IMG-LOGO
Daerah

Aktivis NU Sampang Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Terintegrasi ke Madin


Kamis 28 September 2017 21:01 WIB
Bagikan:
Aktivis NU Sampang Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Terintegrasi ke Madin
Sampang, NU Online
Diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai pengganti Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah dalam penerapannya selayaknya terintegrasi dengan dengan Madrasah Diniyah (Madin). 

Apalagi dalam salah satu pasal di Perpres tersebut terdapat peluang bagi Pemerintah Daerah untuk menetapkan kegiatan ekstrakurikuler wajib yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang Moh. Farid saat membuka acara  diskusi yang mengambil tema Integrasi Pendidikan Non-Formal dan Formal melalui Penguatan Pendidikan Karakter di Graha Wali Songo PCNU Sampang, Jawa Timur, Kamis (28/9).

"Dalam Pasal 8 disebutkan bahwa Pemerintah Daerah dapat menetapkan suatu kegiatan ekstrakurikuler wajib yang didasarkan pada ciri khas dan kearifan lokal di daerah. Dimana hal itu bisa dikerjasamakan dengan lembaga pendidikan keagamaan yang sudah ada seperti Madin," ungkapnya.

Turut hadir sebagai pembicara pada diskusi yang digelar para aktivis NU, Kepala Kemenag Sampang H Juhedi, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana, dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Achmad Mawardi.

Berbicara pada kesempatan pertama, Achmad Mawardi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian bahkan ke depan siswa Sekolah Dasar akan diwajibkan untuk masuk Madin. Namun kebijakan  ini perlu persiapan yang matang baik di tataran regulasi maupun teknis lainnya.

"Yakinlah bahwa ke depan Dinas Pendidikan Sampang akan mewajibkan siswa SD untuk masuk madrasah diniyah bahkan ijazah dari Madin akan menjadi prasyarat kelulusan untuk melanjutkan  ke SMP namun  dengan syarat Madin harus benar-benar disiapkan pada aspek manajemen administrasi dan pengelolaannya," tukasnya.

Menanggapi lontaran tersebut, Juhedi pun menegaskan kesiapan Kemenag Sampang untuk meningkatkan performa dan profesionalitas pengelolaan Madin yang ada di wilayah lingkungan kerjanya. Bahkan pihaknya berjanji akan berbuat semaksimal mungkin untuk menyukseskan gagasan integrasi itu.

"Bila nanti sistem integral ini benar-benar terwujud tentu ini sebuah tantangan bagi kami untuk memastikan pengelolaan Madin yang benar-benar profesional baik dari sisi manajemen maupun adiminstrasinya dan kami akan all out betul," tegasnya.

Sementara itu, Amin Arif Tirtana juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung secara penuh proses penintegrasian penerapan penguatan pendidikan karakter dengan pendidikan diniyah. Persiapan yang dilakukan baik dari penyiapan regulasi maupun penganggaran

"Salah satu bentuk kesiapan dari kami dibuktikan dengan sudah diajukannya usulan revisi perda pendidikan yang dimiliki agar lebih akomodatif terhadap pendidikan diniyah bahkan akan dibahas dalam waktu dekat," ujar Amin. (Faisal/Fathoni)
Bagikan:
IMG
IMG