapat mempererat tali silaturahmi dan menampung bakat-bakat yang ada di Desa Karangjambu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangjambu, Mualimin menyambut positif ajang kreativitas yang digagas IPNU-IPPNU dan Ikmusik Desa Karangjambu dalam mengisi momentum bulan suci Ramadhan.

"Dengan kegiatan ini, diharapkan pemuda pemudi di Karangjambu menjadi aktif sebagai benteng agar terhindar dari hal negatif seperti narkoba," kata Mualimin.

Ajang kreativitas ini akan meramaikan hari-hari warga Karangjambu di bulan Ramadhan. Pasalnya kegiatan bakal berlangsung hingga Jum'at (23/6) mendatang. Acara turut diisi kuliah Ramadhan menjelang berbuka puasa oleh para ustadz setempat. (Hasan/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG