Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

14 Tahun NU Online

Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online

Rabu, 12 Juli 2017 17:48 Nasional

Bagikan

Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online
Jakarta, NU Online
Tepat pada 11 Juli 2017, Situs Resmi Nahdlatul Ulama, NU Online telah menginjak usia 14 tahun. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kebanggaanya dengan ikut memotong kue ulang tahun NU Online pada Rabu (12/7/2017) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

Pada kesempatan yang dibarengi dengan kegiatan halal bihalal dan sarasehan Netizen NU tersebut, Kiai Said mengatakan bahwa NU Online lahir atas prakarsa teman-teman muda NU dibimbing oleh para tokoh senior akan pentingnya dakwah Islam moderat di dunia maya.

“Selamat Harlah ke-14. NU Online ini lahir atas jasa As’ad Said Ali dan kawan-kawan jauh sebelum saya menjadi ketua umum. NU Online dan temen-temen Netizen NU sangat berjasa dalam mendakwahkan Islam ramah di dunia maya,” jelas Kiai Said di hadapan hadirin yang memadati ruang acara.

Peringatan Harlah ke-14 NU Online, halal bihalal, dan sarasehan Netizen NU ini dihadiri oleh Waketum PBNU Maksoem Mahfoedz, Ketua PBNU Robikin Emhas, Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Intelektual Muda NU Ulil Abshar Abdalla, Pengamat Media Jose Rizal, Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, Direktur NU Online Savic Alielha, dan Pemred NU Online Ahmad Mukafi Niam serta para aktivis media sosial.

Savic Alielha menerangkan, saat ini media sosial sebagai alat penyebar dan memproduksi informasi telah banyak diwarnai oleh informasi yang tidak sehat, baik itu berita palsu (hoax) maupun kampanye-kampanye radikal.

Dia bercerita ketika setiap hari membuka akun media sosial miliknya, baik Twitter, Facebook, dan Instagram. Ia mengaku tidak sedikit yang pekerjaannya cuma mem-bully dan menuduh dengan perkataan yang tidak patut. Savic mendorong aktivis agar membesarkan media yang dikelolanya.

“Dari 10 besar website keislaman dengan pembaca terbanyak, hanya NU Online satu-satunya yang moderat. NU Online membutuhkan teman,” jelas Savic.

Sebelumnya, Pemred NU Online Ahmad Mukafi Niam dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan sumber daya yang ada, NU Online terus berkomitmen menyajikan konten keislaman moderat dan informasi aktual serta berimbang. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pembaca yang mendukung kemajuan NU Online selama ini. (Fathoni)