IMG-LOGO
Nasional

Nusantara Berkurban Bebaskan Masyarakat Pilih Daerah Penyaluran

Selasa 29 Agustus 2017 7:6 WIB
Bagikan:
Nusantara Berkurban Bebaskan Masyarakat Pilih Daerah Penyaluran
Jakarta, NU Online
Menyambut Idul Adha 1438 H, NU Care-LAZISNU meluncurkan program Nusantara Berkurban. Mengusung slogan Korban Anda sampai Penjuru Negeri, Nusantara Berkurban memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban ke daerah-daerah tertentu sesuai dengan yang dikehendaki.

“Nusantara Berkurban menungkinkan semua masyarakat di mana saja berada, bahkan mungkin di luar negeri menyalurkan hewan kurban untuk saudara mereka di seluruh Indonesia,” kata kata Manajer Fundraising NU Care Nur Rahman, Senin (28/8) di Jakarta.

Rahman menyebutkan, hewan-hewan kurban melalui NU Care akan didistribusikan ke beberapa provinsi di antaranya Aceh, Lampung, Jawa Barat , Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur., Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Papua.

Tidak hanya daerah yang menjadi sasaran penyaluran hewan kurban, masyarakat juga dapat memilih besaran, jenis dan harga hewan kurban yang ingin disalurkan.

“Untuk jenis kambing dengan berat 20-25 kilogram seharga 1,9 juta rupiah dan 26-30 kilogram harganya 2,5 juta rupiah. Sementara untuk sapi dengan berat 215-280 harga 15,5 juta rupiah dan berat  251-280 seharga 17,5 juta,” papar Rahman.

Rahman menambahkan biaya yang dicantumkan sudah termasuk perawatan, pemotongan, dan penyaluran. Setiap penyaluran hewan kurban melalui NU Care-LAZISNU akan mendapatkan voucher senilai Rp50.000, merchandise, dan buku Membumikan Sedekah selama persediaan masih ada.

Menurut Rahman, setiap kambing dan sapi yang disediakan berasal dari para peternak hewan di perdesaan sehingga program Nusantara Berkurban juga berfungsi memberdayakan para peternak.

Masyarat yang berminat menyalurkan hewan kurban melalui NU Care LAZISNU dapat mengirimkan ke rekening BCA 0680-1926-77, Bank Mandiri 123-000-438-8977, Bank Mega Syariah 10-000-333-62, atau Bank Mandiri 0335-01-000-735-303.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, menentukan daerah sasaran, jenis serta harga hewan kurban dapat menghubungi 021-310-2913 atau 0813-9800-9800. (Kendi Setiawan/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Selasa 29 Agustus 2017 22:34 WIB
PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri
PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri
Indragiri Hulu, NU Online
Ketua Umum Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Riau, Chaidir, mengatakan, untuk membangun prestasi bola nasional yang handal diperlukan beberapa hal. Ia mengatakan hal itu di sela-sela memantau penyelenggaraan Liga Santri Nusantara Region Sumatra V 27 Agustus lalu.

Selain asupan gizi yang bagus, menurut dia, adalah pembinaan yang berkesinambungan, kedisiplinan dan moralitas merupakan prasyarat yang tidak bisa diby-pass dalam pengembangan sepakbola profesional.

"Karenanya, sepakbola nasional kita membutuhkan uluran tangan kaum santri untuk berprestasi di kancah kawasan maupun dunia. Kenapa? Karena santri memiliki sebagian besar unsur prasyarat prestasi bola. Di antaranya adalah tradisi kedisiplinan, karakter dan aspek moralitas yang sudah teruji," terang orang pertama di PSSI Provinsi Riau ini.

Lebih lanjut, mantan pemain bola profesional ini meyakinkan, dalam jangka menengah dan panjang, haqqul yaqin output dari LSN ini akan berkontribusi besar pada sepakbola profesional tanah air, bahkan kepada Timnas Indonesia di semua usia. 

“Saya curiga momen-momen kemenangan Timnas yang sudah lama kita rindukan itu masih menunggu output dari Liga Santri ini," imbuh Chaidir.

LSN Region Sumatra V ini diikuti oleh 32 kesebalasan yang berasal dari 32 pesantren dimana 16 diantaranya berasal dari Provinsi Riau dan 16 sisanya dari Kepulauan Riau. Event ini mendapatkan dukungan penuh dari stakeholder setempat, dukungan kuat diantaranya datang dari Bupati Inhu, Yopi Arianto. (Ali/Abdullah Alawi)

Selasa 29 Agustus 2017 22:7 WIB
Hizbut Tahrir Dimana-mana Ditolak
Hizbut Tahrir Dimana-mana Ditolak
Bogor, NU Online 
Penulis buku Gerakan Politik HTI, Sofiuddin, di banyak negara Islam gerakan organisasi Hizbut Tahrir yang didirikan oleh Taqiyuddin An Nabhani itu ditolak dan dilarang karena berbagai macam alasan. Mulai dari alasan mengganggu stabilitas negara sampai dianggap organisasi teroris.

"Posisi HT dimana-mana ditolak," ujarnya dalam Diskusi Kebangsaan Mengawal Pancasila dan Menjaga NKRI: Perppu Ormas & Ancaman Ideologi Negara di Pusat Pengembangan Islam Bogor, Senin (28/8).
 
Ia menambahkan, ormas-ormas anti-Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dianggap meresahkan masyarakat. Oleh karenanya, harus dibubarkan. 

Belakangan, lanjutnya, pemerintah menerbitkan Perppu ormas sebagai alat untuk membubarkannya. Meski hal itu telat, tapi patut diapresiasi.

"Tapi saya melihat, daripada tidak ada tindakan pencegahan, lebih baik ada, walaupun telat. Sehingga itu pun perlu diberikan apresiasi, kebijakan itu sudah tepat," ujarnya.

Dosen STIQ Depok itu menambahkan, Pancasila adalah dasar negara yang tepat untuk mampu mempertemukan dan mempersatukan keberagaman yang ada di Indonesia. 

"Pancasila itu sakti karena ketika ditenggelamkan, Indonesia jadi kacau dan kehilangan identitasnya," terangnya.

Bahkan, ia menegaskan, yang butuh Pancasila bukan hanya Indonesia, tetapi juga dunia international.

"Pancasila tidak hanya dibutuhkan Indonesia, tapi juga dunia," tegasnya.

Sementara, narasumber lainnya, Hery Al Halwani menuturkan, alasan mengapa HTI begitu menarik masyarakat adalah karena mereka menggunakan khilafah sebagai bahan jualan.

"Mereka tidak sadar kalau sedang dibodohi," tandasnya.

Hery memaparkan, ada tiga tahapan dakwah HTI. Pertama, tasqif individu (pembinaan individu). Kedua, tasqif jamali (pembinaan umum) setiap bulan sekali gabungan halaqoh-halaqoh dari berbagai wilayah, kemudian dakwah mengenalkan ke Masyarakat. Terakhir, pengambil alihan kekuasaan dengan cara menggalang dukungan dengan Ahlun Nushrah atau tokoh yang berpengaruh dalam Pemerintahan seperti TNI.

"Jadi, HTI yang mengatakan bahwa ia anti-kekerasan, itu bohong besar. Karena jika (mereka) sudah kuat, tinggal satu perintah pemberontakan saja," jelasnya.

Adapun, HA. Khotimi Bahri menyebut, argumentasi nash dan landasan sejarah yang dijadikan rujukan HTI sangat lah lemah. Baginya, model pemerintah Usmaniyah, Abbasiyah, Muawiyah, dan lainnya itu berbentuk daulah dan dinasti, bukan Khilafah. 

"Undang-undang tentang kehidupan sosial Turki Usmani misalnya. Terdiri dari seribu bab, itu terdiri dari kaidah-kaidah ushul fiqih. Bukan ayat, bukan hadits," tandas mantan HTI Kota Bogor itu.

Acara diskusi kebangsaan ini terselenggara atas kerjasma Visi Islam Sunni, Pusat Pengembangan Islam Bogor, dan Penerbit Buku Pustaka Compass. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)


Selasa 29 Agustus 2017 17:3 WIB
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran
Jakarta, NU Online
Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengumumkan bahwa Satkornas Banser telah merilis buku kebanseran. Buku ini memuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi Banser di semua tingkatan.

Demikian disampaikan H Alfa Isnaeni di hadapan sedikitnya 700 ratus orang pada acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-72 RI di Kantor Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya Nomor 65 A, Jakarta Pusat, Senin (28/8) malam.

“Satkornas sudah menyusun buku juklak kebanseran. Buku ini lahir sebagai amanat kebanseran kepada Satkornas Banser,” kata Alfa pada malam tasyakuran yang juga dimeriahkan oleh pertunjukan grup Wayang Kampung Sebelah.

Menurutnya, buku kebanseran ini juga menjelaskan hubungan Ansor dan Banser.

Buku ini, ia melanjutkan, sudah dicetak. Buku ini pedoman kebanseran untuk seluruh Indonesia.

“Buku ini gratis, boleh diambil satkorwil untuk pedoman ke bawah di ruang sebelah, tapi alangkah baiknya mengganti ongkos cetak,” kata Alfa disambut tawa para hadirin. (Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG