::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif

Ahad, 10 September 2017 13:02 Daerah

Bagikan

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif
Pringsewu, NU Online
Maksimalisasi peran dan manfaat zakat bagi peningkatan kemakmuran ekonomi umat menjadi perhatian penting Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Sebagai lembaga yang berkiprah dalam hal tersebut LAZISNU Pringsewu menggandeng beberapa pihak untuk memaksimalkan zakat diantaranya dalam bentuk zakat produktif.

"LAZISNU Pringsewu sudah melakukan aksi dengan menasharufkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak," kata Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela penyaluran hewan ternak Kambing tahap kedua, Jumat (9/9).

Jika zakat produktif ini dapat dikelola dengan baik oleh para mustahiq penerima zakat dengan bimbingan dari LAZISNU, ia yakin zakat ini akan meningkatkan taraf hidup perekonomian mereka yang rata-rata berada dalam kondisi ekonomi lemah.

Berbagai variasi zakat produktif juga terus dikaji oleh LAZISNU Pringsewu dengan melihat kebutuhan dan prospek yang ada di masyarakat khususnya di Kabupaten Pringsewu.

"Kita tidak hanya mewujudkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak kambing. Tetapi hewan ternak lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi juga disalurkan seperti kita sudah menyalurkan hewan ternak berupa burung love bird yang akan diternak oleh para mustahiq," jelasnya.

Pemilihan burung love bird sebagai alternatif wujud zakat produktif didasarkan atas tingginya minat masyarakat untuk memelihara burung yang terkenal memiliki variasi warna dan kicauan ini.

"Burung ini mudah dalam perawatan dan cepat berkembang biak dan dipasaran juga harganya bersaing. Oleh karenanya kita berharap mustahiq yang merawat burung ini akan terangkat ekonominya," harapnya.

Nantinya pengelolaan zakat produktif ini akan terus dipantau perkembangannya dan dilakukan evaluasi berkala sehingga akan terlihat bentuk zakat apa yang paling prospektif.

"Mudah-mudahan jenis-jenis pentasyarufan zakat produktif ini akan benar-benar dapat menelurkan produk dan bermanfaat bagi pengentasan kemiskinan khususnya di Kabupaten Pringsewu," harapnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)