IMG-LOGO
Pesantren

Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo


Senin 21 Agustus 2017 18:03 WIB
Bagikan:
Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo
Bekasi, NU Online
Bagi sebagian orang, jasa reparasi telepon seluler (ponsel) didominasi lulusan sekolah umum atau alumni teknologi informasi (TI). Namun tidak demikian menurut Muhammad Alauddin. Santri juga layak mengetahui sekaligus menguasainya.

Berbekal keterampilan di bidang elektronik, pria yang pernah mondok di Pesantren “Amtsilati” Darul Falah Jepara, Jawa Tengah, ini meluncurkan JaRePo (Jasa Repair Ponsel). Ia mengaku menggandrungi dunia elektronika sejak belia. Dengan hobi yang terbilang unik ini, Alauddin menjemput rejeki untuk anak dan istri.

“Saya masih ingat, sekitar kelas 4 SD sudah pegang solder. Waktu itu saya baca-baca buku pelajaran IPA kakak saya. Di situ saya temui pelajaran tentang lampu flip flop,” ujar Alauddin kepada NU Online, di konter Jarepo miliknya di bilangan Jatisari, Bekasi, Ahad (20/8).

Untuk meningkatkan kemampuan di bidang elektronik, sejak SMP Alauddin merambah radio pemancar untuk mendengarkan musik kegemarannya. Ia membeli sejumlah komponen radio lalu dirakitnya sendiri.

“Waktu itu kalau pengen ndengerin musik, musti beli radio atau tape. Tentu sekalian kasetnya. Itu mahal sekali. Sekitar 200-an ribu waktu itu. Nah, dengan modal 30 ribu saya bisa merakit sendiri radio pemancar. Akhirnya sejak itu di rumah saya full musik,” kenangnya.

Dalam menyalurkan hobinya di dunia elektronik, Alauddin mengaku sempat terkendala soal dana ketika ingin kursus. Meski demikian, kondisi tersebut tak membuatnya patah arang. Ia terus belajar otodidak. Melalui buku dan praktik, kemampuannya kian bertambah.

“Saat saya masih duduk di bangku aliyah, mulai banyak HP bertebaran di masyarakat. Lalu saya berpikir, kenapa saya nggak belajar reparasi HP aja. Kan lumayan,” pikir bapak satu anak ini.

Sejak ia merantau di Jakarta beberapa tahun silam, ia mulai menekuni dunia perponselan. Sebelum merintis Jarepo, ia telah bergulat dengan ratusan ponsel rusak. “Saya dapet nama itu (Jarepo-red) setelah googling beberapa hari. Saya memang cari nama unik yang belum ada di Indonesia,” ungkap Alauddin.

Hingga hari kedua diluncurkan, Jarepo sudah menerima sepuluh pelanggan. Selain reparasi ponsel, Alauddin juga mencipta beberapa produk andalan, yakni socket kekinian. “Pemesannya nggak hanya dari Jawa, tapi ada juga yang Luar Jawa. Pekan ini sudah terjual lebih 72 pieces,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG