IMG-LOGO
Daerah

Pernah Ikut PETA, Banser Abdul Jalil Tertua di Rembang

Rabu 30 Agustus 2017 18:4 WIB
Bagikan:
Pernah Ikut PETA, Banser Abdul Jalil Tertua di Rembang
Rembang, NU Online
Abdul Jalil, kakek usia 92 tahun ini masih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Banser Satkoryon Kabupaten Rembang. Warga Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang ini aktif berjuang sejak kecil.

Kepada NU Online, Rabu (30/8) mengatakan, perjuangannya sudah dimulai sejak zaman penjajahan. Mulai dari ikut PETA saat zaman Jepang, kemudian ikut di Vitra, hingga akhirnya bergabung bersama Banser.

Kakek kelahiran tahun 1924 M ini masih giat dan aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan NU. Dalam kegiatan Istighosah dan Aksi Damai Tolak FDS yang diselenggaran di Kabupaten Rembang, ia juga hadir dalam pengamanan.

"Saya dulu pernah ditugaskan oleh Banser untuk pengamanan di Surabaya, waktu itu ada pak Presiden Jokowi. Kemudian di Jakarta, Solo dan Jogja," ungkap kakek tiga cucu tersebut.

Di kesempatan yang sama, Zaenal Arifin selaku Komandan Satkoryon Rembang mengatakan, kakek Abdul Jalil ini merupakan anggota Banser tertua di Kabupaten Rembang.

"Beliau aktif dalam setiap kegiatan bersama Banser. Baik di tingkat kabupaten maupun wilayah. Beliau giat dan badannya masih bugar. Saat perjalanan jauh, beliau masih bisa mengendarai motor," ujar Zaenal Arifin. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 30 Agustus 2017 21:2 WIB
Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung
Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung
Bandar Lampung, NU Online 
Group Nasyid Madrasah Aliyah (MA) Al Hidayat Gerning Pesawaran berhasil mengharumkan almamaternya setelah meraih Juara I pada Festival Seni Musik Rohani/Nasyid yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (30/8).

Grup nasyid asuhan Rais Syuriyah PCNU Pesawaran KH Ma'shum Abror ini memiliki empat personil. Mereka adalah Nurul Mubarok, Hasan Al Anshori, Dian Ferlando dan Budi Saputra. Mereka menamai grupnya, Voka Santri ini.

Atas kemenangan itu, Voka Santri berhasil meraih thropy Piala Gubernur dan berhak mewakili Lampung pada ajang yang sama tingkat nasional yang akan digelar di Provinsi Aceh.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat Gerning Pesawaran KH Ma'shum Abror, prestasi tingkat provinsi ini semakin memotivasi para santrinya untuk mengasah kemampuan vokal dan tampil lebih baik lagi di ajang tingkat nasional.

"Alhamdulillah dengan skill yang dimiliki, latihan yang maksimal dan optimisme tinggi, para santri berhasil menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung. Mudah-mudahan ini akan berlanjut ke tingkat nasional," harapnya.

Acara yang ditangani oleh Biro Kesejahteran Sosial Provinsi Lampung  ini diikuti sebanyak 24 grup dari 15 Kabupaten/Kota se- Lampung, dengan 3 juri yaitu, Aldi Afirudi (Musisi), Agus Salim (Dewan Kesenian Lampung) dan Entus (Dinas pariwisata).

Acara yang baru pertama kali digelar oleh Pemprov Lampung ini  merupakan bentuk upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkenalkan para remaja dengan seni Islami sekaligus menambah keyakinan dalam beragama agar tidak terjerumus kepada hal negatif seperti narkoba dan sejenisnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Rabu 30 Agustus 2017 20:2 WIB
Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia
Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia
Bandar Lampung, NU Online
Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan Universitas Lampung Aom karomani berharap agar mahasiswa saat ini lebih kritis dalam menanggapi ideologi yang masuk ke Indonesia.

"Saya harap mahasiswa itu harus selalu kritis karena sekarang banyak aliran yang mempertanyakan eksistensi dasar negara. Padahal itu tidak harus diperdebatkan karena Pancasila sudah final menjadi dasar negara Indonesia," ungkap Wakil Ketua PWNU Lampung ini.

Hal ini disampaikannya pada diskusi dan bedah buku tentang Ideologi Khilafah ala Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di ruang seminar Perpustakaan Universitas Lampung lantai III yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung, Senin (28/8).

Dosen Fakultas Hukum, Iwan Satriawan, yang juga menjadi narasumber pada diskusi itu mengharapkan para mahasiswa, khususnya kader PMII dan KMNU Unila selalu mencintai dan mempertahankan NKRI.

"Sikap Mahasiswa PMII dan KMNU harus sesuai dengan leluhurnya yaitu para ulama dan kiai-kiai NU yang mencintai dan mempertahankan NKRI sesuai dengan lagu yang dikarang oleh KH Wahab Hasbullah Yalal Wathon," ajaknya.

Diskusi dan bedah buku ini menghadirkan Dr. Ainur Rofiq Al-Amin selaku penulis buku, Prof. Dr. Aom karomani, M.Si selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan M. Makmun Rasyid selaku Pembanding/penulis buku keagamaan dan keislaman.

Kegiatan ini di Ikuti 145 peserta dari beberapa perguruan tinggi di Lampung seperti Universitas Lampung, Itera, UIN Raden Intan, Polinela, PMII Unila dan beberapa dosen Unila, serta anggota dan pengurus KMNU Universitas Lampung.

Sementara itu Ketua KMNU Universitas Lampung, Adam Rouf mengungkapkan bahwa acara ini digelar agar mahasiswa memiliki pemahaman utuh mengenai ideologi khilafah.

"Jadi kegiatan ini untuk mengenalkan ideologi HTI kepada mahasiswa sekaligus pasca pembubaran HTI beberapa waktu yang lalu. Dalam diskusi ini dikupas tentang ideologi khilafah serta bagaimana langkah khilafah masuk ke Indonesia. Sehingga lebih mengenal khilafah yang sebenarnya berdasarkan kita beragama dan bernegara," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Rabu 30 Agustus 2017 12:41 WIB
Santri Nuris Jember Sabet Juara 1 Lomba Cerpen dan Cipta Puisi Se-Jatim
Santri Nuris Jember Sabet Juara 1 Lomba Cerpen dan Cipta Puisi Se-Jatim
Jember, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur patut berbangga. Pasalnya, dua santrinya meraih juara di bidang sastra yaitu, Bramansyah Dicky Herlambang, berhasil menyabet juara satu dalam lomba Cerpen dan Cipta Puisi se-Jatim di Universitas Merdeka Malang (UMM) belum lama ini. 

Siswa kelas XI IPA 1 SMA Nuris ini di babak final sukses menyingkirkan sembilan penulis naskah terbaik dengan nilai 1035,1. 

Selain  bisa  menjawab seluruh pertanyaan  juri dengan lancar, Bramansyah juga mampu mendeklamasikan cerpen yang ditulisnya layaknya teater monolog. Dia menguasai panggung dan tampil dengan memakai kostum sesuai dengan tema cerpen yang diusungnya, yakni tentang Narkoba Bukan Jalan Hidup.

Sedangkan rekannya, Ayu Novita Sari juga menggapai prestasi di ajang yang sama. Siswi kelas XI IPS 1 ini merengkuh juara tiga di lomba yang diikuti oleh ratusan peserta se-Jawa Timur tersebut. Meski di babak final, Ayu Novita Sari sempat berada di peringkat 1 dari 10 besar yang akan maju untuk mempresentasikan cerpennya, namun akhirnya harus puas di urutan ketiga.

Dua prestasi yang ditorehkan dua santri tersebut semakin menahbiskan Pondok Pesantren Nuris sebagai lembaga favorit yang banyak menelorkan prestasi di berbagai ajang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah seorang Pengasuh Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi mengatakan, pihaknya memang terus memupuk lahirnya sastrawan santri atau santri yang sastrawan, yang diharapkan akan mewarnai jagat sastra Indonesia. Dikatakannya, pembinaan sastra dan karya tulis di Nuris cukup intens dilakukan, dengan mendatangkan pembina-pembina sastra yang mumpuni. 

"Nuris ingin mencetak sastrawan handal. Kalau sastrawan yang santri, kita berharap karya-karyanya bernafas  islami, atau Islam Nusantara," tukasnya di Nuris, Selasa (29/8).

Sementaa itu, Ayu Novita Sari menuturkan,  pesantren dengan karya tulis dan sastranya bisa menjadi penyeimbang pemerintah dalam membangun bangsa. Melalui karya fiksi, sastra dan sebagainya, kebijakan pemerintah bisa dikoreksi dengan tulisan-tulisan yang satire. Sehingga fungsinya cukup beragam. 

"Dan saya ingin menjadi bagian dari itu," tukasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG