IMG-LOGO
Daerah

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Sabtu 5 Agustus 2017 20:34 WIB
Bagikan:
Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab
Bekasi, NU Online 
Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena penyiksaan yang dilakukan massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushala di Bekasi, menceritakan ada kenangan dari almarhum suamiya yang sangat berkesan dalam ingatannya.

“Ya dia selalu mengingatkan saya supaya memakai hijab. Saya kan orangnya tomboi, dia selalu mengingatkan saya,” ujar Zubaidah kepada NU Online ketika ditemui di kediamannya di  Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Zubaidah sangat kehilangan suaminya, apalagi peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, sangat tidak manusiawi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, MA, pria berusia 30 tahun, berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik diduga mencuri amplifier di mushala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. 

Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan pengejaran dan penyiksaan termasuk membakar MA hidup-hidup hingga menyebabkan kematiannya sekitar pukul 17.30 di Kampung Muara Rt.012/007 Desa Muara bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Sekarang nggak ada yang ngingetin lagi (agar selalu berjilbab),” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Zubaidah mengaku tidak mendapat firasat apa-apa sebelum peristiwa tersebut. Pagi hari sebelum berangkat, MA membuat papan untuk salon (sound system). 

“Saya baru tahu sekitar jam delapan pada malam harinya. Karena ada polisi yang memberi tahu dan mengantarkan jenazah suami saya,” tambah Zubaidah. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 5 Agustus 2017 23:38 WIB
Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal
Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal
Pangkalan Bun, NU Online 
Demi menjalin keakraban serta konsolidasi di antara warga Nahdliyyin, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah mengadakan acara bertajuk Halal Bihalal dan Silaturrahmi Akbar. Acara yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Desa Lada Mandalajaya SP 2 Kecamatan Pangkalan Lada tersebut dihadiri 50 pengurus Ansor se-Kabupaten Kobar, yang terdiri dari PC GP Ansor Kabupaten dan PAC GP Ansor Kecamatan Pangkalan Lada. 

Hadir pula Fatayat dan muslimat dan 250 Banser yang telah mengikuti Diklatsar tiga angkatan. Angkatan 1 pada tahun 2015, angkatan 2 tahun 2016 dan Diklatsar angkatan 3 pada bulan januari tahun 2017. Disamping itu pula dalam acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat SKPD Kabupaten Kotawaringin Barat serta sejumlah warga ikut memeriahkan acara tersebut. 

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat Abdul Sahel dalam pidatonya menyampaikan, warga Nahdlatul Ulama (NU) hendaknya mampu menjaga kerukunan antarumat beragama. Banser harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.

"Mari pererat ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah bayariyah. Banser haruslah mampu ikut menjaga keamanan NKRI, serta mampu menjadi jembatan agar terciptanya suasana yang kondusif sesuai ajaran agama Islam yang rahmatal lil 'alamin, " tandas Abdul Sahel pada acara yang berlangsung , Sabtu (29/7) lalu. 

Maraknya kabar tidak sedap, lanjut Sahel, di berbagai media cetak dan elektronik yang tidak berdasar sumbernya, sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan itu saja, menjamurnya organisasi masyarakat yang mengatasnamakan kelompok-kelompok Islam dengan pembelajaran yang disinyalir aliran garis keras atau radikal akan menjadi ancaman serius bagi NKRI. 

"Kita jangan mau dibodohi dengan pemberitaan yang tidak jelas asal-usulnya. Kita mesti waspada atas pergerakan kelompok organisasi yang mengatasnamakan Islam, namun kaidah-kaidahnya tidak sesuai ajaran agama Islam," tegasnya. 

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) A. Rozikin, Z, dalam pidatonya mengajak seluruh anggota Banser agar selalu siaga demi manjaga keamanan dan kenyamanan seluruh umat beragama. 

"Saya berharap Banser selalu memberikan yang terbaik dalam menciptakan iklim yang sejuk dan aman bagi semua umat beragama. Banser harus siap mendedikasikan dirinya demi keutuhan NKRI," ucap Rozikin. 

Menurutnya, Banser sebagai prajurit dibawah komando para ulama NU harus mampu membawa nama baik serta mampu mengabdikan dirinya demi NKRI. Bahkan, Banser harus siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Banser harus siap dalam setiap kondisi. Sebagai prajurit Nahdlatul Ulama sejengkal pun Banser pantang mundur dalam membela kebenaran, " Tegas Rozikin dalam pidatonya. (Suhud Mas'ud/Abdullah Alawi) 

Sabtu 5 Agustus 2017 23:0 WIB
Peringati Harlah Gus Dur, Gusdurian Bondowoso Undang Tokoh Lintas Agama
Peringati Harlah Gus Dur, Gusdurian Bondowoso Undang Tokoh Lintas Agama
Bondowoso, NU Online 
Jaringan Gusdurian Bondowoso menggelar Hari Lahir (Harlah) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke -77 bersama kelompok lintas agama dan organisasi kepemudaan. Kegiatan yang dikemas orasi perdamain dan doa lintas agama tersebut dilaksanakan di Wihara Ariya Maintreya Jalan Yos Sudarso No 132 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (4/8) malam.

Koordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan, Gus Dur adalah orang yang luar biasa. Karenanya mengenang Presiden Republik Indonesia yang ke-4  itu sama saja merawat, memajukan dan kemanusian.

Jaringan Gusdurian yang mempunyai nilai-nilai Gus Dur masih sangat harus dipertahankan di tengah uapnya arus kelompok sumbu pendek dan bumi datar itu, di tengah arus ancaman radikalisme dan ancaman bangsa dan negara. 

"Yang terus harus dijaga, yang harus dilestarikan, karena bagaimanapun perbedaan itu adalah indah. Gus Dur pernah berkata, bahwa keberagaman adalah bahasa keindahan buat kita, menolak keberagaman, memaksakan segala bentuk perbedaan; berarti tidak mengakui eksetensi Tuhan dan ini sebuah kalimat yang luar biasa,” jelasnya. 

Pendeta Martin mengatakan, jika berbicara kedamaian, ia membayangkan sosok Gus Dur. Padahal ia sama sekali tidak pernah berkumpul dengan Gus Dur.

"Kedamain itu bagi saya bukan meniadakan masalah, bukan menolak keributan, bukan menolak perang, bukan membuang masalah," katanya.

Romo Heru dari Katolik mengatakan, mengaku mempunyai pemikiran yang sama dengan Gusdurian. Menurut dia, pemikiran-pemikiran Gus Dur tentang pluarisme harus senantiasa digaungkan di tengah-tengah masyarakat. 

Hadir pula pada kesempatan itu perwakilan dari tokoh agama Islam diwakili H. Syaeful Bahar, dari agama Budha diwakili oleh Hermawan dan agama hindu diwakili oleh Wayan. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Sabtu 5 Agustus 2017 22:1 WIB
Tugas Guru dan Orang Tua Perbaiki Akhlak Anak
Tugas Guru dan Orang Tua Perbaiki Akhlak Anak
Probolinggo, NU Online
Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa tugas seorang guru dan para orang tua adalah berjuang memperbaiki perilaku dan akhlak anak. Karena anak-anak merupakan generasi muda dan calon pemimpin yang akan meneruskan perjuangan pembangunan di masa yang akan datang.

Hal tersebut ditegaskan Hasan Aminuddin dalam kegiatan halal bihalal bersama ratusan guru di GOR Wijaya Maron Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo, Jum’at (4/8) sore. Halal bihalal ini digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron bersama Kementerian Agama (Kemenag) serta Forkopimka Maron.

“Tugas pendidik dan tenaga kependidikan itu sangatlah luas maknanya. Seorang guru harus berperan menjadi pendidik untuk memperbaiki perilaku dan akhlak anak. Pasalnya kecerdasan intelektual anak di zaman ini melebihi akhlaknya,” katanya.

Demi mewujudkan hal tersebut jelas Hasan, maka perlu adanya kerjasama yang baik dari para guru pendidik, para orang tua serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentuk karakter generasi muda yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara. “Jadilah guru pada diri sendiri sebelum menjadi guru orang lain,” pungkasnya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Maron H Yuli Agus menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan halal bihalal tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat. 

“Semoga halal bihalal ini menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, baik pendidikan umum maupun agama,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG