Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Serukan Gerakan Desa Ramah Anak
Majalengka, NU Online
Kekerasan terhadap anak kian mengkhawatirkan. Karena itu, perlu gerakan masif dari seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan sosial, budaya, keluarga dan pendidikan yang ramah bagi anak. 

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq pada Sosialisasi Perundangan Perlindungan Anak bersma Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPA) pada AHad (17/9) di aula Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi VIII itu meminta agar pemerintah serius menyikapi kasus kekerasan anak ini antara lain dengan menciptakan desa-desa yang ramah anak.

"Kasus kekerasan anak ini jangan hanya ditanggapi reaksional dan emosional. Itu tdk menyelesaikan masalah," ungkapnya.

Karena itu, pengasuh Pontren Al-Mizan Jatiwangi ini menyebut pentingnya gerakan kultural, sosial dan budaya untuk mendorong upaya pencegahan kekerasan anak ini. 
Gerakan pencegahan kultural dan sosial ini, menurutnya, bisa dimulai dari desa-desa yang kita tahu masyarakatnya penuh dengan tradisi kesantunan dan kearifan lokal.

"Desa sangat strategis untuk mencegah dan menyelamatkan anak-anak kita. Sebab banyak kasus justru yang terjadi di di bawah tapi tidak tersentuh," lanjutnya. 

Pada kesempatan itu, seluruh elemen masyarakat yang hadir sepakat berkomitmen untuk melindungi dan menjaga anak-anak dari segala tindak kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi. Di samping itu juga mendorong pemenuhan hak-hak anak agar  tumbuh kembangnya berjalan baik dan optimal.

"Mari bersama-sama mendorong Gerakan Desa Ramah Anak untuk melindungi anak-anak kita. Dari Desa untuk  Masa depan generasi bangsa", pesan Kiai Maman. 

Sosialisasi tampak meriah dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pesantren, Fatayat dan Muslimat NU, MWCNU, penggiat cinta anak, tokoh pemuda, remaja mesjid dan lain-lain.

Acara juga dimeriahkan dengan lomba kreativitas anak yakni lomba melukis, menggambar serta lomba ungkapan kasih sayang kepada ayah bunda. (Ahmad Duryawan/Abdullah Alawi)

BNI Mobile