::: Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Hj Masturah, istri KH Idam ChalidĀ  (ketum PBNU 1952-1984), Kamis (13/7), wafat di RS Pondok Indah Jakarta ::: SimakĀ berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hari Ini, Dua Kiai NU Madura Wafat

Sabtu, 15 Juli 2017 07:02 Daerah

Bagikan

Hari Ini, Dua Kiai NU Madura Wafat
Madura, NU Online
Madura berduka. Dua kiai kharismatik meninggal dunia, Sabtu (15/7). Keduanya diketahui pimpinan tertinggi di PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan. Keduanya ialah KH Ahmad Basyir AS selaku Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep dan KH Mannan Fadhaly selaku Pengasuh Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Kedua ini diketahui pimpinan tertinggi di NU. Kiai Basyir adalah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sumenep. Sementara Kiai Mannan merupakan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pamekasan.

Kabar duka ini langsung menyebar di media sosial semacam WhatsApp, facebook, dan twitter. Semuanya mendoakan Kiai Basyir dan Kiai Mannan diterima di sisi Allah SWT.

"Saat ini posisi janazah sudah melewati Suramadu," ujar KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Sehari sebelumnya, Kiai Basyir yang berumur lebih 80 tahun masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Almarhum akan dikebumikan usai shalat Ashar di kompleks pasarean keluarga besar Annuqayah.

"Alumni mohon mendukung ketertiban parkir. Sabajarin termasuk dalam skema area parkir," tegas Kiai Mushthafa di grup WhatsApp Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Alhafiz K)