::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur

Selasa, 26 September 2017 01:40 Internasional

Bagikan

NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur
Jakarta, NU Online
Berada jauh di negeri orang, tak menghalangi warga Indonesia di Korea Selatan aktif berorganisasi. Itulah yang dituturkan aktivis NU Care-LAZISNU Korea Selatan, Totok Pramono, Ahad (24/9).

“Kami berorganisasi di sela-sela istirahat dan hari libur,” ungkapnya.

Anak muda kelahiran Magetan Jawa Timur 25 tahun lalu itu menceritakan, melalui NU Care-LAZISNU Korea Selatan berhasil melakukan penggalangan dana untuk Rohingya.

“Penggalangan dana dimulai tanggal 4 September, kami tutup tanggal 17 September. Lalu kami sumbangkan 60 juta untuk Rohingya melalui NU Care- LAZISNU Pusat,” terangnya.

Penggalangan dilakukan lewat media sosial, juga secara langsung. Wilayah penggalangan dana tersebar di Daegu, Gimhae, Gyong Gido dan sekitarnya.

Selain bantuan untuk Rohingya, NU Care-LAZISNU Korea Selatan yang dibentuk 28 september 2014, aktif melakukan berbagai program.

“Setiap kegiatan kemanusiaan yang sekiranya kami siap membantu, kami berupaya untuk sekuat tenaga berpartisipasi,” kata Pramono.

Sebagai lembaga sosial di Korea Selatan, NU Care-LAZISNU Korea Selatan mencoba lebih aktif dan peduli dalam menangani saudara-saudara setanah air yang ada di Korea Selatan. 

“Apabila ada teman yang sakit atau mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya yang dirasa berat jika ditanggung oleh yang bersangkutan, kami meminta ijin untuk ikut membantu pembiayaan lewat penggalangan dana,” lanjutnya.

Saat ada warga Indonesia di Korea Selatan yang meninggal dunia, dilakukan penggalangan dana santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika lokasi warga yang meninggal dunia dekat, bersama PCINU Korea Selatan, mereka turut hadir melayat dan menshalatkan.

“Kami membantu untuk pengurusan jenazah, termasuk pengkafanannya,” tambahnya lagi.

Sosialisasi ke masjid dan mushala yang ada di Korea Selatan rutin dilakukan. Hal itu bertujuan untuk silaturrahim dengan sesama pejuang TKI; mengisi kekosongan di masjid atau mushala tersebut dengan pengajian akhir pekan; serta agar masyarakat di Korea Selatan semakin mengenal NU Care-LAZISNU. (Kendi Setiawan)