IMG-LOGO
Pesantren
HUT KE-71 RI

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Kamis 17 Agustus 2017 22:47 WIB
Bagikan:
Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren
Demak, NU Online
Tak seperti malam biasanya, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI kegiatan pondok  diliburkan. Sekitar 500-an santri berkumpul di halaman pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, memakai sarung, baju lengan panjang, dan peci hitam pada Rabu (16/8)

Mereka membentuk barisan layakanya tentara. Menghadap kiblat. Beberapa lampu pondok sengaja dipadamkan. Hanya ada satu sumber cahaya, yaitu sebuah lampu yang digantung di pohon kelapa di muka barisan.

Di tengah-tengah halaman, sebuah bambu berdiri ditopang segitiga bambu yang menyerupai tripod dengan tali pengerek bendera menjulur. Di sebelah utara barisan berdiri sekelompok santri dengan seragam sarung, jas, dan peci hitam. Mereka adalah pasukan paskibraka pondok. Di samping mereka, berdiri secara terpisah komandan upacara, petugas pembaca undang-undang, dan pengiring inspektur.

Petugas pun memulai upacara. Sang komandan memasuki lapangan. Semua santri tampak tenang dan khidmat. Angin malam berembus sepoi-sepoi, menyapu daun, lalu menimbulkan bunyi sayup-sayup. Menambah khusyuk suasana.

Segenap pengurus dan dewan asatidz pondok pun turut serta di dalamnya. Berbaris di sebelah selatan berhadapan dengan pasukan paskibraka pada jarak kurang lebih 20 meter. Salah satu pengurus, Kang Ahmad Sahal, bertindak sebagai inspektur upacara.

Begitu dipersilakan, Kang Sahal memasuki lapangan menaiki meja kecil yang sudah dipersiapkan. Sang komandan lalu mengintruksikan hormat pada inspektur dan seluruh peserta mengikutinya.

Suasana menjadi semakin hening ketika petugas paskibraka bergerak. Saat bendera telah siap dan semua pasukan mengambil sikap hormat, semua santri bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak bersemangat, suaranya melengking tinggi, seolah-olah ingin didengarkan oleh makhluk seantero jagad.

Pekik kemerdekaan menggema ketika inspektur upacara menyampaikan amanat. "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" Semua santri memekik dengan tangan mengepal. Dalam amanatnya, Kang Sahal menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

"Sebagai santri, cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengaji, mengaji, dan mengaji," ucapnya dengan lantang.

Kang Sahal juga mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati. Ia menuturkan bahwa sekarang banyak ormas yang tidak mencintai tanah airnya, tidak segaris dengan konstitusi.

"Kita harus mencintai tanah air, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman)." tegasnya.

Upacara itu diakhiri dengan penyalaan petasan kembang api di beberapa sudut pesantren. Kembang api itu membubung tinggi ke langit, menciptakan cahaya yang indah dan bunyi-bunyi yang meriah.

Upacara kemerdekaan merupakan tradisi rutinan di pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, sebagaimana di Pesantren-pesantren yang lain.

"Setiap malam tanggal 17 Agustus kami selalu melakukan upacara kemerdekaan. Bagi kami ini juga bagian dari mengamalkan hubbul wathan minal iman," ucap Kang Solihul Hadi, salah satu pengurus Futuhiyyah. (Muhammad Salafuddin/Ben Zabidy/Mahbib)

Bagikan:
Kamis 17 Agustus 2017 1:5 WIB
Alumni TBS Gelar Tahlilan untuk Pahlawan di Malam Kemerdekaan
Alumni TBS Gelar Tahlilan untuk Pahlawan di Malam Kemerdekaan

Bekasi, NU Online
Dalam rangka memeringati hari kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, alumni Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus daerah Jabodetabek mengadakan malam tirakatan kemerdekaan.

Acara yang diselenggarakan di daerah Rawa Kalong, Tambun Utara, Bekasi pada Kamis (16/08) malam itu diawali dengan khatmil qur'an, lalu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Mahfud, alumni tahun 1996 dan ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Syafi'i, alumni 2008.

"Acara ini diselenggarakan dalam rangka tasyakuran kemerdekaan Indonesia yang ke 72," ujar Slamet Handoyo, alumni Madrasah TBS tahun  1999, tuan rumah acara tersebut. "Selain itu juga untuk mendoakan para ulama dan pejuang kemerdekaan," imbuhnya.

Malam tasyakuran kali ini merupakan penyelenggaraan yang pertama bagi alumni Madrasah TBS Kudus di Jakarta. Hal ini diamini oleh Syafi'i. "Ya, ini merupakan penyelenggaraan Malam Tirakatan Kemerdekaan yang pertama kalinya," ujar alumni UIN Jakarta ini.

"Sebelumnya, sudah menjadi agenda rutin bulanan acara seperti ini, namun untuk malam tirakatan kemerdekaan baru yang pertama kalinya," imbuhnya.

Menurut Kholil, di samping mengingatkan jasa para pahlawan, acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar alumni. "Harapan setelah diadakan acara seperti ini adalah semakin erat hubungan antar alumni," pungkas alumni tahun 2015 yang juga menjadi sekretaris Format  (Forum Alumni Madrasah TBS) Jabodetabek ini. (Hanan/Mahbib)


Rabu 16 Agustus 2017 15:1 WIB
Bank Indonesia Lampung Jalin Kerja Sama dengan Lima Pesantren
Bank Indonesia Lampung Jalin Kerja Sama dengan Lima Pesantren
Bandar Lampung, NU Online
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung melakukan kerja sama pendampingan usaha bidang manajamen dan pengelolaan termasuk peralatan bagi pondok pesantren. Penandatanganan kerja sama awal tersebut dilakukan di Kantor BI Lampung dengan lima pondok pesantren yang ada di Provinsi Lampung, Rabu (16/8).

Kelima pondok pesantren tersebut adalah Minhadul Ulum Pesawaran, Istiqomah Al Amin Lampung Selatan, Ushuluddin Lampung Selatan dan Darul Amal Metro di bidang konveksi serta Al Hidayat Pesawaran berupa produksi roti.

Kepala BI Lampung Arief Hartawan mengatakan, pemberdayaan pondok pesantren merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam rangka mendorong para santri agar memiliki kemandirian. Di samping itu kerja sama dengan dengan pondok pesantren di Lampung dapat menjadi gerakan untuk menyejahterakan santri dan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa pondok pesantren merupakan bagian dari peradaban di Indonesia yang tidak dapat dipungkiri sudah melahirkan tokoh-tokoh ulama besar di Indonesia.

Sementara Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Lampung KH Basyaruddin Maisir yang hadir pada penandatanganan kerja sama tersebut mengatakan bahwa pemberdayaan usaha dan ekonomi pondok pesantren adalah pilihan tepat di lingkungan pesantren.

Hal ini menurut pria yang juga Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Lampung ini dikarenakan pesantren memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat dalam rangka kemajuan menuju ke arah kehidupan yang sejahtera.

"Kami berharap kerja sama ini dapat dimanfaatkan pondok pesantren untuk meningkatkan kesejahteraan yang bertumpu pada kemandirian," ujar ketua organisasi yang menaungi pondok pesantren di jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung berharap kerja sama tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan bukan hanya pada lima pondok pesantren tersebut, tapi ke depan dapat dilakukan dengan pondok pesantren lainnya di Provinsi Lampung.

"Pondok pesantren yang sudah mendapatkan kesempatan kerja sama saat ini harus proaktif berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan Bank Indonesia agar kerjas ama ini dapat berjalan dengan maksimal," harapnya.

Khusus bagi Pondok Pesantren Al Hidayat Pesawaran yang mendapatkan kerja sama dalam bidang produksi roti, Kiai Maisir mengingatkan agar produk yang sudah dihasilkan didaftarkan label halalnya ke LPPOM MUI Lampung. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)


Senin 14 Agustus 2017 11:3 WIB
Naik Mobil Golf Nuris, Presiden Jokowi Letakkan Batu Pertama Asrama Putri
Naik Mobil Golf Nuris, Presiden Jokowi Letakkan Batu Pertama Asrama Putri
Jember, NU Online
Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan asrama putri di Pesantrren Nurul  Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Subersari, Jember, Sabtu (1/8). Peletakan batu pertama ini merupakan acara yang kedua Presiden Jokowi dalam  kenjungannya di Pesantren Nuris.

Begitu turun dari mobil kepresidenan, Jokowi langsung menuju ruang dalam kediaman pengasuh, KH Muhyiddin Abdusshomad. Di situ sudah menunggu puluhan kiai yang ingin menyampaikan aspirasi soal Full Day School (FDS).

Setelah itu, Jokowi menuju lokasi peletakan  batu pertama dengan naik mobil golf buatan anak-anak SMK Nuris, didampingi KH Muhyiddin dan Bupati Jember Faida.

Yang menarik, Kiai Muhyiddin memberi nama asrama putri itu sama dengan nama ibunda Presiden Jokowi, yaitu Hj Sujiatmi Notomiharjo.

"Kami berterima kasih diperkenankan memberi nama asrama putri Pesantren Nurul Islam dengan nama Ibunda presiden tercinta, Hj Sujiatmi Notomiharjo. Ia adalah perempuan salehah yang sukses mengantar putranya dari rakyat biasa bisa menjadi presiden," ucapnya di Masjid Baitunnur.

Di masjid ini, Jokowi bertemu dengan ribuan santri Nuris. Di situ ia memberikan tiga sepeda gunung bagi santri yang bisa menjawab pertanyaannya seputar pluralitas dan keragaman budaya bangsa. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG