::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Kamis, 10 Agustus 2017 10:10 Nasional

Bagikan

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Jombang, NU Online
Romo Franz Magnis-Suseno dikenal sangat dekat dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Karena kedekatannya, banyak cerita humor yang bisa dikisahkan untuk mengenang kebersamaan bersama tokoh pluralisme ini. 

Salah satu humor yang masih melekat bagi tokoh agama ini adalah soal tiga orang yang sedang antri di depan pintu surga. Ketiga orang itu, satu orang pendeta, satu orang kiai dan satu orang yang berpakaian compang-camping. 

Saat pendeta dan kiai sedang khusyu' dan tawaduk menunggu antrian masuk sorga, tiba-tiba datang lelaki berpakaian compang-camping dan langsung menyibak antrian dan ternyata dipersilahkan oleh malaikat untuk memasuki pintu sorga. Melihat itu, sang kiai dan pendeta bertanya heran kepada malaikat, 

"Siapa dia? Kenapa orang seperti itu bisa seenaknya masuk sorga dan mendahului kami?" kisah Romo Magnis dalam Bahasa Inggris dihadapan rombongan pastor lintas Negara yang berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Rabu (9/8).

Mendapat pertanyaan itu, malaikat menjawab, "Dia itu sopir bis jurusan Jakarta. Dia berhak masuk sorga lebih dulu, “ jawabnya enteng.

Jawaban malaikat ini tentu semakin membuat heran pendeta dan kyai yang sudah lama antri didepan pintu surga. mungkin karena mereka merasa lebih berhak masuk lebih dulu.

” Amalan apa yang bisa membuat dia berhak lebih dulu dari kami,” ujar mereka kembali bertanya.

Malaikat kemudian menjawab enteng.

“Karena dia saat duduk di belakang kemudi, semua penumpang terjaga dan berdoa dengan khusyu' (karena sopir ngebut). Sementara kalian, saat kalian berkhotbah di mimbar, umat kalian justru mengantuk dan tertidur lelap," tutur Romo Magniz yang langsung disambut tawa para pastor. (Muslim Abdurrahman).