IMG-LOGO
Pesantren

Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren

Ahad 1 Oktober 2017 13:5 WIB
Bagikan:
Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi pesantren, Biro Dikti (Pendidikan Tinggi) di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mengadakan workshop, Sabtu (30/9). Kegiatan yang diadakan di aula STT Nurul Jadid ini diikuti oleh pimpinan dan karyawan pada tiga perguruan meliputi Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid, IAI Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadi Paiton.

Mengambil tema Orientasi Perubahan Kebijakan BAN PT Dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren, workshop ini menghadirkan keynote speaker H Mansyur Ramly (Majelis Akreditasi BAN PT).

Ketua STT Nurul Jadid Paiton KH Najiburrahman Wahid menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Nurul Jadid terus berbenah untuk menjadi lebih baik.

“Oleh karena itu kita ingin mendapatkan pembinaan dari orang yang ahli di bidangnya. Maka dari itu kita hadirkan beliau ke Nurul Jadid ini,” katanya.

H Mansyur Ramly mengatakan bahwa perguruan tinggi di pesantren, utamanya yang berbasis NU harus menjadi terdepan dan memiliki daya saing yang tinggi.

“Untuk mewujudkan itu semua, mari kita membangun jamaah yang bagus. Pemimpin yang baik kalau tidak memilki jamaah yang baik, akan susah untuk menjadi perguruan tinggi yang baik. Jadi semuanya harus berjamaah. Pemimpin baik, maka pengikutnya juga harus baik,” ungkapnya.

Tidak lupa Mansyur Ramly mengajak agar membenahi lulusan perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton dengan 2 (dua) hal penting, yakni melalui inovasi dan wirausaha.

“Kita harus bisa menghadapi tantangan dan peluang yang ada. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan lulusan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 27 September 2017 20:2 WIB
Menhub Ajak Santri Turut Bangun Sektor Transportasi
Menhub Ajak Santri Turut Bangun Sektor Transportasi
Tegal, NU Online
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak para santri di lingkungan Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah, Babakan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal untuk ikut membangun sektor transportasi di Indonesia. 

Upaya membangun sektor transportasi tersebut bisa dilakukan para santri melalui program diklat vokasi maupun jenjang pendidikan melalui sekolah-sekolah di bawah Kemenhub.

"Kita punya program Diklat Pemberdayaan Masyarakat, dimana kita memberikan diklat vokasi gratis untuk 48.335 orang. Kita alokasikan 262 orang bagi para santri pondok pesantren," jelas Menhub saat bersilaturahmi di kompleks Ponpes Ma'hadut Tholabah Babakan, Lebaksiu Tegal, Sabtu (23/9).

Lebih lanjut Menhub memberikan gambaran terkait diklat vokasi tersebut. Setelah lulus, para santri nanti bisa bekerja di kapal, kereta api, dan bandara. 

"Jadi segera manfaatkan (diklat vokasi), karena itu gratis, tinggal pilih saja ada yang 7 hari, ada yang 14 hari," lanjut Menhub.

Menhub juga menerangkan terdapat lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah Kemenhub yang ada di Jawa Tengah yang dapat menampung lulusan SLTA dari pondok pesantren.
 
"Di sini kita punya beberapa sekolah, ada Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal yang melaksanakan diklat vokasi transportasi darat dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang dengan program diklat transportasi laut," lanjutnya.

Untuk Diklat di PKTJ Tegal dan PIP Semarang, Menhub mengatakan akan memberikan alokasi khusus. Meski demikian, Menhub mengatakan para santri harus mengikuti tes kompetensi terlebih dahulu. 

"Kita memang kasih alokasi kuota, tapi tetap harus ikut tes kompetensi, karena kita tidak ingin sekolah kita tidak baik. Lebih dari itu, nanti kita cari yang pinter-pinter, nanti kita tes untuk jadi nakhoda, pilot, masinis, dengan pendidikan 3 sampai 4 tahun," bebernya.

Menhub berharap para santri dari pondok pesantren yang sudah berumur 101 tahun itu, dapat memanfaatkan kesempatan menjadi insan transportasi dan bersama-sama membangun sektor transportasi Indonesia. 

"Saya tunggu para santri bergabung menjadi insan transportasi dan bersama-sama membangun sektor transportasi untuk Indonesia yang lebih maju," ujar Menhub.

Pengasuh Ponpes Ma'hadut Tholabah Babakan, KH Muhammad Isa Baedhowi menyambut baik kedatangan Menteri Perhubungan. Dia berharap kedepan, santri bisa mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah Perhubungan.

"Mungkin ada yang ingin jadi masinis, Nahkoda, pilot atau jadi menteri," ungkapnya.

Selain sejumlah pejabat Kemenhub, silaturahmi juga dihadiri oleh Dirjen Kementerian LHK, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Abdul Honi, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah Kiai Hamam Isa Mufti, Pengasuh Pondok Putra Kiai Mohammad Syafii Baidlowi, dan Pengasuh Pondok Putri, Kiai Nasichun Isa Mufti. (Hasan/Abdullah Alawi)

Selasa 26 September 2017 19:0 WIB
Festival Kajen Meriahkan Haul Mbah Ahmad Mutamakkin
Festival Kajen Meriahkan Haul Mbah Ahmad Mutamakkin
Pati, NU Online
Memperingati Haul Syekh Ahmad Mutamakkin, Ma'had Ali Nahdlatul Ulama Kajen menggelar Festival Kajen. Festival Kajen dilaksanakan  24 September-15 Oktober 2017. 

Tradisi Haul Syeh Ahmad Mutamakkin yang jatuh pada taggal 10 Muharram merupakan kegiatan budaya tahunan yang biasa diselenggarakan masyarakat Desa Kajen Margoyoso Pati dan sekitarnya untuk mengenang Syekh Ahmad Mutamakkin atau dikenal dengan nama Mbah Mutamakkin, sebagai simbol dakwah dan keilmuan di kota santri tersebut.

Salah satu kegiatan yang digelar pada rangkaian Festival Kajen adalah bahtsul masail tingkat santri, Senin (25/9). Kegiatan tersebut dihadiri santri-santri dari berbagai pesantren di Kajen dan para ulama pengurus MWC NU Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Rais Syuriah MWC NU Margoyoso, KH Suhaili mengatakan, bahtsul masail merupakan tradisi NU yang masih berjalan dengan baik di semua tingkat kepengurusan. Selain untuk menjawab berbagai masalah waqi'iyah, bahtsul masail juga menjadi media belajar para santri. 

“Tidak kurang dari 50 pesantren ada di Kajen, baik yang besar maupun yang kecil. Kiranya dapat membuat kegiatan rutin seperti bahtsul masail sehingga menjadi media silaturahim dan media keilmuan antar pesantren di Kajen,” harap Kiai Suhaili.

Selain bahstul masail, agenda lainnya adalah bazar buku murah, launching Mutamakkin Institut, bedah teks Pakem Kajen: Mbah Mutamakkin dalam Senandung Puisi Jawa, Bedah Buku Infografis Masjid Kajen sekaligus launching Museum Heritage Kajen, Suluk Laras Jagad, Bedah Buku Surat dari Bawah Air. Festival akan ditutup denga kegiatan Bedah Film Narasi Kajen Jilid II.

Ma'had Ali Nahdlatul Ulama Kajen berdiri tahun 2014, merupakan lembaga pengajian kitab kuning semi klasikal yang didirikan oleh Pengurus Syuriah MWC Margoyoso Pati. Mah’ad bertujuan mewadahi santri paska menempuh pendidikan aliyah terutama yang ingin mendalami kitab-kitab kuning dan ilmu keagamaan melalui jalur informal.

Ma'had Ali NU Kajen juga memberikan pembelajaran dengan spesialisasi ilmu fikih. Dewan pengajar di Ma’had Ali NU Kajen adalah para pengurus Syuriah MWC NU Margoyoso. Kegiatan pengajian dan pembelajaran bertempat di gedung serba guna Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA) di Pesantren Raudlatul Ulum Kajen. (M Niam Sutaman/Kendi Setiawan)

Selasa 26 September 2017 7:5 WIB
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017
Banyuwangi, NU Online
Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan NU Online Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG