Nusron Wahid Sebut Indonesia Hadapi Tiga Tantangan Serius

Nusron Wahid Sebut Indonesia Hadapi Tiga Tantangan Serius
Pati, NU Online
SMK Pesantren Cordova dan Pesantren Mathaliul Huda AlKautsar, Kejan Margoyoso Pati, Jateng menyelenggarakan Apel Bendera Iftitahussanah atau pembukaan kegiatan pendidikan tahun ajaran 2017 di halaman SMK berbasis pesantren tersebut, Senin (17/7). Kurang lebih 1700 santri-santriwati mengikutinya.

Hadir pada apel tersebut Kepala Badan Negara Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia H. Nusron Wahid yang memberikan pembekalan kebangsaan dan ke-NU-an.

Nusron menegaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia menghadapi tiga tantangan serius, yaitu kebinekaan, kemiskinan, dan korupsi. Tantangan kebinekaan karena makin maraknya gerakan yang bertujuan memperlemah Pancasila sebagai dasar negera Indonesia.

Generasi muda Aswaja, kata dia, harus menjawab tantangan tersebut melalui penguatan keyakinan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak bertentangan dengan Islam dan bahkan merupakan penjabaran dari ajaran Islam.

“Generasi muda NU juga harus dibekali dengan nilai-nilai dasar ke-NU-an sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gerakan atau pemikiran radikalisme Islam,” tegasnya.

Nusron juga meminta agar lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan NU termasuk SMK pesantren agar sebaiknya membentuk Komisariat IPNU dan IPPNU agar para pelajar belajar pola berorganisasi sesuai tradisi NU.

Sementara Pengasuh  Pesantren Mathaliul Huda Al-Kautsar KH Ahmad Zakcy Fuad Abddullah menegaskan agar para santri mempunyai sifat-sifat para nabi, yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Dengan membekali diri dengan sifat-sifat kenabian tersebut, insyaallah para santri akan mudah mendapatkan keberkahan dalam mencari ilmu di pesantren.

Pada Apel Bendera tersebut, mars Ya lal Wathon dan lagu Syukur dinyanyikan bersama oleh para siswa dan santri dengan penuh penghayatan. Apel bendera yang juga menandai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan pesantren tersebut berjalan khidmat.

Selama satu minggu ke depan, para siswa dan santri baru diberikan orientasi sekolah dan pesantren meliputi peraturan sekolah dan pondok, ke-NU-an, nilai-nilai perdamaian dan anti-kekerasan, bahaya ancaman narkoba di lingkungan sekolah, ancaman radikalisme agama, mengkritisi budaya hoax di media sosial dan bahaya sex di luar nikah. Pihak sekolah dan pesantren dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan instansi terkait di wilayah sekitar pesantren. (Niam Sutaman/Abdullah Alawi)

BNI Mobile