IMG-LOGO
Pesantren

Pesantren Bukan Lembaga Untuk Ancam Nasionalisme


Senin 21 Agustus 2017 12:01 WIB
Bagikan:
Pesantren Bukan Lembaga Untuk Ancam Nasionalisme
Foto: Ilustrasi
Jakarta, NU Online
Pembakaran umbul-umbul merah putih di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (16/8) lalu membuat geram Ikatan Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon (Ikhwan KHAS). Pasalnya, kejadian ini sangat bertentangan dengan pesantren pada umumnya yang menanamkan dan memupuk nasionalisme.

“Kiai kami, Kiai Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU) dan Kiai Musthofa Aqil Siroj selalu mewanti-wanti dengan jargon hubbul wathon minal iman, mencintai negara sebagian dari iman. Sebagaimana yang diamanati oleh Mbah Wahab Chasbullah di masa lampau,” kata Ketua Ikhwan KHAS Agung Firmansyah saat membuka diskusi dengan tema Islam Merawat Kebinekaan di Jung Coffee, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (19/8).

Sementara itu, Sekjen Ikhwan KHAS Sobih Adnan sangat berkeberatan jika istilah pesantren digunakan untuk mengancam nasionalisme. “Kami sangat berkeberatan jika istilah pesantren digunakan sebagai alat untuk mengancam kecintaan terhadap tanah air,” katanya.

Menurutnya, pesantren yang saat ini semakin eksis justru istilah tersebut malah digunakan oleh orang-orang yang dulu membidah-bidahkannya.

“Era 80-90an, memang istilah pesantren oleh beberapa kelompok ditentang. Katanya bidah. Tapi, setelah pesantren kian eksis dan kompeten, nyaris semua mendaku sebagai pesantren. Termasuk kelompok yang dulu membidah-bidahkan pesantren,” ujarnya. (Syakirnf/Alhafiz K)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG