IMG-LOGO
Daerah

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Ahad 10 September 2017 23:2 WIB
Bagikan:
Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya
Mimika, NU Online 
Kepedulian warga NU Kampung Mulia Kencana atas nasib warga Rohingnya diwujudkan dengan Istighatsah Sabtu malam, 10 September 2017. Jamaah putra putri dan remaja masjid hadir di acara ini yang digelar selepas Shalat Isya.

Ketua Takmir masjid At-Taubah Kampung Mulia Kencana, Syafiuddin mengajak jamaah untuk aktif dalam kegiatan seperti shalat berjamaah serta Istighatsah seperti. 

"Tentu kita harap kegiatan ini bisa berjalan terus sekaligus kita doakan warga Rohingnya lewat Istighatsah ini. Kita tunjukkan rasa persaudaraan kita sesama muslim, " lanjutnya

Acara dilanjutkan dengan penjelasan program Istighatsah An-Nahdliyyah ini oleh Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso. 

"Majelis Istighatsah ini adalah wadah kita untuk seribu hajat dan masalah. Yang punya hajat khusus, misalnya syukuran panen, bisa memanfaatkan majelis istighatsah ini untuk hajat tersebut. Jadi tidak perlu mengundang khusus, namun digabungkan dengan istighatsah," demikian penjelasannya

Ust. Hasyim Asy'ari, sebelum istighatsah menyampaikan bahwa dzikir itu bisa menghilangkan kemunafikan serta benteng dari godaan setan. 

"Setan itu akan mengkerut jika kita dzikir. Awalnya berat karena setan masih besar, namun harus dipaksa dzikir agar terlindung dari setan," urainya. 

Acara dilanjutkan dengan istighatsah dengan menyampaikan niat masing-masing serta doa untuk Rohingnya.

Hadir dalam acara itu sesepuh kampung, H Ahmadun, Azhari, dan Suhaemi. Acara ditutup dengan jajanan khas Kampung Mulia Kencana, dan menu makan besar urap. (Red: Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Ahad 10 September 2017 23:30 WIB
Kunci Keberkahan Hidup
Kunci Keberkahan Hidup
Pringsewu, NU Online
Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan menyembah-Nya, sudah seharusnya manusia menaati segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al Ghazali disebutkan bahwa Perintah Allah SWT dibagi menjadi dua jenis yaitu Perintah Fardhu dan Perintah Sunnah.

Dengan menjalankan perintah Fardhu dari Allah maka keselamatan akan diraih oleh manusia dan dengan mejalankan perintah sunnah maka manusia akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. 

Pemarapan di atas dijelaskan oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Anwar Zuhdi saat menjelaskan Bab Taat dalam Kitab tersebut didepan Jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (10/9).

"Perintah Fardhu diibaratkan seperti modal utama dalam berdagang dan Perintah Sunnah adalah Keuntungan dari berdagang itu sendiri," jelasnya

Jadi menurutnya bila ingin hidup tenang maka harus memiliki modal berupa ketaatan kepada perintah fardhu. Dan jika ingin mendapatkan keuntungan di dalam kehidupan maka sering-seringlah melakukan kesunnahan. 

"Kalau tidak dapat mengolah modal dengan baik maka bisa dipastikan manusia akan mengalami kebangkrutan dalam hidupnya," tegasnya.

Kiai yang biasa disapa dengan Abah Anwar ini menambahkan bahwa manusia yang taat dan menjalankan perintah Allah maka Allahpun akan memberikan keberkahan hidup dan menjaganya dari hal-hal yang mengarah kepada laranganNya.

"Mereka akan dijaga pendengaran, penglihatan, lisan, tangan dan kaki mereka baik siang maupun malam dan mendapatkan cinta serta kasihsayang Allah," jelasnya seraya menegaskan bahwa Allah juga akan memberikan rezeki yang halal dalam kehidupan hamba yang taat ini.

Kemampuan untuk taat kepada Allah juga membutuhkan niat dan keteguham hati karena ketaatan ini memerlukan keistiqomahan dalam menjalaninya. 

"Kita ini harus dipaksa untuk beribadah. Kalau tidak dipaksa untuk ibadah, biasanya sifat malas yang muncul. Kita sendiri yang harus mengatur hati kita," ingatnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Ahad 10 September 2017 22:1 WIB
PCNU Temanggung Sampaikan 4 Rekomendasi Kepada Bupati
PCNU Temanggung Sampaikan 4 Rekomendasi Kepada Bupati
Temanggung, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menyampaikan empat poin rekomendasi atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Rekomendasi itu disampaikan melalui audiensi dengan Bupati Temanggung Bambang Sukarno di Pendopo Jenar komplek Setda Kabupaten Temanggung, Sabtu (9/9). 

Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH Muhammad Furqon mengatakan, dengan terbitnya Perpres nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah sudah tidak berlaku lagi.

Menurut Furqon, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), sangat diperlukan, karena untuk pembentukan generasi Indonesia yang berkarakter ke depan, sebab, kini telah ada degradasi. 

"PCNU memandang perlu untuk mengawal pelaksanaan perpres tersebut yang di antaranya dengan menyampaikan sejumlah rekomendasi pada Bupati Temanggung. Rekomendasi berisi 4 poin, kami sampaikan langsung pada Bupati," katanya. 

Furqon membeber, empat rekomendasi di antaranya; PCNU Temangung meminta kepada Bupati untuk menjamin bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Temanggung terutama SD/MI /sederajat dan SMP/MTs/seserajat akan tetap menjalankan 6 hari sekolah. 

Poin selanjutnya, Bupati untuk segera mengusulkan kepada Gubernur Jateng dan memerintahkan kepada pihak-pihak terkait di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan agar SMA/SMK/MA/seserajat kembali menjalani 6 hari sekolah.

Selanjutnya, PCNU Temanggung meminta kepada Bupati untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) yang menjamin keberlangsungan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal untuk memaksimalkan kegiatan pembelajarannya dalam rangka penguatan pendidikan karakter.

Poin terakhir, PCNU Temanggung meminta kepada Bupati untuk memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) setiap tanggal 22 Oktober sebagai momentum untuk penguatan pendidikan karakter generaai bangaa dengan meneladani semangat jihat keindonesiaan kebangsaan rasa cinta tanah air dan semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara sebagaimana telah dicontohkan oleh para ulama terdahulu.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal rekomendasi PCNU Temanggung untuk diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo. 

"Kami siap meneruskan rekomendasi ini (PCNU Temanggung, red) kepada Pak Gubernur dan Presiden," janji Bambang. 

Empat rekomendasi itu disampaikan PCNU diserta dengan pengurus banom dan lembaga NU yaitu GP Ansor, Fatayat, Lakpesdam, IPNU-IPPNU, PMII  dan Majlis Pengurus Cabang (MWC) se-Temanggung. Juga BEM STAINU Temanggung, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Temanggung dan Badko TPQ Kabupaten Temanggung. (Ahsan Fauzi/Abdullah Alawi)

Ahad 10 September 2017 21:29 WIB
Untuk Rohingya, PMII Jember Serahkan Donasi Rp 28 Juta ke LAZISNU
Untuk Rohingya, PMII Jember Serahkan Donasi Rp 28 Juta ke LAZISNU
Jember, NU Online
Malam seribu doa untuk etnis Rohingya yang digelar PMII Jember di alun-alun kota Jember, Sabtu (9/9) malam berjalan  khidmat. Puluhan anggota PMII dan sejumlah pengurus NU Cabang Jember, tampak khusyuk memanjatkan doa untuk keselamatan etnis Rohingya.

Usai berdoa, dilakukan penyerahan donasi sebesar Rp. 28 juta oleh Ketua PMII Jember Adil Satria Putra kepada Ketua LAZISNU Jember H Sanusi Mochtar Fadilah guna diteruskan kepada pengungsi etnis Rohingya.

Bantuan ini adalah hasil aksi penggalangan  dana di delapan titik yang dilakukan oleh kader-kader PMII Jember selama 3 hari terakhir.

Menurut Adil, Indonesia dan dunia harus bersuara lantang untuk menghentikan aksi genosida militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine State. Sebab, kekejaman militer Myanmar dan kelompok agama terhadap warga Rakhine, sungguh melampaui batas.

"Atau kalau perlu Myanmar dikasih sangsi," ujarnya kepada NU Online.

Ia menambahkan, selain bertindak konkret untuk menyetop kekejaman militer Myanmar, Indonesia juga perlu sesegera mungkin menggalang kekuatan negara negara-negara Islam untuk hal yang sama. Sebab, semakin lama dibiarkan, akan semakin banyak korban yang berjatuhan, dan semakin lama pula penderitaan pengungsi.

"Apalagi saat ini India dan Bangladesh sudah ancang-ancang untuk mendeportasi pengungsi Rohingya. Ini sangat memprihatinkan," tegasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG