Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jokowi Silaturahim dengan Sembilan Ulama di Istana

Kamis, 13 Juli 2017 14:51 Nasional

Bagikan

Jokowi Silaturahim dengan Sembilan Ulama di Istana
Jakarta, NU Online 
Presiden RI H. Joko Widodo menerima sembilan ulama di Istana Negara, Jakarta (11/7). Rombongan ulama dipimpin Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin yang juga Rais 'Aam PBNU. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. 

Menurut Kiai Ma'ruf, kedatangan ulama dalam rangka persiapan deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathon dan Halaqah Nasional Alim Ulama, Kamis-Jumat (13-14/7) di Hotel Borobudur Jakarta. Halaqah Nasional dijadwalkan dihadiri dan dibuka Presiden Joko Widodo. 

"Jadi, kita besok itu ada deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathon. Artinya itu, cinta pada negara. Ketuanya, Kiai Mustofa Aqil, kalau saya Dewan Pembina," katanya di kompleks Istana Presiden. 

Selain Kiai Ma'ruf, ada KH Miftahul Akhyar (Jawa Timur), KH Ali Akbar Marbun (Medan, Sumatera), KH Mustofa Aqil (Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon). Turut hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. Hadir pula, KH Wafie Maimoen Zubair (Sarang, Rembang), KH Zuhrul Anam Hisyam (Leler, Banyumas) serta KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam (Denanyar, Jombang) dan KH Ali Khaidar (Sarang, Rembang). 

Sekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi mendampingi pertemuan tersebut dengan sejumlah pengurus lainnya. Menurut rencana, Halaqah Nasional Alim Ulama akan menghadirkan Presiden RI Ke-5, Megawati Soekarnoputri, Kepala BIN, Budi Gunawan sebagai pemateri. 

KH Zuhrul Anam Hisyam memandang positif pertemuan tersebut. Secara tersirat bisa dimaknai, sinergi pemerintah (umara) dan ulama berjalan saling mendukung. 

"Semoga pertemuan dan Halaqah Alim Ulama nanti, membawa manfaat, maslahat untuk umat," katanya berharap. (Red: Abdullah Alawi)