Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara

Kamis, 06 Juli 2017 18:01 Halaqoh

Bagikan

GP Ansor Lakukan Rekontekstualisasi Islam Nusantara
Dalam rangka apa GP Ansor ke Amerika Serikat?

Melanjutkan gagasan “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” yang diangkat sebagai tema Muktamar NU Agustus 2015 di Jombang dan Deklarasi Nahdlatul Ulama di ISOMIL Mei 2016 serta Deklarasi GP Ansor di Global Unity Forum yang dihelat sehari pasca ISOMIL, maka pada 21-22 Mei 2017 GP Ansor mengadakan Halaqah Internasional di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Halaqah yang menghadirkan ulama dan pembicara dari dalam dan luar negeri serta diikuti oleh 300 kiai/nyai muda ini menghasilkan Deklarasi Ansor tentang Islam untuk kemanusiaan (Humanitarian Islam, Al-Islam lil Insaniyyah).

Deklarasi Humanitarian Islam yang terdiri dari 112 poin ini berisi pandangan GP Ansor tentang akar masalah kemelut di dunia Islam dan problem dunia yang terkait dengan isu Islam dan pihak-pihak (aktor negara dan nonnegara) yang terlibat. Deklarasi ini juga memuat solusi atas masalah tersebut serta peta jalan solusi atas masalah-masalah tersebut. Prinsipnya adalah pentingnya rekontekstualisasi ajaran Islam dalam penyelesaian masalah-masalah terkait Islam dewasa ini sebagaimana teladan sejarah yang diwariskan para wali dan pengalaman rekontekstualisasi Islam (Nusantara) dalam realitas Indonesia modern.

Pada 26-29 Juni 2017, KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Syuriyah PBNU yang juga Emissary GP Ansor untuk Dunia Islam, dan Adung Abdul Rochman, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, berada di Washington DC dalam rangka mempromosikan Humanitarian Islam ke berbagai pihak strategis; pengambil kebijakan AS, tokoh-tokoh negarawan AS, lembaga think thank, lembaga interfaith, Dubes Afghanistan dan seterusnya. Ikut mendampingi dalam agenda tersebut Charles Holland Taylor yang juga Emissary GP Ansor untuk PBB, AS dan Eropa.                                                                        

Bagaimana tanggapan mereka?                        

Merespon dengan sangat positif. Mereka bahkan mengusulkan kita membuka kantor di Washington DC untuk menguatkan promosi Humanitarian Islam ini ke pengambil kebijakan dan kelompok strategis di AS dan diterimanya inspirasi gagasan dari Indonesia ini ke seluruh dunia.                        

Mendapatkan respon semacam itu, apakah GP Ansor akan membuka kantor di sana?                        

GP Ansor akan buka Kantor Pusat Humanitarian Islam di Jakarta dan kantor di Washington. Akan diputuskan dalam Rapat Harian PP GP Ansor dalam waktu dekat.                        
Apa pentingnya kunjungan itu dengan tujuan AS? Maksudnya kenapa AS yang dipilih, tidak negara-negara lain?                        

Iya, nanti akan kita ke negara-negara lainnya.                        

Humanitarian Islam itu bagaimana sebenarnya?                        

Humanitarian Islam bisa dimaknai sebagai gerakan global yang didedikasikan untuk kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan, perdamaian dunia dan harmoni peradaban yang terinspirasi oleh Islam rahmatan lil-'alamin, yang dimanifestasikan dengan merekontekstualisasi ajaran Islam sesuai dengan realitas kekinian. Humanitarian Islam tidak akan berusaha menjadi ideologi supremasis yang akan menaklukkan siapapun, juga tidak datang untuk menghancurkan, dan oleh karenanya mencegah penyalahgunaan agama untuk mempromosikan kebencian, supremasi dan kekerasan sektarian.