IMG-LOGO
Nasional

Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS

Rabu 12 Juli 2017 19:17 WIB
Bagikan:
Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS
Jakarta, NU Online
Nihayatul Wafiroh meminta presiden segera mengganti Permendikbud No.23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dengan PP atau Perpres. Anggota DPR RI ini menilai bahwa peraturan tersebut telah menimbulkan masalah baru bagi sistem pendidikan kita dan menimbulkan keresahan di masyarakat. 

'Seharusnya peraturan dibuat memudahkan dan menyesaikan permasalahan yang dihadapi, bukan menimbulkan kekacauan dan keresahan seperti ini' tegas Wasekjend PKB ini. 

Berbagai permasalahan yang ditimbulkan dari kebijakan penerapan sekolah 8 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu atau yang dikenal fullday school diantaranya adalah tercerabutnya anak-anak dari lingkungan sekitarnya. Seakan-akan hidup anak-anak adalah sekolah. Misalnya, dengan sehari penuh di sekolah waktu untuk bermain dengan teman-teman sekampung jadi sangat terbatas. Belum lagi anak-anak yang harus membantu orang tuanya mengembala binatang di sawah. Selain itu, mengancam keberadaan madrasah diniyah yang selama ini telah terbukti membangun karakter mulia bagi generasi kita. Dengan demikian kebijakan FDS bias kota. Condong berpihak pada keseharian rumah tangga di kota yang orang tuanya bekerja seharian di luar rumah dan libur Sabtu minggu. 

Penolakan terhadap Permendikbud ini juga telah disuarakan berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari ikatan santri di Jawa Timur, Ikatan Alumni Santri berbagai pesantren, Forum Diniyah,  pembaca berbagai media.

“Apa tidak cukup kritikan-kritikan tersebut membuka hati nurani bapak menteri. Jangan membuat kegaduhan. Kita butuh peraturan yang dapat menyelesaikan masalah bukan sebaliknya,” pungkasnya. Red: Mukafi Niam
Tags:
Bagikan:
Rabu 12 Juli 2017 20:2 WIB
Kiai Said Ungkap Pencetus Istilah Halal Bihalal
Kiai Said Ungkap Pencetus Istilah Halal Bihalal
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan sejarah penamaan Halal bi halal yang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia. 

"Halal bihalal ini ciri khas Islam Nusantara. Ini silaturahim,"kata Kiai Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan pada acara Halal bi Halal dan Sarasehan Netizen NU sekaligus Harlah ke-14 NU Online di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/7).

Manurut dia, yang memberi nama halal bihalal itu adalah salah seorang pendiri NU, Kiai Wahab Chasbullah tahun 1948 atas permintaan Bung Karno. 

Istilah itu diterima dengan baik dan selalu digunakan hingga sekarang. Bahkan semakin populer. Kepopuleran istilah itu sampai tingkat regional atau wilayah ASEAN. 

Kiai Said melanjutkan, halal bihalal adalah warisan Islam Nusantara. Islam bukan hanya menghormati budaya, tapi Islam yang yang dibangun di atas infrastruktur budaya. 

"Kemudian kita pertahankan, kita perkuat sebagai infrastruktur agama," ujarnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Rabu 12 Juli 2017 19:52 WIB
14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman
14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman
Jakarta, NU Online 
Direktur NU Online Savic Ali mengatakan, di usia 14 tahun, NU Online terus konsisten untuk menyampaikan konten Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang bervisi damai dan kebangsaan. Saat ini, NU Online berada pada posisi lima besar media Islam dan mengatasnamakan Islam di Indonesia. 

Hal itu, di satu sisi menggembirakan, tapi di sisi lain sangat disayangkan. Menurut Savic, disebut menggembirakan karena itu berarti NU Online masih diterima pembaca dan terus meningkat. 

Disebut disayangkan karena pada lima besar situs populer Islam itu, hanya NU Online yang memiliki komitmen Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang bervisi damai dan kebangsaan. Bahkan, hingga posisi 20, tak ada yang sevisi dengan NU Online.   

“NU Online butuh teman,” katanya pada saat ia menjadi moderator Halal Bihalal dan Sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Hal ini, menjadi tantangan besar para netizen NU untuk tetap menjaga konsistensi NU dan mengupayakan menemaninya dengan situs-situs lain yang bervisi serupa. Karena, kalau dibiarkan, masyarakat Muslim Indonesia akan mengkonsumsi konten-konten dari kelompok yang tidak bervisi Islam damai dan kebangsaan.

Menurut dia, jika situs-situs semacam itu menjadi konsumen masyarakat kota, terutama anak muda, terbukti melahirkan generasi muda yang merasa paling islami, merasa paling benar dan perilaku kasar jika bertemu dengan pendapat yang berbeda dengannya.

“Kita berharap NU Online jadi nomor satu dan punya teman, jaringannya,” kata peria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu.  

Soal jaringan, menurut dia, NU besar bukan karena strukturnya, tapi jaringan pesantrennya yang ada di mana-mana. 

“NU besar karena jaringan pesantren. Keberhasilan NU Online juga karena jaringan,” pungkasnya. 

Pemimpin Redaksi NU Online A. Mukafi Niam juga berharap hal yang sama, sebagai sumber informasi warga NU dan Muslim moderat, NU Online akan bersinergi dengan para netizen NU untuk membangun kekuatan dengan untuk Islam rahmatan lilalamin dan Indonesia damai.

“Empat belas tahun, NU Online memasuki usia remaja, harus banyak belajar,” katanya.  (Abdullah Alawi)

Rabu 12 Juli 2017 18:21 WIB
14 Tahun NU Online
Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu
Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mendorong agar aktivis NU terutama yang berjuang melalui dunia maya menjadi aktivis yang mampu memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu.
 
“Para aktivis NU baik yang berada di struktural maupun kultural hendaknya memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu. Karena ini menjadi inti dari tujuan bernegara, berserikat, dan berkumpul,” kata Sekjen dalam sambutan halal bihalal dan sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan harlah NU Online ke-14, Sekjen juga menegaskan NU yang terus membangun tradisi silaturahim antar-kelompok akan menjadi kekuatan luar biasa. Hal itu dikuatkan pula bahwa sejak didirikannya, NU mengemban dua amanat, sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan.
 
“Amanat keagaaman adalah menyebarkan Islam yang moderat dan penuh damai. Dan kedua adalah amanat watoniyah (kebangsaan). Ini peran yang dimiliki dan dilaksakanan oleh ulama NU,” kata Helmy.

Selain itu, Sekjen juga mendorong aktivis NU melalui media online harus memberikan warna Islam untuk mengajak atau berseru kepada jalan Tuhan dengan cara yang baik.

Ia mengapresiasi kegiatan kopdar Netizen NU yang dilangsungkan di beberapa  tempat telah membuktikan kesiapan aktivis NU dalam penyiapan konten yang dapat menjadi bahan kontra narasi yang menjadi tren global saat ini.

“Terimakasih atas partisipasi aktif melalui media yang dimiliki. Media online saat ini menjadi mainstrem baik dalam kebijakan maupun interaksi masyarakat yang satu dengan lainnya. Mari kuatkan barisan menuju Indonesia yang adil makmur berdaya di masa datang,” pinta Sekjen.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi NU Online Ahmad Mukafi Niam menyampaikan NU Online didirikan 11 Juli 2003. Harlah ke-14 tahun ini menandakan NU Online masih berada di usia remaja. Karenanya NU Online akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas dan khidmah untuk NU.

Niam menyampaikan untuk itu NU Online terus bersinergi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk menghadapi kekuatan di luar NU yang bisa jadi tidak sama dengan apa yang diperjuangkan NU.
 
“Kami berharap ke depan NU Online dan Netizen NU serta semua pihak terus bekerjasama dengan membangun kolaborasi mencapai tujuan yaitu Indonesia yang damai, dan menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG