IMG-LOGO
Trending Now:
Pesantren

Lomba Kaligrafi Tingkat ASEAN, Rentetan Kegiatan HSN 2017 di Jombang

Jumat 1 September 2017 11:4 WIB
Bagikan:
Lomba Kaligrafi Tingkat ASEAN, Rentetan Kegiatan HSN 2017 di Jombang
Jombang, NU Online
Sekolah Kaligrafi Al-Quran (Sakal) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Kabupaten Jombang menyiapkan segala sesuatunya untuk perlombaan kaligrafi tingkat ASEAN. Kegiatan ini merupakan salah satu rentetan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) yang biasa dihelat pada setiap 22 Oktober.

Dirut Sakal Atho'ilah mengatakan, perlombaan ini adalah suatu amanah yang diberikan PBNU langsung kepada Sakal. "Tahun ini kita akan mengadakan lomba kaligrafi tingkat ASEAN di Jombang," katanya, Kamis (31/8).

Ia menambahkan, acara tersebut akan dilaksanakan pada 14-16 September 2017 di Denanyar. Selain lomba, imbuhnya, di acara itu juga ada pemberian sanad kaligrafi.

Puluhan pecinta seni kaligrafi dari berbagai negara juga dijadwalkan hadir di Jombang. Mereka semua akan bergabung bersama para santri seluruh Nusantara.

"Pecinta Kaligrafi dari Turki, Malaysia, Brunai Darussalam sudah konfirmasi kehadirannya kepada kita," bebernya.

Ia menyebutkan kepercayaan yang diberikan oleh PBNU kepada santri Pondok Pesantren Denanyar ini merupakan kebanggaan dan tantangan tersendiri.

"Mudah-mudah agenda ini bisa berjalan setiap tahun, kita buktikan santri bisa buat acara internasional," harapnya.

Ia menjelaskan, Sakal merupakan wadah khusus bagi santri yang ingin belajar kaligrafi dari nol. Sakal sendiri berdiri sejak bulan Mei 2001 lalu di bawah naungan Ponpes Manbaul Maarif.

Pesantren yang didirikan oleh KH Bisri Syansuri ini memang terkenal dengan prestasi di bidang kaligrafi. Ratusan santri sudah memenangkan berbagai perlombaan di tingkat nasional maupun internasional. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 1 September 2017 22:1 WIB
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil
Jombang, NU Online
Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asy'ari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Selasa 22 Agustus 2017 15:1 WIB
Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu
Pesantren Nurul Jadid Upayakan Perbaikan Mutu
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka mengembangkan mutu, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan Ngaji Bareng bersama pengurus dan anggota Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Jakarta di Kompleks DPR RI Kalibata Jakarta, Senin (21/8).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Pondok Pesantren Nurul Jadid di tengah persaingan dan tuntutan globalisasi. Dengan harapan agar bisa diikuti oleh pesantren lain,” kata Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Hamid Wahid.

Menurut Kiai Hamid, pesantren saat ini belajar melakukan perencanaan dan penataan serta fokus ke dalam. “Kita selaku keluarga besar, bisa menata kembali silaturrahim antarpesantren, alumni dan wali santri. Kita memohon doa dan dukungan, agar supaya apa yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kiai Hamid menambahkan bahwa ke depan Pondok Pesantren Nurul Jadid akan kembangkan menjadi pesantren yang fungsinya menjadi central of exellent, pengkaderan pengabdian dan pengkajian. “Tentunya menggagas kebersamaan agar lebih bermakna,” tukasnya.

Sementara Ketua P4NJ Jakarta Nasrul Syafi'i menyampaikan, kegiatan ini sebagai wujud dari bentuk kepedulian alumni yang berada di Jakarta untuk memberikan masukan kepada pesantren dalam rangka pengembangan pesantren ke depan. “Selain itu, upaya ini merupakan bentuk silaturrahmi alumni dengan para pengasuh,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Senin 21 Agustus 2017 18:3 WIB
Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo
Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo
Bekasi, NU Online
Bagi sebagian orang, jasa reparasi telepon seluler (ponsel) didominasi lulusan sekolah umum atau alumni teknologi informasi (TI). Namun tidak demikian menurut Muhammad Alauddin. Santri juga layak mengetahui sekaligus menguasainya.

Berbekal keterampilan di bidang elektronik, pria yang pernah mondok di Pesantren “Amtsilati” Darul Falah Jepara, Jawa Tengah, ini meluncurkan JaRePo (Jasa Repair Ponsel). Ia mengaku menggandrungi dunia elektronika sejak belia. Dengan hobi yang terbilang unik ini, Alauddin menjemput rejeki untuk anak dan istri.

“Saya masih ingat, sekitar kelas 4 SD sudah pegang solder. Waktu itu saya baca-baca buku pelajaran IPA kakak saya. Di situ saya temui pelajaran tentang lampu flip flop,” ujar Alauddin kepada NU Online, di konter Jarepo miliknya di bilangan Jatisari, Bekasi, Ahad (20/8).

Untuk meningkatkan kemampuan di bidang elektronik, sejak SMP Alauddin merambah radio pemancar untuk mendengarkan musik kegemarannya. Ia membeli sejumlah komponen radio lalu dirakitnya sendiri.

“Waktu itu kalau pengen ndengerin musik, musti beli radio atau tape. Tentu sekalian kasetnya. Itu mahal sekali. Sekitar 200-an ribu waktu itu. Nah, dengan modal 30 ribu saya bisa merakit sendiri radio pemancar. Akhirnya sejak itu di rumah saya full musik,” kenangnya.

Dalam menyalurkan hobinya di dunia elektronik, Alauddin mengaku sempat terkendala soal dana ketika ingin kursus. Meski demikian, kondisi tersebut tak membuatnya patah arang. Ia terus belajar otodidak. Melalui buku dan praktik, kemampuannya kian bertambah.

“Saat saya masih duduk di bangku aliyah, mulai banyak HP bertebaran di masyarakat. Lalu saya berpikir, kenapa saya nggak belajar reparasi HP aja. Kan lumayan,” pikir bapak satu anak ini.

Sejak ia merantau di Jakarta beberapa tahun silam, ia mulai menekuni dunia perponselan. Sebelum merintis Jarepo, ia telah bergulat dengan ratusan ponsel rusak. “Saya dapet nama itu (Jarepo-red) setelah googling beberapa hari. Saya memang cari nama unik yang belum ada di Indonesia,” ungkap Alauddin.

Hingga hari kedua diluncurkan, Jarepo sudah menerima sepuluh pelanggan. Selain reparasi ponsel, Alauddin juga mencipta beberapa produk andalan, yakni socket kekinian. “Pemesannya nggak hanya dari Jawa, tapi ada juga yang Luar Jawa. Pekan ini sudah terjual lebih 72 pieces,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG