IMG-LOGO
Nasional

Gelar Apel 1000 Pendekar, Pagar Nusa Siagakan Barisan

Senin 3 Juli 2017 11:51 WIB
Bagikan:
Gelar Apel 1000 Pendekar, Pagar Nusa Siagakan Barisan
Sragen, NU Online
Pagar Nusa menggelar apel dan Silaturahmi 1000 pendekar di Sragen, Jawa Tengah. Agenda ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (2/07/2017).

Hadir dalam agenda ini, Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, Wakil Ketua Umum Pagar Nusa, M. Athoillah, dan Bupati Sragen. Dalam apel ini, sekitar 1000 pendekar merapatkan barisan setelah sebelummya diselenggarakan ziarah bersama di beberapa makam ulama.

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, di hadapan ribuan pendekar Pagar Nusa, menegaskan tentang pentingnya silaturahmi dan komando organisasi. "Saat ini, bangsa Indonesia sedang terancam oleh gerakan teror dari ekstremis yang berideologi agama. Penyerangan terhadap aparat kepolisian di Kampung Melayu Jakarta, Sumatra Utara dan Masjid di kawasan Blok M Jakarta menjadi sinyal bahaya. Teror ini diarahkan ke aparat kepolisian untuk meruntuhkan mental," jelas Nabil Haroen.

Dalam analisanya, Nabil Haroen menilai jika teroris dan ekstrrmis menyerang polisi, maka yang dicari adalah ketidakstabilan keamanan negara. "Ketidakstabilan inilah yang berbahaya, yang menjadi tujuan teror. Jika keamanan negara tidak stabil, maka kesatuan dan kedaulatan menjadi terancam," tegas Nabil.

Nabil juga menjelaskan tentang potensi bahaya dari gerakan teror di Marawi, Filiphina, yang sangat dekat dengan Indonesia. "Tren sekarang, ISIS sudag terbongkar berbagai kedok serangan dan jaringannya. Di beberapa kawasan, ISIS sudah lemah legitimasi ideologinya. Namun, ancaman radikalisme dan terorisme tetap ada, yang menyasar Asia Tenggara. Kita perlu waspada," terang Nabil.

"Pagar Nusa harus merapatkan barisan, kita perlu bergerak cepat untuk mengkonsolidasi jaringan pendekar. Tiga juta pendekar Pagar Nusa siap mengawal negara, membantu aparat keamanan dan pemerintah menjaga NKRI, serta mengabdi kepada kiai," terang Nabil.

Apel Akbar Pagar Nusa, dalam waktu dekat, akan juga diselenggarakan di beberapa provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan beberapa kawasan di luar Jawa. (Abdullah Alawi)
Bagikan:
Senin 3 Juli 2017 23:45 WIB
Wadah Kreativitas Pemuda, Menpora Dukung Bengkel Kreatif Hello Indonesia NU
Wadah Kreativitas Pemuda, Menpora Dukung Bengkel Kreatif Hello Indonesia NU
Tangerang Selatan, NU Online
Menpora Imam Nahrawi didampingi isteri Shobibah Rohmah menghadiri peresmian Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj, di Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (3/7) malam.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti disaksikan pula oleh isteri Ketum PBNU Nur Hayati Abdul Qadir, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud, dan Sekjen PBNU Hilmy Faishal Zaini.
 
BKHI digagas oleh Yayasan Seni Untuk Bangsaku (SUB) yang didirikan Mohamad Holis Satriawan salah satu Ketua Lesbumi NU sebagai wadah kreatifitas anak muda khususnya kaum santri yang tidak hanya sekedar gagasan namun lebih pada karya nyata generasi produktif yang mampu bersaing di era global milenial saat ini serta mendatang.
 
Seusai berkeliling area bengkel kreatif, dimulai dari bengkel kerajinan dengan unggukan pernak-pernik hiasan yang menggiurkan, bengkel lukis dengan berbagai aliran karya kanvas, bengkel tenun tradisional NTT dengan alunan sasandonya, dan karya-karya batu yang mempesona hampir terpajang diseluruh halaman, dapatkah disimpulkan bahwa BKHI ini memang merupakan ikon baru kreatifitas anak muda yang pantas dibanggakan.

"Bengkel Kreatif Hello Indonesia ini merupakan ikon baru kreatifitas anak muda yang membanggakan dan perlu digaungkan keseluruh anak muda penjuru tanah air," ucap Menpora. 
 
Ada spesifikasi khusus dimana kaum santri yang menjadi bagian pemuda Indonesia diajak berkarya dan membangun kemandrian. Program pelatihan diadakan di bengkel ini guna melatih berbagai ketrampilan yang pada akhirnya memiliki kemandirian ekonomi hingga pelosok pedesaan. Kesemuanya dikemas dalam Program Santri Produktif Mandiri Desa yang sejalan dengan program-program pemerintah baik di Kemenpora maupun Kemendes PDTT.
 
Acara semakin bermakna dengan Tausyiah Budaya oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj yang menekankan bahwa sinergi islam dan nasionalisme perlu terus digelorakan. "Nasionalisme bagian dari keimanan, hanya dengan islam yang ramah, santun, bersinergi dengan budaya keberadaan bangsa ini semakin kokoh dan bermartabat," pesannya.
 
Kemeriahan kian menjadi puncak seiring dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur ulang tahun Ketum PBNU KH Said Agil Siroj yang ke-64, teriring doa dari semua yang hadir semoga penuh keberkahan Allah dan selalu dilimpahkan kesehatan dalam memimpin NU dan berkontribusi terhadap Bangsa Indonesia. 
 
Hadir berbagai kalangan, Stafsus Bidang Pemuda Zainul Munasichin, Stafsus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Anggia Ermarini, Anggota DPR RI sekaligus bertindak sebagai MC Krisna Mukti dan Arzeti Bilbina, Kapolres Tangsel Fadli Widiyanto, dan Selebriti Ray Sahetapy. (Red: Fathoni)
Senin 3 Juli 2017 20:3 WIB
Besok Haul Ke-117 KH Sholeh Darat
Besok Haul Ke-117 KH Sholeh Darat
Semarang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang bersama Pengajian Ahad Pagi 1939 dan Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (KOPISODA) menggelar Haul ke-117 mahaguru ulama Nusantara KH Sholeh Darat besok pagi (Selasa, 4/7) di makam Bergota Semarang.

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh ulama, habaib, pemerintah, dzuriyah Mbah Sholeh dan santri dari berbagai daerah. Mauidzah hasanah akan disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah KH Dr Ahmad Daroji. Sebelumnya digelar khatmil qur'an, pembacaan surat Yasin dan tahlil serta sambutan dari Wali Kota Semarang.

Haul ini dalam rangka mengenang kembali jasa besar Kiai Sholeh Darat yang sukses membina komitmen ilmu pengetahuan agama dan mendadar muridnya hingga jadi tokoh bangsa. "Kiai Sholeh Darat memang banyak memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia," tegas Ketua PCNU, KH Anasom.

Meniru jejak keilmuan Mbah Sholeh memang sangat diperlukan. Sebab, kitab-kitab yang ditinggalkannya dengan berbagai ragam keilmuan akan menguatkan wawasan keagamaan dan kebangsaan. "Mbah Sholeh sangat konsisten dan tegas dalam soal ilmu" pungkas Kiai Anasom.

Sesuai kesepakatan para kiai, haul Mbah Sholeh dilakukan sejak 1955 setiap 10 Syawwal. "Tanggal wafatnya Mbah Sholeh Darat adalah 28 Ramadhan 1321 H, tapi para Kiai sepakat acara haul digelar 10 Syawwal," lanjut dosen UIN Walisongo ini.

Haul ini juga menjadi ajang meneladani figur Mbah Sholeh yang sukses mencetak ulama besar se-Indonesia. "Pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Muhammadiyyah pernah menjadi murid Mbah Sholeh, termasuk RA Kartini," ungkap Ketua KOPISODA, KH In'amuzzahidin Masyhudi.

Para peziarah yang ingin mengikuti haul diharapkan sudah dalam kondisi berwudlu dan membawa Al-Qur'an. "Akses keamanan parkir kendaraan sudah disiapkan oleh polisi, Banser Kota Semarang dan Linmas," pungkas kiai In'am. (Rikza/Zulfa/Abdullah Alawi)


Senin 3 Juli 2017 16:0 WIB
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya
Ilustrasi (tribunnews)
Tegal, NU Online
Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

"Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat," ujarnya pada Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, di Masjid Jami Asy-Syukur, Sabtu (1/7).

Marsudi mencontohkan, prosesi aqiqah adalah budaya yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau unta. Kemudian darahnya diusapkan di wajah.

"Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi. Begitulah jugs cara NU menerima budaya," ungkapnya.

Menurut dia, di Indonesia, banyak sekali budaya masyarakat yang cocok dengan ajaran Islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh ulama terdahulu sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan umat Islam di Indonesa.

"Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat Islam yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya Timur Tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta Nahdliyin selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu," tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan qori internasional H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan yatim dan dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan/Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG