IMG-LOGO
Daerah

LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat

Rabu 4 Oktober 2017 13:1 WIB
Bagikan:
LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat
Pringsewu, NU Online
Mengambil tempat di Masjid Nurul Hasanah Desa Klaten Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) memberikan santunan kepada Anak Yatim Piatu, Duafa, Marbot Masjid, dan Guru Ngaji di daerah tersebut, Senin (2/10) malam.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Dzikir Akbar dan Manakib untuk memperingati datangnya Bulan Muharram 1439 H.

Menurut Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin, santunan yang diberikan kepada 64 orang tersebut adalah santunan berupa uang tunai dan sembako berupa beras.

"Kegiatan ini bekerjasama dengan Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) LAZISNU Kecamatan Gadingrejo dan MWCNU setempat yang berasal dari Program Kotak Pondasi Akhirat," jelas pria yang akrab dipanggil Heru ini.

Pada kesempatan tersebut Heru juga mengungkapkan apresiasinya kepada UPZIS LAZISNU Gadingrejo yang telah mampu mengelola Program Kotak Pondasi Akhirat yang merupakan sumber dana dari kegiatan santunan tersebut dengan maksimal.

"Alhamdulillah dibulan ketiga Program Kotak ini berjalan sudah mampu mewujudkan santunan untuk yang berhak. Semoga program ini terus dikelola dengan baik dan kedepan akan dapat terus lebih bermanfaat," harap Heru.

Heru berharap juga kesuksesan UPZIS Gadingrejo dalam mengelola Program Kotak Pondasi Akhirat akan diikuti oleh UPZIS lainnya di Kecamatan yang ada di Bumi Secancanan Bersenyum Manis Kabupaten Pringsewu.

Kesuksesan Program ini juga mendapat Apresiasi ketua MWCNU Kecamatan Gadingrejo Ustadz Mukhlis daat memberikan sambutan pada Acara yang dihadiri Para Tokoh Agama dan Masyarakat Kecamatan Gadingrejo.

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang trlah berpartisipasi mengisi kotak Pondasi Akhirat sebagai sarana untukberbagi kepada sesama yang membutuhkan.Saya optimis kedepan program ini akan sangat membantu jalinan silaturahmi dan meringankan bagi yang membutuhkan," harapnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Rabu 4 Oktober 2017 23:0 WIB
Ini Harapan Rektor Unsyiah Banda Aceh terhadap PMII
Ini Harapan Rektor Unsyiah Banda Aceh terhadap PMII
Rektor Unsyiah Banda Aceh saat menerima audiensi PMII Banda Aceh jelang pembentukan Pengurus Komisariat PMII Unsyiah
Banda Aceh, NU Online
Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal, berharap PMII dapat mengayomi dan mengarahkan para mahasiswa dengan pemahaman nilai-nilai sejarah keislaman yang ada di Aceh agar semakin kuat.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda, Selasa (3/10).

“Saya sangat senang melihat anak-anak muda sekarang seperti kalian untuk bersilaturahmi sebelum membuat sesuatu,” kata Rizal di ruang kerjanya.

Rektor juga menyambut baik apa telah direncanakan oleh PC PMII Banda Aceh. 

Audiensi dengan rektordilakukan menjelang pembukaan Pengurus Komisariat PMII Unsyiah. 

Ketua Umum PMII Banda Aceh, Akmaluddin, mengungkapkan salah satu budaya yang diajarkan NU adalah bersilaturrahmi.

Sowan (berkunjung) sebelum bertindak dalam menggerakkan suatu pergerakan yang akan tumbuh wadahnya," ujar Akmal.

Ia mengatakan sebelum PK PMII Unsyiah terbentuk, PMII Banda Aceh mengadakan rekrutmen kader-kader khususnya para mahasiswa Unsyiah untuk menjalankan roda kepengurusan ke depan.

Harapan terbesarnya adalah agar PMII di Unsyiah segera kembali kemarwahnya.

“Dikarenakan PMII pernah bergema di kampus jantong hate rakyat Aceh,” tandasnya. (Fauzan/Kendi Setiawan)

Rabu 4 Oktober 2017 22:30 WIB
HARI SANTRI 2017
Band Wali Akan Meriahkan Peringatan Hari Santri di Sidoarjo
Band Wali Akan Meriahkan Peringatan Hari Santri di Sidoarjo
Sidoarjo, NU Online
Peringatan Hari Santri Nasional 2017 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur direncanakan dimeriahkan penampilan grup band Wali, yang sekaligus menjadi Duta Ayo Mondok.

Peringatan digelar di GOR Sidoarjo 22 Oktober  2017merupakan kerjasama GP Ansor Sidoarjo dengan pemerintah daerah setempat. Sebanyak 45 ribu santri se-Kabupaten Sidoarjo turut meramaikan dengan mengaji kitab kuning secara serentak.

"Peringatan Hari Santri juga ada beberapa ritual sakral. Di antaranya tapak tilas resolusi jihad, dan ijazah kitab kuning Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani kepada puluhan ribu santri oleh cicit pengarang kitab yakni KH Maaruf Amin yang tak lain Rais Aam PBNU," kata Rizza, Rabu (4/10).

Rizza menambahkan, sebelum acara dimulai, semua santri dan jamaah yang hadir melakukan shalat jamaah di masjid yang sudah ditentukan panitia. Setelah itu mereka akan melakukan longmach atau jalan kaki menuju Gor Delta Sidoarjo dengan mengibarkan panji-panji perjuangan.

Tak kalah menarik, koreografi kolosal akan turut disajikan.

“Untuk koreografi kolosal didukung Bumi Shalawat Lebo, mahasiswa Unusida, dan pelajar di bawah naungan LP Ma'arif NU Sidoarjo. Koreografi kolosal membentuk bola dunia dan peta NKRI,” tambah Rizza.

Rizza mengungkapkan semua kegiatan memperingati Hari Santri merupakan napak tilas para pejuang dan syuhada dalam resolusi jihad. 

“Ketika mendengar seruan kewajiban perang, semua santri berangkat dari pesantren dan rumah masing-masing menuju medan perang," pungkasnya. (Moh Kholidun/Kendi Setiawan). 

Rabu 4 Oktober 2017 22:13 WIB
Puluhan Siswi MAUWH Tambakberas Ikut Diklat Jurnalistik
Puluhan Siswi MAUWH Tambakberas Ikut Diklat Jurnalistik
Jombang, NU Online
Sejumlah siswa pilihan di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang mengikuti pendidikan dan latihan atau diklat dalam kemampuan jurnalistik. Diharapkan, para peserta mempunyai kemampuan sekaligus mempraktikkan keterampilan tersebut khususnya di media yang dimiliki.

Wakil Kepala MAUWH bagian kurikulum, Ustadz Miftahul Arif sangat mengapresiasi kegiatan yang diikuti 20 siswi tersebut. "Kunci dari kemampuan menulis adalah membaca," katanya, Rabu (4/10). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini.

Menurut kandidat doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut, perintah membaca demikian sangat ditekankan dalam Islam. "Bahkan ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca," katanya sembari menyitir surat al-Alaq. Baru setelah tradisi membaca menjadi hal yang melekat, maka kemampuan menulis akan menyertai, lanjutnya.

Ustadz Arif, sapaan akrabnya juga menjelaskan betapa para ulama tempo dulu yang nota bene dari Tanah Air demikian produktif dalam menulis. "Hingga kini sejumlah kitab hasil karya ulama Nusantara tetap terjaga, bahkan menjadi rujukan dunia," katanya sembari menyebut sejumlah kitab karya ulama asli Indonesia.

Karena itu, mengikuti diklat jurnalistik sebagai kesempatan mahal. "Gunakan kegiatan ini sebaik mungkin dalam rangka mengasah kemampuan menulis," pesannya. Dirinya juga berharap agar peserta juga bisa mewartakan sejumlah potensi yang dimiliki madrasah.

Diklat jurnalistik berlangsung Rabu hingga Kamis (4-5/10). Narasumber yang dihadirkan adalah Afairur Romadhon dari NU Online, Mohammad Syafii dari portal FaktualNews, serta Romza dari Bangsa Online.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi motivasi dan praktik menulis, serta jenis tulisan yakni fiksi dan non-fiksi. Berikutnya mereka mendapatkan penjelasan seputar berita, yang dipungkasi dengan praktik dan menjemen redaksional. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG