IMG-LOGO
Nasional

Quraish Shihab Ingatkan Pentingnya Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Ahad 25 Juni 2017 11:26 WIB
Bagikan:
Quraish Shihab Ingatkan Pentingnya Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
jamaah shalat idul fitri di Istiqlal (25/6)
Jakarta, NU Online
Khatib shalat Idul Fitri di masjid Istiqlal Quraish Shihab mengingatkan bahwa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air adalah fitrah (naluri) manusia.

"Tanah air adalah ibu pertiwi yang sangat mencitai kita sehingga mempersembahkan segalanya buat kita, kita pun secara naluriah mencintainya. Itulah fitrah, naluri manusiawi, karena itu hubbu al-wathan minal iman, cinta tanah air adalah manifestasi dan dampak keimanan," kata Quraish di masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad.

Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta putrinya Kahiyang Ayu dan putranya Kaesang Pangarep ikut melaksanakan shalat Id di masjid tersebut. 

Bersama Presiden dan keluarga, hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri Happy Farida, serta para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat.

"Tanah air kita terbentang dari Sabang sampai Merauke harus dibangun dan dimakmurkan serta dipelihara persatuan dan kesatuannya," tambah Quraish.

Persatuan dan kesatuan menurut Quraish adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai karena sebaliknya, perpecahan dan tercabik-cabiknya masyarkat adalah bentuk siksa Allah.

Kesatuan itu menurut Quraish memiliki tiga arti.

"Pertama, kesatuan seluruh makhluk karena semua makhluk kendati berbeda-beda namun semua diciptakan dan di bawah kendali Allah," ungkap Quraish.

Arti kedua adalah, karena semua manusia berasal dari tanah sehingga semua manusia harus dihormati kemanusiannya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat walau mereka durhaka.

"Memang jika ada manusia yang menyebarkan teror, mencegah tegaknya keadilan, menempuh jalan yang bukan jalan kedamaian, maka kemanusiaan harus mencegahnya," jelas Quraish.

Arti ketiga adalah kesatuan bangsa meski berbeda agama, suku, kepercayaan maupun pandangan politik.

"Mereka semua bersaudara, berkedududukan sama dari kebangsaan. Kesadaran tentang kesatuan dan persatuan itulah yang mengharuskan kita duduk bersama bermusyawarah demi kemaslahanan dan itulah makna 'kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'," tambah Quraish. (Antara/Mukafi Niam)
Bagikan:
Ahad 25 Juni 2017 20:34 WIB
Pagar Nusa Kutuk Aksi Penyerangan terhadap Polisi di Sumut
Pagar Nusa Kutuk Aksi Penyerangan terhadap Polisi di Sumut
ilustrasi: topik.id
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak SIlat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa M. Nabil Haroen menagatakan, aksi teroris mengandaikan kericuhan atau tidak stabilnya tatanan sosial. Oleh karena itu, Pagar Nusa mengutuk keras aksi penyerangan pos polisi di Sumatra Utara, Ahad (25/6). 

Sebagaimana diketahui, penyerangan dilakukan dua orang terhadap aparat kepolisian di Pos Polisi Sumatra Utara, mengakibatkan seorang polisi meninggal. Sementara, satu penyerang tewas ditembak dan seorang lainnya dilumpuhkan dengan tembakan. 

"Selama ini, polisi telah bekerja keras dalam menjaga perdamaian dengan mengajak masyarakat sebagai mitra. Polri telah bertransformasi, menjadi institusi yang setia menjaga NKRI," terang Nabil melalui siaran pers. 

Nabil menilai, para pelaku teror ingin menyerang simbol-simbol pertahanan negara. "Ini jelas tindakan penyerangan yang berusaha menggempur psikologi aparat keamanan, juga memberi tekanan untuk melumpuhkan pilar keamanan negara. Ini berbahaya, jika polisi terus menerus menjadi sasaran penyerangan," ungkap Nabil. 

Penyerangan terhadap aparat kepolisian di Pos Sumatra Utara, hanya berselang sekitar sebulan dari bom bunuh diri di Kampung Melayu. Bom Kampung Melayu juga menyerang aparat kepolisian, dan mengakibatkan anggota polisi meninggal serta beberapa luka-luka. 

Pagar Nusa, ungkap Nabil Haroen, siap bergerak untuk melawan aksi penyerang atau pelaku teror. "Pagar Nusa sudah mengkomando pasukan agar siaga. Jika dibutuhkan, dalam waktu cepat kami akan melakukan gerakan untuk menjaga keamanan," terang Nabil. 

Nabil mengaku Pagar Nusa telah melakukan komunikasi intensif dengan Kapolri, petinggi TNI, serta pejabat teras dari lingkungan Kementerian Pertahanan. "Polri dan segenap aparat keamanan Indonesia, didukung warga untuk mengamankan negara. Ini tugas kita bersama, membantu kepolisian dan aparat keamanan Negara Indonesia untuk menjaga negeri ini agar tetap damai," jelas Nabil. 

Pagar Nusa, lanjut Nabil, telah menyiagakan tiga juga pendekar yang siap bergerak dengan komando khusus. Jaringan kader dan pendekar Pagar Nusa ini, tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Ahad 25 Juni 2017 18:2 WIB
Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras
Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras
Pekalongan, NU Online
Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengeluarkan zakat sebanyak 130 ton beras pada malam Idul Fitri 1438 H.

Pengeluaran zakat Habib Luthfi tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebanyak 68 ton beras dari tahun sebelumnya.

Dari zakat yang dikeluarkan, Habib Luthfi menyalurkan kepada panti panti asuhan yatim piatu di wilayah Pekalongan dan sekitarnya dengan dibantu puluhan santri, armada 6 truk dari Brigif 407 dan Brimob Pekalongan sebanyak 2 truk serta puluhan armada kecil.

Penanggung jawab penyaluran zakat, Fatkhurrohman, kepada NU Online mengatakan, untuk tahun ini memang ada peningkatan yang cukup banyak bila dibanding tahun lalu dan semuanya berasal dari pribadi Habib Luthfi bin Yahya.

"Apa yang telah dilakukan Habib Luthfi merupakan kegiatan rutin setiap malam Idul Fitri dan itu dilakukan sudah berjalan cukup lama," ujar Fatkhurrahman.

Dikatakan, disamping didistribusikan kepada panti panti asuhan yatim piatu dan pondok pesantren, Habib Luthfi juga secara rutin mengirimkan zakatnya ke polsek-polsek di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Pendistribusian zakat dimulai sejak usai shalat maghrib dan ditargetkan rampung sekitar jam 3 pagi disaksikan langsung oleh Habib Luthfi di kediamannya di Jalan dr Wahidin Gang Noyontaan 7 Pekalongan Jawa Tengah. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Ahad 25 Juni 2017 9:7 WIB
Banser Ikut Atur Ketertiban di Istiqlal
Banser Ikut Atur Ketertiban di Istiqlal
Banser ikut atur ketertiban di Istiqlal
Jakarta, NU Online
Dalam rangka ikut mengatur ketertiban pada pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, sebanyak 50 anggota Banser dari wilayah Jakarata Pusat diterjunkan untuk membantu menjaga ketertiban di masjid terbesar di Indonesia ini. Mereka membantu mengarahkan jamaah yang akan memasuki masjid mengingat padatnya lokasi ini pada Ahad pagi (25/6). Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla juga shalat Ied di masjid ini.

Widiatmo, salah satu Banser yang ditemui NU Online menjelaskan, yang bertugas di Istiqlal memang difokuskan dari Jakarta Pusat karena Banser dari daerah Jakarta lainnya fokus membuka posko mudik di masing-masing wilayah, khususnya di terminal pemberangkatan bis antarkota seperti di Lebak Bulus, Pulogebang, dan Kalideres. 

Ia juga menjelaskan, pada malam takbiran, anggota Banser ikut menjaga pelaksanaan takbir keliling yang berlangsung di seluruh Jakarta. 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Shalat Idul Fitri yang berlangsung di Isqiblal dipenuhi jamaah yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Banyak orang datang bersama keluarganya, dan seusai shalat, tak lupa mereka berswafoto untuk membuat kenangan indah di Lebaran kali ini. Sebagian besar terlihat dengan baju yang baru. Banyak juga yang berseragam atau dalam satu rombongan memakai motif yang sama.

Khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh KH Quraisy Shihab menekankan pesan untuk menghargai perbedaan karenap perbedaan itu rahmat. Jika Allah menghendaki, Allah bisa membuat seluruh manusia seragam, tetapi Allah membuat manusia bersuku-suku dan bergolong-golongan agar saling belajar, demikian salah satu pesan yang disampaikan. (Mukafi Niam) 


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG