::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lebih Baik Mana, Batik untuk Shalat atau Gamis untuk Demo?

Kamis, 13 Juli 2017 07:02 Nasional

Bagikan

Lebih Baik Mana, Batik untuk Shalat atau Gamis untuk Demo?
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, Islam Nusantara adalah Islam yang dibangun di atas budaya. Budaya dipertahankan, bahkan diperkuat sebagai penyangga agama. Makanya NU mempertahankan pakaian sarung dan batik, misalnya, sebagai warisan budaya bangsa ini, yang bisa digunakan untuk shalat.

“Sarung, batik, itu budaya untuk shalat; bagus, kan? Itu adalah budaya untuk agama,” katanya  pada Halal Bihalal dan Sarasehan Netizen NU di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Lalu bagaimana dengan gamis yang digunakan untuk demonstrasi yang memiliki tujuan untuk politik? Menurut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak, serta di Ummul Qurra Arab Saudi, berarti itu adalah simbol agama dimanfaatkan untuk politik, kepentingan sesaat. Namun, jika gamis digunakan untuk shalat, itu baik.

“Yang benar adalah budaya untuk agama, politik untuk agama, bisnis untuk agama, boleh! Jangan agama untuk politik,” katanya. 

Ia menjelaskan, dengan politik untuk agama, seseorang yang berbisnis berarti sebagian hartanya akan disisihkan untuk agama. Seorang politikus akan menggunakan partainya untuk memperjuangkan kepentingan agama.Bukan sebaliknya. (Abdullah Alawi)