IMG-LOGO
Daerah

83 Peserta Festival Kaligrafi Tingkat ASEAN Siap Hadir di Jombang

Senin 11 September 2017 2:0 WIB
Bagikan:
83 Peserta Festival Kaligrafi Tingkat ASEAN Siap Hadir di Jombang
Ilustrasi (aktual.com).
Jombang, NU Online 
Sebanyak 83 orang dipastikan ikut dalam Festival Kaligrafi tingkat ASEAN di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang. Festival ini dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober.

Kepastian jumlah peserta ini disampaikan oleh Sekretaris Festival, Zainul Mujib. Ia menyebutnya ada 53 peserta pada lomba khat jenis riq'a dan 30 peserta pada lomba khat diwani.

Berdasarkan pengakuan Mujib, Negara Malaysia mengirimkan 7 orang, sedangkan Singapura hanya 4 orang. Selanjutnya, ada Thailand dengan 8 perwakilan dan 1 orang dari Negara Jordania. Sisanya berasal dari Indonesia yang tersebar dari sabang hingga merauke.

"Pendaftarannya sudah kita tutup pada tanggal 31 Agustus 2017 kemarin, sekarang kita fokus acara," jelasnya, Minggu (10/9).

Mujib juga mengaku pada acara nanti ada penampilan karya-karya pilihan yang sengaja diboyong oleh Direktur Utama IRCICA, Dr Halit Eren. Karya-karya tersebut berasal dari kaligrafer ternama seperti Ustadz Dawud Bektasy, Ustadz Osman Ozcay, Ustadz Abdurrahman Depeler.

Turut serta dalam penampilan karya tersebut beberapa karya pilihan dari dalam negeri lainnya.  Semua hasil karya tersebut akan menghiasi Aula Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar Jombang pada 14-16 September 2017 nanti.

"Kita bersyukur banyak yang gabung, semoga tahun depan bisa Internasional, karena jarang sekali ada lomba kelas Internasional di Indonesia," pungkas Mujib. (Syamsul Arifin/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Senin 11 September 2017 23:17 WIB
Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II
Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II
Solo, NU Online
Predikat tim kuda hitam pantas disematkan kepada Darul Mubtadi'ien FC. Pasalnya dengan persiapan yang minim, tim asal Kaliwuluh Jomblang Kebakkramat, Karanganyar tersebut mampu melaju ke babak final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 sub-region jawa tengah II (Soloraya)

Darul Mubtadi'ien berhasil melaju ke babak final setelah berhasil menundukkan tim asal Boyolali, Darul Fikr FC dalam laga yang berkesudahan 2-0 di lapangan Kota Barat Surakarta, Ahad (10/9) sore.

Pemain Darul Mubtadi'ien Anshar menjadi bintang dalam pertandingan tersebut, melalui gol yang dicetaknya di menit 47. Gol tersebut memantapkan keunggulan timnya menjadi 2-0. Sebelumnya mereka telah unggul melalui gol bunuh diri yang dibuat pemain lawan, Rama, di menit 30.

Di final mereka akan menghadapi runner-up LSN tahun lalu, Walisongo FC yang berhasil melumat tim asal Solo, Al-Muayyad FC dengan skor telak 5-0. Masing-masing gol dicetak

Reno Aldy pada menit 16 dan 40. Kemudian Eko Tri Prakoso 20, Muarif Azis 23, dan Deogo Andrian 50.

Pelatih Darul Mubtadi'ien mengakui materi pemain dan kemampuan lawan di atas mereka. "Akan kita berikan perlawanan semaksimal mungkin, para pemain juga kita pompa rasa percaya diri mereka," terang Mustakim saat ditemui usai pertandingan.

Sementara itu, manajer Walisongo FC, Mustawa mengatakan untuk final nanti tim yang ia besut dalam keadaan fit. "Laga semifinal justru kita manfaatkan untuk rotasi pemain. Kita harapkan para pemain inti sudah lebih fit dalam pertandingan final," ungkap dia.

Pertandingan final sendirin dihelat, Senin (11/9) pukul 15.00 WIB di Lapangan Kora Barat. Pemenang laga ini selanjutnya akan bertanding melawan juara sub-Regional Jawa Tengah II (Kedu). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Senin 11 September 2017 21:0 WIB
Kerukunan Umat Beragama Sudah Dicontohkan Para Pendahulu
Kerukunan Umat Beragama Sudah Dicontohkan Para Pendahulu
Pekanbaru, NU Online
Provinsi Riau merupakan salah satu Provinsi yang memiliki keberagaman Agama tinggi di Indonesia. Berbagai Agama seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu ada di Provinsi yang memiliki 12 Kabupaten dan Kota ini. 88,9 persen dari total penduduk riau yang lebih dari 6 juta orang memeluk Agama Islam.

Perbedaan keyakinan selama ini dapat dikelola dan berjalan dengan baik serta tidak menjadikan perselisihan antar agama yang ada. 

"Belum pernah satupun konflik terkait agama terjadi di Riau," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H Ahmad Supardi saat membuka Acara Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Di Hotel Pangeran Pekan Baru Riau, Senin (11/9).

Menurutnya kerukunan ummat beragama di Riau sudah diwariskan sejak zaman dahulu oleh Kerajaan Islam Siak sebagai Kerajaan tertua di Riau. "Malah kerajaan Siak membangun Gereja dan Rumah Ibadah bagi umat agama lain," jelasnya.

Sikap ini menurutnya merupakan contoh bagaimana kerukunan sudah diajarkan oleh para pendahulu dan patut untuk dicontoh dan dipertahankan oleh para generasi saat ini.

Dalam kesempatan tersebut Supardi berharap kepada para Jurnalis yang hadir pada Workshop yang digelar 3 hari dari 11 sampai dengan 13 September 2017 tersebut untuk menjadi agen pemberitaan kerukunan umat beragama dengan memberitakan kerukunan Agama yang sudah dicontohkan para pendahulu seperti yang ada di Riau tersebut.

Sementara itu salah satu peserta dari Provinsi Lampung Wasril Purnawan menilai kegiatan workshop bagi para jurnalis tersebut sangat strategis dalam upaya menggandeng mereka agar dapat menyumbangkan informasi-informasi terutama terkait kehidupan di masyarakat yang mencerminkan budaya damai yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat.

Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung ini mengatakan bahwa media dan jurnalis  memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Lebih lanjur Wasril mengatakan bahwa pihaknya mengutus beberapa Jurnalis dari Lampung untuk mengikuti kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan peran mereka dalam menyumbangkan konten menyejukkan agar tercipta kedamaian dan kerukunan ummat beragama di Lampung.

Di antara Jurnalis dari Lampung yang ikut pada kegiatan tersebut seperti Kontributor Berita Website Kanwil Lampung, Aliansi Jurnalis Indonesia, MUI Lampung Online, dan PRSSNI Lampung. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Senin 11 September 2017 20:0 WIB
Tingkatkan Ruhul Jihad, NU Gending Ziarah Wali
Tingkatkan Ruhul Jihad, NU Gending Ziarah Wali
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka meningkatkan ruhul jihad dalam melaksanakan program-program NU demi kemaslahatan umat dan menjadikan NU rahmatal lil alamin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo melaksanakan touring ziarah wali, Sabtu dan Ahad (9-10/9) sore.

Kegiatan ini diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari unsur jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Gending hingga ranting, badan otonom (banom), takmir masjid se-MWCNU Kecamatan Gending serta para pencinta NU Kecamatan Gending yang istiqomah mengikuti kegiatan rutinan Menyapa Masjid.

Ziarah wali ini dilakukan dengan mengunjungi tempat bersejarah dan para makam wali Allah SWT. Meliputi makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), makam Sunan Drajat, Masjid Namira Lamongan, makam Sunan Ampel dan makam Sunan Giri.

“Alhamdulillah, pengurus NU di Kecamatan Gending tetap solid. Mudah-mudahan senantiasa diberikan kekuatan untuk terus istiqomah membangun kebersamaan dan kekompakan menebar maslahah,  memberi manfaat membantu melanjutkan perjuangan para ulama,” kata Ketua MWCNU Kecamatan Gending, Misnaji.

Menurut Misnaji, kegiatan ini bertujuan untuk senantiasa berusaha memperkokoh jalinan silaturahim, memperkuat semangat kebersamaan dan kekompakan serta meningkatkan ruhul jihad dalam melaksanakan program-program NU untuk kemaslahatan ummat dan menjadikan NU rahmatal lil 'alamin.

“Disamping untuk penguatan hati meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Misnaji menerangkan bahwa kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengingat dan mengenang sejarah perjuangan para alim ulama, kiai, habaib dan aulia Allah secara lebih dekat dalam memperjuangkan dan mengembangkan agama Islam.

“Khususnya toriqoh Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah dan mengetahui langkah-langkah serta cara berdakwah yang mampu dan menjadikan Islam bisa diterima dengan baik,” terangnya.

Dalam ziarah ini ada hal yang banyak  dilakukan seperti dalam perjalanan selalu ditanamkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab. Saat turun dan naik kendaraan saling menjaga khawatir ada jamaah yang tertinggal. Andaikan ada yang tertinggal, maka jama'ah yang ada saling mencari tahu dan inilah bentuk rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang ada.

“Selama kegiatan ziarah kami juga berdoa  bersama dengan bacaan Yasin dan Tahlil di maqbaroh para aulia dan juga mendoakan keselamatan kaum muslimin dan muslimat. Wabil khusus kaum muslim Rohingya di Myanmar,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Misnaji berharap agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta kepada para ulama, kiai, masyayikh dan aulia Allah serta meningkatkan rasa ukhuwah Islamiyah, memperkuat rasa kebersamaan  dan kekompakan. Di samping meningkatkan semangat atau ruhul jihad.

“Dengan seperti itu kami yakin Islam, khususnya jam'iyah Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah ini akan terus berkembang dan terus bisa memberikan manfaat , menebar maslahat dan menjadikan NU sebagai Rahmatal Lil ‘aalamiiin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG