IMG-LOGO
Daerah

Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas

Jumat 29 September 2017 8:5 WIB
Bagikan:
Aliansi Warga Tangerang Deklarasi Dukung Perppu Ormas
Tangerang, NU Online
Dalam rangka menindaklanjuti komitmen perguruan bebas radikalisme, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang bersama sejumlah ormas di Tangerang menyatakan dukungan terhadap keberadaan PERPPU ormas No. 02 Tahun 2017.

Menurut H Muhammad Qustulani, seharusnya negara membentengi anak-anak muda sebagai generasi bangsa. Pemikiran ideologi yang bertolakbelakang dengan Pancasila menjadi penghalang terciptanya generasi emas.

Demikian disampaikan Wakil Ketua I Bid Akademik STISNU Nusantara Tangerang H Muhammad Qustulani saat memberikan orasi Deklarasi dan Dukungan Perppu Ormas di Aula Hasyim Asyari STISNU Nusantara Tangerang, Kamis (28/9) Pagi.

“Sikap anti terhadap demokrasi, Pancasila, dan UUD 1945 yang dibingkai dalam idealisme keagamaan menjadi pekerjaan khusus negara untuk menghentikannya, atau memutus mata rantai organisasi yang bertolak belakang dengan Pancasila, apapun latar belakangnya,” tegasnya.

Sebab itu, kegiatan Deklarasi dan Dukungan Terhadap Perppu Ormas bertujuan sebagai berikut.

1. Memutus matarantai pemahaman anti Pancasila dan UUD 1945, yang didungunhkan oleh sebagian ormas yang secara ideology dan tindakan termasuk radikal;

2. Memberikan penjelasan bahwa Pancasila dan UUD 1945 sejatinya sudah  sesuai dengan ajaran luhur semua agama termasuk Islam;

3. Menjelaskan bahwa pemerintahan saat ini adalah sah di mata hukum dan agama, serta tidak termasuk dalam bagian pemerintah yang anti terhadap Islam. Sebab, pemerintah (negara) menjamin kebebasan beragama dan melaksanakan kepercayaan serta syariat setiap pemeluk agama. Bahkan pemerintah sering hadir dan ikut andil atau bahkan menjadi bagian dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. Maka keliru besar jika sebagian golongan mentasbihkan pemerintahan saat ini anti-Islam, atau anti-agama. Maka dari itu, pemahaman salah seperti itu harus dihilangkan untuk rasa persatuan dan kesatuan banga;

4. Mendukung keberadaan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang ormas untuk diaplikasikan dan diterapkan sebab Perppu tersebut merupakan solusi memutus matarantai pemikiran dan ideologi yang dapat merusak kebersamaan dan kesatuan NKRI.

Atas dasar hal tersebut, kegiatan Deklarasi dan Dukung PERPPU ormas di STISNU Nusantara dilaksanakan demi kemaslahatan bangsa Indonesia di masa depan. Peserta deklarasi terdiri dari perwakilan pelajar, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, Dewan mahasiswa dan dosen se-Kota Tangerang. (Suhendra/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 29 September 2017 21:0 WIB
PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah
PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah
Banda Aceh, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Teungku H  Faisal Ali mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu jauh mengkaji persoalan bank syariah dalam bertransaksi. 

“Pengawasan terhadap bank syariah dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional,” katanya saat mengisi seminar Memahami Hakikat Muamalah dalam Sistem Perbankan syariah di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (28/9).

Dalam transaksi, lanjut pria yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Ulama Aceh ini, terpenting adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkannya kepada Allah. 

“Masyarakat, dalam hukum fikih, hanya perlu melihatnya secara zahir saja, tidak perlu mendalami dan mengkajinya, karena sudah ada pihak yang menanganinya. Jika melihat petunjuk bank itu syariah berarti sudah bisa," kata Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah.

Jika seandainya pihak bank tidak menjalankan prinsip syariah, sementara manajemen memastikan produk mereka sesuai dengan syariah, kata Faisal, masyarakat terlepas dari tanggung jawabnya terhadap Tuhan.

"Yang bertanggung jawab kepada Allah itu pihak bank, masyarakat tidak berdosa," ujar Lem Faisal, sapaan akrabnya. 

"Kalau tidak paham tapi mau mendalami itu namanya cari perkara. Serahkan saja kepada pengawasnya. Persoalan ibadah saja masyarakat banyak yang awam, apalagi soal muamalah," lanjutnya.

Tengku Faisal menganalogikan hal ini seperti warung nasi. Masyarakat hanya perlu melihat makanan yang disajikan tidak mengandung najis dan penjualnya orang Islam. Pembeli, kata dia, tidak perlu memeriksa dapurnya.

Perihal pengawasan MPU Aceh terhadap Bank Syariah, Tengku Faisal mengatakan MPU hanya bertugas sebagai pihak yang mengeluarkan fatwa. Pengawas DSN di Aceh, kata dia, adalah Ketua MPU yang saat ini diemban oleh Tengku H Muslim Ibrahim, yang juga Mustasyar PBNU.

"Mereka yang nantinya bertanggung jawab (kepada Allah) jika pelaksanaan bank syariah tidak menjalankan prinsip-prinsip syariah," ujar pria yang juga dipanggil Abu Sibreh.

Seminar yang terselenggara atas kerja sama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, juga menghadirkan tiga pemateri lainnya, yaitu Rektor UIN Ar-Raniry, H Farid Wajdi Ibrahim; Kepala Kantor OJK Aceh, Achmad Wijaya Putra; serta pakar perbankan syariah Ahmad Ifham Sholihin. (Indra Kariadi/Kendi Setiawan)

Jumat 29 September 2017 14:9 WIB
Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat
Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat
Jakarta, NU Online 
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi NU Online tentang sosok Kiai Hasan. 

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur. 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، 
(Abdullah Alawi)
Jumat 29 September 2017 10:6 WIB
Hari Sarjana, Semua Guru PAUD Wajib Berpendidikan S1
Hari Sarjana, Semua Guru PAUD Wajib Berpendidikan S1
Temanggung, NU Online
Momentum Hari Sarjana Nasional yang diperingati pada 29 September tahun 2017 kali ini, agaknya bisa menjadi cambuk bagi guru secara umum yang belum menempuh pendidikan Strata 1, termasuk guru PAUD yang ada di Kabupaten Temanggung, wilayah Kedu dan sekitarnya.

"Jika tidak sarjana, karir guru PAUD di Temanggung bahkan di Indonesia pasti macet. Kan sudah jelas regulasinya, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) dan juga Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 membahas tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru mewajibkan guru PAUD minimal sarjana. Ini amanat Undang-undang dan yang mewajibkan itu pemerintah, bukan kami," kata Husna Nashihin, dosen Prodi PIAUD STAINU Temanggung, Jumat (29/9).

Sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru, menjelaskan guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 membahas tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru, setiap guru wajib memenuhi standar kualitas akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. Guru sebagai kaum terdidik yang taat pada negara harus mematuhi semua kebijakan tentang pendidikan dan guru.

Permendiknas No. 16 Tahun 2007 menjelaskan ada 2 kualifikasi akademik guru, yaitu kualifikasi guru melalui pendidikan formal dan kualifikasi guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. Hal itu dijelaskan dengan kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai guru dalam bidang-bidang khusus.

Dikatakannya, Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 menjelaskan standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama (kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional).

"Keempat kompetensi itu terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP atau MTs, SMA atau MA dan SMK atau MAK. Di sini harus dipahami bahwa jenjang PAUD-SMA, semua guru itu minimal S1. Itu minimal, sekarang sudah banyak guru-guru yang sudah magister," lanjut dia.

Untuk itu, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, guru PAUD memiliki peran strategis untuk penguatan anak melalui pendidikan. Hal itu mustahil terjadi jika guru-guru PAUD di Temanggung masih tertinggal dan belum S1.

"Kami, di STAINU Temanggung siap menjadi perguruan tinggi pelaksanaan standardisasi kualifikasi pendidikan guru PAUD dengan membuka beberapa program studi baru, salah satunya Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang menjembatani calon guru PAUD memenuhi kualifikasinya," tandas dia.

Belum lama ini, pada Selasa, 25 September 2017 dosen Prodi PIAUD menggelar acara Rapat Internal Prodi Dosen PIAUD STAINU Temanggung yang membahas mengenai prospek karir guru PIAUD. Dalam rapat tersebut, dibahas bahwa guru PAUD atau PIAUD yang tak mau lanjut sarjana S1 bakalan macet karirnya nanti kalau ada pengangkatan, sertifikasi, tunjangan, dan sebagainya karena terganjal Undang-undang.

Sementara itu, data yang terdapat pada situs Kemendikbud, saat ini di Kabupaten Temanggung terdapat 779 lembaga pra-sekolah yang terdiri dari TK, RA, KB, maupun TPA yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung. Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui ada 2500 lebih guru pra-sekolah di Kabupaten Temanggung, itupun jika dihitung dengan rasio 3 guru per sekolah. Adapun untuk kualifikasi pendidikan Strata 1 guru PAUD masih sangat rendah dan sebagian besar lulusan SMA sederajat.

"Salah satu titik point penting momentum hari sarjana di Kabupaten Temanggung adalah perhatian lebih terhadap pendidikan pra-sekolah, khususnya di Kabupaten Temanggung yang sebagaimana diketahui guru PAUD masih belum memiliki standar kualifikasi pendidikan Strata 1 (S1) PAUD. Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh guru PAUD karena untuk penjenjangan karir berupa sertifikasi guru (sergur) harus ditempuh dengan persyaratan kualifikasi pendidikan S1, di samping juga dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada usia anak tahap pra-sekolah," imbuh dia.

Dijelaskan dia, pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran pada PAUD ini semakin nyata ketika kita berkiblat pada pendidikan di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika yang sudah mewajibkan pendidikan pra-sekolah. "Di negara tersebut, anak usia 3 tahun sudah diwajibkan mengenyam pendidikan pra-sekolah. Hal ini tentunya juga diimbangi dengan kualitas pendidikan pra-sekolah dengan sudah diwajibkannya kualifikasi guru pra-sekolah memiliki gelar S1," tukasnya.

Menurut Husna, pendidikan pra-sekolah harus dimaknai oleh orang tua sebagai investasi mahal terhadap masa depan anak. Hal inilah yang mendorong tokoh pendidikan di Barat seperti Martin Luther, Rousseau, dan Pestalozzi untuk mengawali teori serta praktik pendidikan pra-sekolah dengan sangat baik, seperti mendirikan kindergarten pada waktu.

"Kita sebagai bangsa Indonesia harusnya bisa memaknai positif itu. Kalau di negara-negara maju saja sudah mengawali, sudah saatnya Pemerintah Indonesia berani mewajibkan pendidikan anak mulai usia 3 tahun lewat PAUD. Syukur-syukur pemerintah berani memberikan fasilitas lebih bagi lembaga dan guru pra-sekolah ini karena tugasnya yang berat sebagai fondasi utama bagi anak, misalnya menjadikan para guru PAUD sebagai PNS. Sinergi baik antara pemerintah dan guru seperti ini akan bisa mengoptimalkan masa tumbuh anak secara spesial sehingga potensi anak bisa digali secara lebih usia dini," pungkas dia. (Ham/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG